Selasa, Agustus 19, 2008

Nyaris Celaka

Nyaris Celaka

Beberapa bulan lalu aku berangkat bekerja seperti biasa naik motorku. Sebelumnya aku sarapan dulu di pasar yang ada di perjalanan menuju tempat kerja. Untuk sarapan aku harus menyebrang ke sisi kanan jalan dan aku harus menyalakan sein kanan motor.

Pagi itu aku aku nyalakan lampu sein kanan dan melihat melalu spion motor dan mobil tidak ada di belakangku lagi sehingga aku masuk ke bagian kanan jalan dengan santainya. Tetapi secara tiba-tiba ada motor yang menyeruduk bagian kanan motorku dan ban depannya tepat mengenai knalpot motorku. Aku ditabrak ketika aku sudah hampir sampai di pinggir jalan sebelah kanan. Aku heran mengapa dia bisa berbuat demikian sementara aku sudah menyalakan sein kanan dan situasi di sebelah kiriku juga sedang kosong. Aku terkejut tentu saja tetapi aku tidak sempat terjatuh malah si penabrak yang jatuh. Mungkin dia mengerem dengan tiba-tiba dan jatuh sementara aku tidak mengalami apa-apa. Banyak orang yang melihat mengetahui siapa yang salah dan siapa yang benar. Ketika dengan jelas orang-orang mengatakan dia salah maka dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan aku juga tidak mau mencari masalah. Aku sendiri masih sehat dan dia juga tidak apa-apa. Aku tidak mau bertengkar. Walau dia jatuh tetapi dia masih sempat menanyakan apakah aku mengalami sakit. Aku jawab tidak lalu dia pergi.

Aku sebenarnya sangat takut pada kejadian itu dan jantungku berdebar tidak karuan. Nasibku masih jauh lebih baik, aku tidak mengalami apa-apa. Nyaris celaka. Dengan kejadian ini aku bersyukur karena aku masih tetap hidup dan masih bisa menjalani hidup ini. Aku kembali tersadar betapa pentingnya hidup ini dan betapa berharganya ketika aku hampir kehilangannya. Aku tahu ini adalah suatu tanda supaya aku lebih berhati-hati lagi sebab dalam perjalanan apa saja bisa terjadi. Banyak masalah bisa muncul ketika berkendara di jalan umum. Mungkin aku tidak berbuat salah dalam berkendara tapi pengemudi bisa melakukannya dan mengancam keselamatan jiwa. Intinya tetap waspada, berdoa dan menyerahkan diri dalam perlindungan Tuhan.

Bagaimana pendapat Anda?

Deliserdang, 19 Agustus 2008

Senin, Agustus 18, 2008

Ketika Sahabat Pergi

Ketika Sahabat Pergi

Aku mengenal dia sewaktu mulai bekerja di suatu perusahan. Di antara puluhan orang yang bekerja di perusahan itu hanya dialah yang paling cepat akrab denganku. Aku sadar bahwa aku bukanlah tipe orang yang cepat dalam bergaul. Aku lebih tertutup dan membutuhkan waktu lebih berteman dengan orang lain. Tetapi dengan orang ini aku langsung akrab bahkan pada hari pertama aku mulai bekerja.

Dia 3 tahun lebih tua dariku sehingga aku memanggilnya abang dalam arti bukan abang sayang seperti pacar. Tetapi panggilan rasa hormat kepada orang yang lebih tua dari diriku sendiri. Dia juga ternyata lebih cepat 2 minggu bekerja di perusahaan itu. Singkat kata kami berteman baik. Jika bicara selalu nyambung dan saling terbuka satu sama lain ketika ada masalah yang dihadapi. Selalu mencoba saling membantu ketika ada suatu yang penting yang harus dikerjakan.

Selama tiga tahun bekerja di perusahaan yang sama hubungan kami tidak pernah retak. Kami saling mengerti antara satu dengan yang lain dan tidak pernah bertengkar dan mau saling mendengar. Setiap makan siang kami selalu bersama dan saling menunggu jika masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan atau kalau tidak bisa makan bersama selalu memberitahu dengan sms. Sepulang kerja kami selalu main bulu tangkis dua kali dalam seminggu. Setiap pertandingan, kami selalu main 5 set dan aku lebih sering kalah. Paling tidak dari 5 set aku hanya bisa menang 1 set. Ketika pulang kerja aku selalu menumpang di motornya dan kalau ada teman-teman kami yang lain yang mengadakan pesta kami selalu pergi bersama tidak membawa pacar. Pacarku ada di kota lain sedangkan pacarnya aku tidak tahu pasti. Dia tidak pernah terbuka mengenai pacarnya tetapi aku pernah mengusulkan teman cewekku di tempat kuliah menjadi pacarnya. Untuk seterusnya aku tidak tahu bagaimana hubungan mereka.

Di luar dugaan pada tahun ini dia mendapat pekerjaan lain di salah satu perusahaan milik negara. Padahal selama ini dia tidak pernah menceritakan akan pindah kerja. Aku terkejut dan merasa tertekan sebab aku tidak punya teman akrab lagi di perusahaan. Tidak ada lagi temanku makan siang mau pun main bulu tangkis dan aku tidak dapat lagi membalas kekalahanku. Aku merasa jatuh dan tidak betah bekerja. Malah aku ditempatkan menggantikan posisi dia di adminstrasi padahal sebelumnya aku dari bagian perpustakaan dan fotokopi.

Pada saat aku kehilangan sahabat aku juga harus belajar menguasai pekerjaan di posisi baruku. Namun aku tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan. Aku harus bangkit. Aku sadar apa pun yang terjadi waktu akan berjalan terus dan tidak ada gunanya menyesali masa yang lalu. Setiap keadaan yang sepertinya kurang baik dan kurang menguntungkan pasti ada suatu kebaikan di dalamnya. Misalnya dengan kepergian sahabatku maka aku bisa mencari sahabat-sahabat baru yang lain yang lebih banyak. Cara berpikirku juga berbeda menghadapi setiap persoalan. Pengetahuanku pada bidang pekerjaan lain juga bertambah sehingga aku tidak hanya merasa nyaman berada pada posisi yang sama. Tentu lebih bagus memiliki banyak pengalaman bekerja daripada hanya menguasai satu pekerjaan. Dan kini setelah selama sebulan berlalu semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Aku tidak tertekan lagi malah menikmati posisi baruku dan pergaulanku juga semakin luas. Aku semakin bisa hidup mandiri. Aku bisa mengendalikan jalan hidupku sendiri dengan pikiran dan tindakan positif.

Bagaimana pendapat Anda?

Deliserdang, 18 Agustus 2008

Tentang Mendidik Anak

Tentang Mendidik Anak

Waktu itu aku akan mengikuti wawancara pekerjaan di sebuah tempat kursus atau tempat bimbingan. Aku menunggu dan dipersilahkan duduk di ruang tamu sekaligus ruang belajar bagi anak.

Di sebuah meja di sudut ruangan ada seorang anak kecil sedang diajari bagaimana cara menulis. Anak tersebut berumur kira-kira 4 tahun. Dia dikelilingi oleh 3 orang guru sekaligus. Ketika anak tersebut tidak mau mengikut apa yang disuruh guru-guru tersebut maka mereka mulai menakut-nakutinya. Mereka memukul meja dengan amat kerasnya hingga aku sendiri terkejut. Si anak tersebut tentu saja langsung menangis. Belebas panjang mengancam di tangan salah satu guru untuk menakut-nakutinya. Ketika si anak terus menangis maka mereka mengatakan akan mengurungnya di kamar mandi dengan harapan akan diam. Suatu saat ia hanya bisa terisak karena ia juga takut menangis dengan ancaman-ancaman mereka yang berlebihan. Mereka mengajarinya dengan cara membentak dan memaksanya hingga dia menangis ketakukan.

Seorang anak yang seharusnya hidup dipenuhi permainan tetapi penuh ketakutan. Jelas guru-guru seperti itu tidak mengerti apa yang mereka lakukan. Mereka hanya mengingikan supaya anak itu bisa membaca dan menulis dengan cepat tanpa memperhatikan cara mereka yang kurang baik untuk mencapainya. Bukankah anak kecil seharusnya diajak belajar sambil bermain bukannya belajar dengan cara mengancam seperti mengajari penjahat berbuat baik di dalam penjara. Tindakan yang kurang baik ini bisa menjadi mimpi buruk bagi si anak sehingga bukan hasil baik yang didapatkan malah lambat laun dia bisa menjadi seorang pemberontak. Ia nantinya bisa bertindak beringas dan tidak suka belajar sebab belajar dalam pikirannya bukanlah sesuatu yang menyenangkan malah mengerikan dengan segala paksaannya.

Ketika ayah ibu si anak muncul di pintu tangis anak tersebut semakin menjadi-jadi. Malah di luar dugaan si orang tua hanya menyaksikan bagaimana guru-guru itu manakut-nakuti anaknya dan membiarkannya dengan tertawa. Wah cara berpikir dan bertindak orang tua yang salah seperti itu akan mengancam masa depan anaknya. Mungkin saja dia menitipkan anak tersebut ke tempat neraka itu supaya pekerjaannya tidak terganggu di rumah. Tapi ingatlah selalu bahwa segala ketidakbaikan yang ditimpakan pada anak kelak akan merugikan dan membuat orang tua akan tertekan, bagaikan bumerang. Suatu saat orang tua seperti itu akan pusing dan tertekan melihat tindakan anak yang beringas dan tak terkendali yang tidak disadarinya akibat dari tindakan mereka sendiri. Tanamkanlah yang baik pada anak sehingga hasil yang baik bisa dipetik nantinya.

Bagaimana pendapat Anda?

Deliserdang, 18 Agustus 2008

Sabtu, Agustus 16, 2008

Bekerja Selama 3 Tahun tetapi Tabungan Nol

Bekerja Selama 3 Tahun tetapi Tabungan Nol

Inilah pengalamanku sendiri mengenai kondisi keuanganku. Bekerja pada tahun I yakni pertengahan 2005 gajiku masih amat kecil sehingga hanya cukup buat kebutuhan sehari-hari. Tahun II pertengahan 2006 gajiku makin naik tetapi tidak bisa juga menabung karena aku kuliah kembali mengambil akta IV. Kemudian tahun III dari pertengahan 2006-2007 masih menyelesaikan kuliah. Pada akhir tahun ke 3 beli motor secara dibantu oleh orang tua hingga uang tidak pernah terkumpul.

Perjalanan awal tahun IV sekarang ini rencana akan mulai menabung, namun orang tua si pacar sudah menuntut supaya putrinya secepatnya dinikahi. Aku mau bilang apa sementara uangku jelas-jelas tidak ada saat ini. Aku hanya bisa suntuk, beginilah kondisi orang yang tidak mempunyai uang cukup. Belum juga menabung sudah datang tuntutan. Hal ini memang tidak kudengar langsung dari calon mertuku tetapi dari pacarku sendiri yang katanya terus menanyakan kapan kami akan menikah.

Pada saat tidak ada biaya nikah seperti ini, siapakah yang tidak suntuk dan tertekan ketika didesak supaya secepatnya menikah? Apakah segampang itu? Ya bagi orang yang berduit tetapi bagiku adalah kesulitan. Umur pacarku memang lebih tua dariku 2 tahun sementara aku sudah 28 tahun. Aku tahu ini berat baginya dan juga bagi orang tuanya tapi apa yang bisa aku lakukan? Menabung selama setahun ini juga tidak akan cukup sementara gaji juga masih lumayan kecil. Mencoba melamar ke perusahaan lain tidak dipanggil dan belum tentu gajinya bisa lebih besar. Aku hanya bisa berdoa dan mengharapkan kemurahan dari Tuhan. Jika Dia sudah berkendak maka aku hanya bisa menerima.

Aku hanya bisa pasrah namun tetap yakin bahwa semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Bukankah berpikir positif lebih baik daripada terpuruk dalam kesuntukan. Merasa tertekan juga tidak ada gunanya selain mengganggu kesehatan dan membuat pikiran tidak bisa jernih melihat berbagai permasalahan hingga menemukan solusinya. Rasa putus asa memang terkadang terbersit di dalam hati tetapi apa gunanya?

Bagaimana tanggapan Anda?

Deliserdang, 16 Agustus 2008

Jumat, Agustus 15, 2008

3 Ahli Kunci

3 Ahli Kunci

Selama hidupku tidak pernah aku berurusan dengan tukang kunci atau ahli kunci biasa buka di pinggir jalan. Walau aku sudah berumur 28 tahun tidak pernah sekali pun aku membuat kunci duplikat. Selama ini aku hanya sekedar melihat mereka dan tempat usaha mereka nongkrong di pinggir jalan. Tidak pernah ada keinginan membuat duplikat kunci kamarku walau hanya satu.

Tetapi awal bulan ini aku harus berurusan dengan mereka. Atasanku di kantor yakni kepala sekolah menyuruhku membuat duplikat kunci kantor sehingga kami masing-masing memiliki satu sehingga tidak harus repot saling menunggu ketika si pembawa kunci belum terlambat. Alhasil aku setuju dan sore itu mencari tukang kunci ke arah pusat kota dan menemukannya. Aku tunjukkan kunci pada si tukang kunci. Awalnya dia kelihatan ragu-ragu namun kemudian merasa yakin bisa membuatnya. Aku menunggu beberapa saat hingga dia selesaikan pekerjaannya. Dia pun selesai dan menyerahkan kunci duplikat tersebut dan aku menyerahkan uang 5 ribuan dan kembali ke rumah.

Hari berikutnya aku masuk kantor dan mencoba kunci tersebut ternyata tidak bisa. Sore sepulang kerja aku mampir ke tukang kunci yang sama dan memberitahu bahwa kunci tersebut tidak bisa digunakan. Kemudian dia bekerja memperbaikinya. Dia yakin akan bisa. Aku pulang dan ketika aku mencobanya ternyata tidak bisa juga. Sepulang kerja aku kembali ke tempat itu tetapi ternyata dia tutup. Menurutku dia lari dari tanggungjawab. Aku tidak menyerah hari berikutnya aku datang lagi. Kali ini dia tidak bisa mengelak. Dia mengatakan bahwa kunci sudah siap dan tinggal menunggu seseorang mengantarnya besok dan menyuruhku kembali. Aku sadar dia hanya beralasan menutupi ketidaksanggupannya.

Pandanganku terhadap tukang kunci mulai berubah dan kurang mempercayainya. Tetapi aku mencoba tukang kunci yang lain ketika yakin bahwa tukang kunci yang pertama tidak sanggup lagi. Aku tahu bawa peruntungan semua orang tidak sama. Sama seperti tukang pertama. Dia menerima kunci dan mulai bekerja. Setelah aku serahkan uang aku terima kunci tersebut dan berharap kunci tersebut bisa aku gunakan sehingga tidak repot di kantor. Tetapi ternyata tukang tersebut sama saja dengan tukang yang I. Untuk ke dua kalinya aku pergi kesana dan dia memperbaikinya juga tetapi ketika besoknya aku coba hasilnya tetap nihil.

Aku tidak kembali ke tukang I dan II tetapi aku mencoba tukang kunci III. Pada tukang kunci III, aku ceritakan bahwa sudah dua kali kubawa ke tukang kunci yang berbeda tetapi tidak berhasil. Dia mengatakan sebaiknya kunci yang dibuat tukang I dan II aku lemparkan ke wajah mereka sebab mereka tidak bertanggungjawab. Dia juga masih sempat menanyakan siapa tukang kunci I dan II, sepertinya dia mengenalnya ketika aku memberitahu ciri-ciri fisiknya. Dia pun kembali bekerja dengan penuh percaya diri. Tetapi ternyata dia sama bodohnya dengan tukang I dan II ketika besoknya aku mencoba kuncinya. Aku juga kembali dan dia mencoba keahlian memperbaikinya tetapi hasilnya tetap nol besar.

Apakah aku harus mencoba tukang kunci yang ke IV? Jangan-jangan mereka semua sama tidak bisa mengerjakannya sementara uang dan waktuku lenyap. Sejak saat itu aku tidak percaya pada promosi palsu mereka yang jelas-jelas menuliskan ahli kunci. Satu hal yang tidak mereka lakukan adalah mengakui bahwa mereka tidak bisa dan tidak sanggup ketika mereka tidak bisa membuatnya. Jika seperti ini ceritanya bukankah mereka makan dari hasil tipuan sama saja dengan para koruptor yang makin tampak belangnya akhir-akhir ini? Jika hanya bisa membuat kunci yang gampang dan biasa apakah patut disebut ahli kunci? Sampai sekarang kunciku tidak berhasil dikloning dengan sukses, hanya aku tahu bahwa ketiga ahli kunci itu adalah pembohong.

Bagaimana pendapat Anda?

Medan, 16 Agustus 2008

Kamis, Juni 19, 2008

Timbul Tenggelam

Potret Indonesia Hari Kamis, 19 Juni 2008
Tiada yang menjadi fokus pemberitaan hari ini tetapi masih didominasi oleh suap-suapan terhadap para jaksa. Pemeriksaan terhadap kasus tersebut sudah dimulai. Media elektronik dan cetak terus memburu berita bagaimana kelanjutan dari kasus tersebut. Orang-orang yang bertanggungjawab menangani kasus tersebut dikejar untuk mendapatkan kepastian. Ms. Raharjo (kalau tidak salah) adalah orang yang paling banyak dimintai keterangan mengenai kasus itu karena mungkin dialah yang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Keterangan mengenai adanya rencana penyelamatan penyuap Artalyta S. juga berusaha diungkap kebenarannya. Benarkah para jaksa ingin menyelamatkan si penyuap ini? Sebab ketika terdakwa Urip ditangkap selaku penerima suap tetapi penyuap tidak ditangkap. Pasti semua orang curinga akan hal tersebut dan bisa saja orang beranggapan tindakan itu dilakukan untuk menyelamatkan si penyuap. Setelah dimintai keterangan kepada jaksa yang akan melakukan penangkapan terhadap si penyuap tetapi telah terlambat sebab KPK telah kembali meringkusnya mengatakan bahwa mereka tidak ada maksud untuk menyelamatkan Artalyta. Katanya mereka hanya ingin memperjuangkan keadilan. Penyuap dan tersuap harus ditangkap sebab dua-duanya bersalah. Tetapi perlu dipertanyakan juga mengapa saat KPK menangkap jaksa Urip, mereka tidak langsung menangkap juga penyuap? Setelah kutelusuri apa yang mereka ungkapkan adalah bahwa saat penangkapan Urip, mereka sudah berada di depan rumah penyuap. Mereka beralasan tidak bisa menangkap penyuap saat itu karena pagar rumah tersangka sangat tinggi. Maka mereka pulang dan baru beberapa hari kemudian mereka meringkusnya di rumah dengan pagar tingginya masih sama? Nah disinilah letak permasalahannya. Kok sekarang pagar yang tinggi masih sama tidak menjadi masalah tetapi sebelumnya beralasan karena pagar yang tinggi?
Ada sebagian berita yang menampakkan ekor, kepala, dan sedikit bagian tubuhnya yang lain. Tuntutan terhadap penyelesaian kasus monas mulai terungkap lagi. Demo menuntut kenaikan BBM mulai dilakukan oleh mahasiswa dan tuntutan kali ini mereka menyuruh SBY dan JK turun dari jabatannya jika tidak memenuhi tuntutan tersebut. Dalam kesempatan tersebut mereka juga menuntut rekan-rekan mereka yang ditahan polisi agar dibubarkan.
Demikian juga kasus Munir sepertinya bangun kembali. Katanya ada tersangka baru sehingga penyelidikan kali ini kata mereka akan memasuki babak baru.
Penyelidikan terhadap Geng Nero terus diusut dan dilanjutkan. Coba bayangkan cewek-cewek cantik melakukan kekerasan. Saya merasa agak heran, apakah ini bentuk perlawanan kaum perempuan yang mungkin selama ini terpinggirkan? Atau mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga mempunyai kekuatan? Tetapi dengan cara-cara yang salah barangkali.
Penemuan blue energy juga diberitakan. Ada yang bernama Joko yang mempraktekkan temuaannya tersebut. Menurut dia air tersebut masih dicampur dengan bensin atau solar. Perbandingannya 70 persen air dan 30 persen bensin atau solar. Ketika ditanya lebih jauh bagaimana proses kerjanya, dia diam dan mengatakan itu menjadi rahasia. Ketika ketidak temuan blue energy yang belum jelas ini di Indonesia disiarkan, Jepang sudah bisa menciptakan mobil berbahan bakar air. Mereka akan melakukan produksi massal terhadap mobil tersebut. Jadi saya kira tidak perlu lagi mencari tahu bagaimana membuat bahan bakar dari air oleh kita sendiri lebih baik pergilah ke Jepang dan belajar dari mereka. Intinya bahwa pembuatan bahan bakar dari air adalah mungkin 100 persen tidak seperti apa yang dikatakan oleh peneliti-peneliti Indonesia sebelumnya di surat kabar. Apa yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita tetap berusaha menggapainya?
Jika saya melihat mengenai blue energy, Jepang sebelumnya tidak pernah mengatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian terhadap masalah itu. dan seingat saya tidak pernah mereka memberitahukan jika hal itu mungkin. Tetapi melihat hasilnya di lapangan bahwa mereka telah berhasil dapat disimpulkan bahwa mereka terus melakukan penelitian. Mereka tidak banyak bicara tetap banyak bekerja dan meneliti. Di Indonesia dari dulu mengenai blue energy sudah banyak dibicarakan tetapi pembuktiannya tetap masih menjadi misteri. Ada apa? Bicara banyak seperti orang hebat tetapi kenyataanya menunjukkan keadaan kebodohan sebenarnya.

Bagaimana pendapat Anda?

Suap-suapan

Potret Indonesia Hari Rabu, 18 Juni 2008
Ketika sampai di rumah sore ini aku kembali mengikuti berita-berita mengenai Indonesia. Apa yang terjadi hari ini. Dan Metro Tv selalu menjadi pilihan utamaku dalam mencari berita karena televisi tersebut mengkhususkan diri pada pemberitaan. Itulah daya tariknya buatku. Ketika aku tidak sempat baca koran hari ini maka aku bisa tahu kejadian-kejadian apa saja yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Tentu saja itu hanya di permukaan saja atau umumnya yang terjadi di ibu kota. Bagaimana kalau kejadiannya di pedesaan? Pasti jarang masuk berita dan bila diberitakan juga berarti kejadian tersebut adalah kejadian luar biasa. Tetapi apa saja yang terjadi di ibu kota atau di kota-kota besar lainnya pasti menjadi berita utama yang cukup menghebohkan atau cukup menggelisahkan.
Mungkin berita utama dalam beberapa hari ini adalah mengenai kasus suap yang menimpa beberapa jaksa. Ketangkapnya jaksa tersebut adalah hasil dari penyadapan telepon mereka ketika kasul BLBI telah resmi ditutup. Dari percakapan mereka melalui HP ketahuanlah apa yang terjadi dibalik semua itu. Ternyata ada permainan di balik permainan. Beberapa jaksa disogok demi menyembunyikan kebenaran. Dan para hamba hukum itu takluk juga pada uang. Lupa diri. Lupa pada negara yang hendak karam. Malah membuat kapal bangsa makin goyah dan hampir tidak bisa terselamatkan lagi.
Bagaimana tidak begitu menyentak, orang yang seharusnya menegakkan hukum malah menyalahgunakan tugas dan tanggungjawabnya. Kepercayaan rakyat Indonesia terhadap aparat hukum ini semakin menipis sebab hukum masih tunduk pada uang. Yang punya duitlah empunya hukum. Bagaimana nasib orang kecil dan miskin tanpa uang? Mereka menjadi sasaran empuk hukum karena tidak mampu membayarnya. Keadilan hanyalah sebatas uang. Semakin menumpuk uang semakin mampu melumpuhkan hukum.
Aneh ya Indonesia kita? Dari dulu-dulu tak pernah bisa sembuh dari penyakit KKN. Ada yang memberantas KKN dengan gigih tapi ada juga yang berjuang dengan gigih ber KKN ria. Mereka seolah menguji kemampuan KPK atau mereka malah anggap sepele dengan kemampuan KPK.
Setelah ketangkap entah apa lagi yang mereka lakukan. Ada yang pura-pura lupa dan ada pula yang mengatakan bahwa dia samasekali tidak tahu bahwa perbuatan tersebut salah dan mengatakan pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya. Penegak hukum masakan tidak tahu yang mana yang baik dan benar setelah tertangkap dan pura-pura bodoh. Mungkin nanti diantara mereka ada yang pura-pura sakit demi mangkir dari tanggungjawab. Inilah orang pintar yang tidak memiliki hati nurani. Nurani mati melihat tumpukan uang.
Hukum harus terus ditegakkan walau pun masih banyak orang yang melanggarnya. Hukum tidak berhenti pada penangkapan tetapi harus sampai pada penyelidikan dan pemberian hukuman yang setimpal. Namanya masih manusia pastilah selalu beriringan dengan kesalahan. Dari kesalahan kita memperbaiki hidup kita supaya tidak jatuh pada kesalahan yang sama. Kuncinya adalah kesadaran memperbaiki diri. Masing-masing kita rakyat Indonesia harus terus-menerus memperbaiki diri, melakukan yang baik dan benar. Kita berkaca dari kelakuan buruk orang lain agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama bukan malah dapat inspirasi untuk mencobanya juga dan sangat bangga bila tidak ketahuan. Kita mesti sadar kalau tidak di bumi kita mendapatkan hukuman, neraka sudah siap menampung kita.

Bagaimana pendapat Anda?

Kamis, Juni 05, 2008

Potret Indonesia Hari Kamis 05 Juni 2008

Berita yang paling hangat hari ini adalah mengenai penangkapan polisi terhadap pelaku anarkis yang berasal dari organisasi FPI. Polisi terus memburu orang-orang FPI yang terlibat dalam aksi di monas monas itu. ketua organisasi juga ditangkap tetapi masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin dakwaan yang diberikan padanya adalah memberikan perlindungan atau menyembunyikan pelaku tindak kejahatan dan bisa dihukum selama 9 bulan. Katanya kalau hanya selama 9 bulan hukuman maka dia bisa dibebaskan dan aku kurang mengerti bagaimana peraturan hukum seperti ini jadi saya bisa menyimpulkan kalau lebih dari 9 bulan berarti bisa di tahan sedangkan dibawah 9 bulan masih bisa dibebaskan berkeliaran atau dijadikan tahanan rumah?
Sementara itu ketua laskas Islam yang ikut dalam aksi di Monas sampai hari ini belum menyerahakan diri dan polisi sudah mulai memburunya. Dari persembunyiannya ia sempat mengirimkan email dengan tuntutan bahwa ia akan menyerahkan diri jika aliran Ahmadiah dibubarkan. Tetapi kayaknya polisi tidak mau memusingkan diri dengan pernyataan itu mereka terus mencari pelaku kriminal tersebut.
Kelompok FPI di wilayah lainnya mulai merasa takut diteror oleh pendukung Gusdur yang akan melakukan sweeping terhadap mereka. Jadi beberapa dari pemimpin FPI itu resmi membubarkan diri, mungkin mereka takut mendapat dampak dari tindakan mereka di Monas. Dan mereka sendiri ada yang sudah tidak sepaham lagi dengan FPI yang mengatakan masih menggunakan cara-cara kekerasan. Mereka bertindak seperti polisi masyarakat mengatasnamakan agama. Seharusnya kan agama itu membawa perdamaian bagi penganutnya bukan malah mengutamakan tindakan kasar dalam bentuk kekerasan.
Para pemimpin dan simpatisan FPI sekarang menjadi geger. Menurut simpulanku bahwa segala bentuk ketidakbaikan pada akhirnya akan jatuh juga dengan perbuatan sendiri yang tidak terpuji. Segala kelakuan yang buruk akan berakhir dengan buruk sehingga ini bisa kita jadikan pelajaran bagaimana supaya sebuah organisasi bisa berjalan dengan mulus. Banyak pihak mendukung pembubaran FPI, ini sangat jelas bahwa tidak ada orang yang menyukai kekerasan. Penjahat sendiri juga berusaha menghindari kekerasan sebab membawa kerugian dan penderitaan bagi orang lain tetapi penjahat dalam arti yang sebenarnya terpaksa melakukannya mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup atau akibat betapa susahnya menjalani hidup dengan benar dan mendapat penghasilan darinya.
Kita jangan membersihkan kejahatan semata-mata supaya dunia internasional melihat bahwa kita bisa melakukan tindakan tersebut bukan supaya kita terlihat hebat dengan menumpas tindakan kekerasan. Intinya bukan itu tetapi memang segala bentuk kejahatan dan kekerahan harus dibumi hanguskan dari Indonesia. Sudah banyak rakyat yang menjerit akibat kenaikan BBM eh malah ada lagi yang mengacaukan keadaan dengan melakukan tindakan kekerasan. Ini menjadi bentuk ujian bagi negara apakah negara kita masih kuat mengatasi permasalahan seperti ini? Apakah polisi kita masih bisa bertindak para pelaku kejahatan? Jika semuanya bisa diselesaikan dengan baik maka bisa dikatakan bahwa negara kita masih kuat melawan segala bentuk kejahatan. Kejahatan ini masih berasal dari diri sendiri bagaimana bisa melakukan penegakan hukum terhadap orang lain kalau diri sendiri saja tidak bisa dibenahi atau tidak bisa menerpakan hukum tersebut.
Kita bersama harus menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi para pelaku kejahatan dan menumpas semua bentuk-bentuk kejahatan dan kekerasan di masyarakat. Para polisi seharusnya bekerja jangan hanya ditekan oleh atasannya tetapi disuruh atau tidak mereka haru mengerjakannya tugas mereka dengan baik sebab mereka menjadi polisi pada dasarnya untuk melindungi rakyat bukan sebagai pengamanan kekuasaan pemerintah yang menjadi atasannya. Tidak harus mengikuti apa yang dikatakan pemimpin jika anjuran tersebut ternyata salah, kan tidak mungkin mau terjun dari gedung tinggi yang membahayakan nyawanya sendiri sehingga setiap polisi mempunyai kebijakan masing-masing dalam bertindak sebab jika melakukan kesalahan di lapangan maka polisi sendiri juga yang mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga bisa dicopot dari jabatannya.
Hari ini adalah hari Lingkungan Hidup Sedunia tetapi tampaknya masih banyak tindakan-tindakan yang mencerminkan tidak mencintai lingkungan. Seperti rusaknya hutan yang lumayan luas di Riau dan Pekanbaru. Malangnya polisi yang mengusut pembalakan liar itu diberhentikan dari jabatannya sebab ternyata pejabat-pejabat tinggi negara terlibat dalam perusakan hutan di Indonesia. Disinyalir ada aliran dana yang cukup besar ke no rekening menteri kehutanan MS Kaban, maka bukan tidak mungkin dia akan diperiksa sehubungan dengan aliran dana tersebut.
Kondisi seperti ini cukup memprihatinkan bagaimana mungkin seorang menteri yang seharusnya mendorong orang mencintai hutan malah mendukung pembalakan liar. Ternyata di segala lini kehidupan uang menjadi salah satu faktor utama penentu kebijakan, jika uang sudah mengalir dengan deras maka sudah menjadi gelap mata dan nurani. Orang-orang seperti ini harus dibersihkan dari pemerintahan dan tentu saja sulit menangkap orang-orang pintar dan licik seperti ini. Wajah mereka begitu manih seolah memperjuangkan rakyat kecil tetapi dalam hati begitu licik mentertawakan kita.
Tindakan penambangan liar yang cukup merusak alam juga terjadi di pulau Bintan dan sampai kini tindakan tersebut masih tetap dibiarkan. Sampai semuanya hancur dan semua orang mendapat akibat buruk barulah mungkin kita sadar bahwa lingkungan yang baik itu penting. Semua pejabat sepertinya lepas tangan dalam menangani lingkungan, mereka asyik dengan urusan mereka sendiri entah untuk siapa dan mengerjakan apa tetapi ujung-ujungnya tertangkap melakukan tindakan korupsi.
Dari Medan wakil Dinas Pendidikan bunuh diri di penjara dengan menggunakan tali sepatu. Buat apa sih mengakhiri hidup kalau tidak bersalah? Ini namanya berani berbuat tetapi begitu ketahuan seperti kehilangan daya sama sekali dan mengakhiri hidup, betapa gampangnya menyelesaikan masalah, nyata-nyatanya diri sendiri juga tidak berpihak pada empunya sehingga menghukum diri sendiri sebagai akibatnya. Kalau tidak bersalah tidak ada yang bisa membuatnya bersalah.

Rabu, Juni 04, 2008

Berhenti Merokok Menjamin Masa Depan lebih Baik

Dimana-mana orang merokok tidak peduli apakah mereka sedang berada di kawasan umum. Ketika keinginan merokok datang tinggal mengambil dari kantong atau langsung membeli di kios-kios terdekat dan menyalakannya dan menghisapnya. Setelah menarik asap rokok seolah-olah jalan pikirannya terbuka kembali atau mereka merasa lebih hidup. Bagai hidup lebih hidup, salah satu iklan rokok.
Orang bepergian selalu ditemani oleh rokok hingga petualang memasuki hutan atau berhasil mencapai puncak gunung tertinggi rokok selalu setia di kantong. Mereka yang sudah ketergantungan merasa ada sesuatu yang kurang kalau waktu berlalu tanpa sebatang rokok terselip di bibir. Maka orang-orang seperti ini biasanya akan uring-uringan dan bertindak menyebalkan jika mereka tidak merokok.
Rokok seakan punya magnet luar biasa sehingga orang-orang rela merokok hingga ke liang kubur. Jangankan anak muda, kakek-kakek juga masih banyak yang tetap merokok dan kita membiarkan saja sebab kita berpendapat bahwa itulah satu-satunya hiburan mereka menjelang akhir hayat. Kita tidak mau membiarkan kakek-kakek itu mati karena suntuk tidak ada kegiatan dan mereka biasanya cenderung menjadi pemurung dan uring-uringan kalau sudah biasa merokok tetapi dipaksa berhenti merokok.
Semua orang tahu bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatan tetapi jumlah perokok tidak pernah menurun malah cenderung mengalami kenaikan. Peringatan ditulis dengan jelas dibungkus rokok tetapi tidak mempunyai pengaruh apa-apa seolah-olah tulisan itu hanyalah suatu hiasan bungkus rokok. Tentu perusahaan dan pabrik rokok akan mendapat penghasilan yang luar biasa tidak kenal situasi sedang krisis atau sedang makmur. Dalam keadaan menderita dan kelaparan sekalipun orang-orang masih berusaha untuk merokok atau terkadang merelakan sarapan pagi tidak usah dinikmati demi rokok.
Ada beberapa alasan mengapa orang-orang merokok. Memperluas pergaulan adalah alasan yang paling sering digunakan ketika seorang perokok ditanya mengapa merokok. Mereka berpendapat bahwa dengan merokok mereka akan diterima dalam suatu kelompok pergaulan. Jadi mereka berpendapat bahwa merokok identik dengan anak gaul jadi yang tidak merokok berarti bagi mereka tidak gaul atau tidak mau bergaul. Dan masyarakat juga membenarkan pandangan ini seperti terbukti dalam acara-acara adat dimana rokok selalu setia mendampingi. Kalau yang mengikuti acara adat tersebut belum merokok maka seolah-olah mereka tidak menerima atau menyetujui jalannya acara-acara adat tersebut maka tidak mengherankan bahwa dalam acara-acara seperti itu berbungkus-bungkus rokok ada ditengah-tengah mereka dengan piring-piring berubah menjadi asbak raksasa.
Para perokok berpendapat bahwa merokok memberikan efek kenikmatan sehingga seolah-olah bisa meringankan masalah yang dihadapi. Maka kalau orang-orang sedang dirundung suatu masalah merokok sering menjadi pilihan utama dalam pelarian bahkan yang tidak pernah merokok sekali pun bisa terpancing dengan pendapat ini sehingga ada orang-orang tertentu yang selama ini tidak pernah merokok tiba-tiba merokok dihadapan kita dan wajah mereka kelihatan lesu menunjukkan sedang dilanda masalah. Masyarakat juga membenarkan kebiasaan ini maka tidak jarang kita dengar ajakan seperti ini, “merokoklah dulu agar lebih santai dan lebih enak perasaanmu.”
Anak-anak sekolah merokok karena ingin mencoba bagaimana rasanya merokok. Mereka ingin merasakan kenikmatan merokok yang sering mereka dengar di lingkungan mereka. Ini bisa diakibatkan oleh betapa seringnya mereka menyaksikan orang-orang disekeliling mereka seolah-olah merokok dengan nikmat. Di dalam keluarga mereka juga mereka sering menyaksikan bagaimana ayah atau pun ibunya merokok sambil bekerja atau setelah makan. Setelah mencoba mereka menjadi tahu bagaimana rasanya dan kemudian kecanduan sehingga tidak bisa meninggalkan kebiasaan merokok. Pendapat lainnya yang memancing mereka merokok adalah merokok menunjukkan kedewasaan. Orang-orang yang merokok dianggap orang-orang yang dewasa dan menjadi tanda keberhasilan seseorang. Misalnya semakin kaya seseorang maka rokoknya juga semakin mahal dan di dalam masyarakat dianggap menjadi orang sukses dan panutan masyarakat.
Kebiasaan merokok sangat merugikan kesehatan seperti tulisan yang biasanya tertera pada bungkus rokok. Tindakan ini terutama merugikan kesehatan si perokok sendiri. Rokok dibuat dari campuran tembakau dan setelah dibakar akan menghasilkan asap yang langsung menyentuh paru-paru perokok. Paru-paru memerlukan udara bersih bukan asap rokok yang hampir sama dengan asap mobil atau pabrik. Ketika asap mobil atau asap hasil pembakaran mendekati kita biasanya kita menutup hidung dengan harapan asap tersebut tidak memasuki paru-paru dan merusaknya. Tetapi kemudian kita secara sadar menghirup asap rokok yang bisa membuat paru-paru kita sakit sebab asap rokok yang mengandung nikotin akan lengket di dalam rongga paru-paru. Coba bayangkan jika sudah bertahun-tahun asap rokok sudah mampir disana maka lapisan nikotin akan semakin tebal disana dan ini pasti mengganggu pernapasan kita. Dengan bernafas kita mengambil oksigen (O2) dari udara dan mengeluarkan CO2 atau karbondioksida ke udara. Kekurangan oksigen bisa membawa kematian itulah sebabnya para astronot atau penyelam membawa tabung oksigen. Tetapi perokok tidak menghirup oksigen saja tetapi sudah bercampur dengan asap rokok berupa karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan sewaktu bernapas.
Berbagai penyakit akan muncul diakibatkan oleh asap rokok terutama berhubungan dengan sakit paru-paru dan jantung. Maka tidak jarang kita lihat perokok berat tiba-tiba mati mendadak terkena serangan jantung. Ketahanan tubuh perokok juga akan berkurang yang menyebabkan munculnya berbagai penyakit lainnya yang seolah tidak ada hubungannya dengan tindakan merokok seperti penyakit ginjal dan sakit kepala yang terus menerus. Dan tentu saja pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit komplikasi atau berbagai macam penyakit menghampiri tubuh perokok yang rapuh.
Orang-orang yang tidak merokok juga akan mengalami gangguan kesehatan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa asap rokok lebih berbahaya bagi orang-orang yang tidak merokok tetapi mereka secara tidak sadar menghirup asap. Orang-orang seperti ini dinamakan perokok pasif artinya mereka tidak merokok tetapi mau tidak mau, secara sadar atau tidak menghisap rokok. Jadi merokok tidak hanya merugikan kesehatan diri sendiri tetapi juga merugikan orang lain yang berdekatan dengan perokok. Semakin banyak perokok semakin menurunlah kesehatan suatu masyarakat.
Merokok juga berdampak buruk bagi keadaan keuangan apalagi perokok tersebut masih kelas menengah kebawah. Untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sudah sulit kini ditambah lagi pengeluaran untuk merokok. Walau kelihatannya sepele terhadap pengeluaran untuk membeli rokok tetapi kenyataannya pengeluaran ini sungguh besar. Coba kita menghitung berapa jumlah uang yang dihabiskan setiap harinya oleh seorang perokok berat. Kita misalkan dia menghabiskan dua bungkus rokok sehari masing-masing minimal seharga Rp. 7000 sehingga dalam sehari untuk keperluan merokok habis Rp. 14.000. Jumlah ini hampir seimbang dengan kebutuhan makan kita mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam. Coba kalikan Rp. 14.000 dengan 30 hari maka jumlah yang luar biasa akan kita dapatkan yakni Rp. 126.000. Bukankah jumlah tersebut lumayan besar dalam masa krisis seperti sekarang ini.
Uang rokok tersebut seharusnya menjadi tabungan yang bisa digunakan pada masa-masa sulit karena kenaikan harga-harga terkena imbas kenaikan BBM. Perokok akan menjerit ketika harga-harga menjadi naik tetapi tidak bagi yang tidak merokok karena masih bisa menabung ratusan ribu dalam sebulan. Jadi merokok itu membuang-buang uang yang seharusnya bisa ditabung untuk masa depan. Perokok semakin miskin dan penyakitan sementara pemilik perusahaan rokok kaya dan sehat. Kelihatannya memang tidak terasa dampak pada keuangan tapi kenyataannya sungguh di luar dugaan yakni sangat merugikan.
Mau tidak mau jika ingin sehat dan berumur panjang serta masa depan yang terjamin kita harus berhenti merokok sekarang juga. Kita harus mempunyai pengetahuan tentang bahaya merokok dan memiliki kesadaran untuk menghentikannya. Banyak orang tahu bahwa merokok itu sangat merugikan kesehatan tetapi mereka tetap tidak mau berhenti merokok. Mereka tahu tetapi tidak sadar atau malah tidak percaya akan peringatan bahaya rokok tersebut. Biasanya kesadaran mereka datangnya terlambat setelah jatuh sakit dan terpaksa berhenti jika masih ingin hidup. Selama masih sehat rokok tidak pernah lepas dari hidup mereka. Betapa baiknya kesadaran itu datang sekarang ketika masih muda atau ketika masih ada waktu sehingga kehidupan kita akan lebih baik. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan tubuh yang sehat harus bebas dari rokok.
Berhenti merokok seperti telah disinggung diatas mempunyai manfaat terhadap keuangan. Berapa banyak uang yang kita habiskan untuk memenuhi kegiatan yang sia-sia tersebut. Masakan kita membelanjakan uang kita untuk menghancurkan hidup kita. Uang kita akan sirna secepat asap rokok lenyap bersama angin. Mulailah berhenti sekarang dan gunakan uang tersebut pada hal-hal yang berguna atau kalau tidak ada kebutuhan lain yang lebih mendesak maka uang tersebut sebaiknya ditabung untuk menghadapi masa-masa sulit. Mulailah sekarang berhenti merokok sebelum rokok menghentikan hidup kita dengan tiba-tiba.

Deliserdang. 25 Mei 2008

Indonesia hari Rabu, 04 Juni 2008

Setelah kemarin banyak yang mengecam tindakan FPI dan presiden dengan tegas meminta polisi menangkap mereka yang melakukan tindakan anarkis terhadap Aliansi Kebangsaan maka hari ini di media elekronik menyiarkan penangkapan terhadap anggota FPI yang diduga ikut dalam aksi tersebut.
Masih banyak rakyat di negeri ini yang mendukung penangkapan tersebut yang menunjukkan bahwa rasio mereka masih berjalan dengan normal. Intinya adalah negara kita adalah negara hukum dan hukum harus ditegakkan. Tidak ada hukum rimba di Indonesia.
Diberitakan dalam penangkapan itu polisi menurungkan seribu lima ratus anggotanya dan langsung menuju kantor FPI dan melakukan pemeriksaan. Mereka membawa foto tersangka yang pada kejadian tersebut mungkin tertangkap kamera. Penangkapan ini berjalan dengan mulus tidak ada hambatan apa pun.
Tindakan penangkapan ini adalah suatu proses penegakan hukum dengan menangkap semua perusuh yang mengganggu ketertiban umum dan mengancam nyawa orang lain. Juga menegakkan citra polisi Indonesia bahwa mereka mampu melaksanakan tugas dengan baik tidak seolah lepas tangan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada.
Menurutku itu sudah tindakan bagus dan langkah pertama yang bagus tetapi jangan hanya berhenti di titik itu tetapi semuanya harus diproses dan itu adalah tanggung jawab polisi bukan supaya dipandang hebat dan dikatakan mempunyai kompetensi tetapi berdasarkan tugas dan tanggung jawab mereka. Perkera itu seharusnya diproses dengan baik dan secara terbuka tidak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi kalau semua berjalan pada jalan yang sebenarnya. Berikan pelajaran yang baik bagi para perusuh itu tanpa pandang bulu dan itu adalah langkah maju bagi Indonesia.
Berita tentang korupsi juga tidak mau tinggal diam, penangkapan terhadap petugas bea dan cukai dilaksanakan dan masih dalam proses pemeriksaan. Sementara barang bukti yang diduga hasil korupsi adalah uang lima ratus juta rupiah ditemukan di dalam amplop. Sikat terus para koruptor dari negari ini, itu adalah langkah terbaik memperbaiki kondisi dan moral bangsa kita yang rusak. Korupsi jelas merusak diri sendiri dan masyarakat yang membuat negara semakin terpuruk.
Seperti kasus korupsi lainnya yang susah melihat sampai dimana penyelesaiannya semonga kali ini bisa berjalan dengan mulus sehingga KPK tidak hanya pandai menangkap tetapi pandai menyelesaikan tugas-tugas mereka. Bukan hanya mereka yang bertanggung jawab tetapi aparat hukum juga harus bekerja dengan tangkas. Proses tuntas segala perkara yang tertangkap sehingga kasus korupsi tidak tertimbun sehingga menjadi susah diatasi sebab terlalu banyak dan kurangnya tenaga. Selagi masih ada waktu maka semua harus diproses secepatnya dengan baik.
Semakin lama protes terhadap kenaikan BBM semakin menyurut sudah hampir tidak menjadi fokus utama lagi. Dan pasti lama-kelamaan akan hilang juga seperti demonstrasi penolakan BBM seperti sebelum-sebelumnya. Tetapi yang masih berlanjut adalah dampak dari kenaikan tersebut yang membuat rakyat kecil kewalahan seolah kepala mereka sedang dibenamkan ke dalam lumpur.
Aku hanya berharap penderitaan rakyat ini sebagai tantangan buat mereka untuk bekerja lebih keras lagi. Lebih banyak menderita dan terus mampu mengatasinya akan membuat rakyat lebih kuat dan lebih berani menjalani hidup. Sekali hidup tidak ada kata-kata mundur dan pasrah tetapi hidup itu adalah perjuangan yang tidak ada akhirnya.
Mulai memperbaiki diri adalah contoh baik untuk memajukan bangsa. Tidak usah berpikiran macam-macam menyelesaikan persoalan negeri ini secepat kilat tetapi selesaikan dulu persoalan diri sendiri baru menyelesaikan persoalan orang lain. Membangun diri sudah menjadi tindakan langsung membangun bangsa sebab bangsa yang maju mempunyai manusia-manusia yang maju.

Indonesia Hari Senin 02 Juni 2008

Berita yang hangat pada hari ini adalah mengenai bentrokan yang dilakukan organisasi FBI terhadap organisasi Islam lainnya yang mendukung kebebasan beragama. Salah satu yang mengalami bentrok tersebut adalah wartawan senior dan penulis senior Goenawan Mohammad. Tindakan tersebut yang seolah main hakim sendiri menjadi bahan kecaman dari berbagai pihak seperti ketua organisasi lainnya hingga kepala negara. Mereka meminta polisi menindak pelaku kejahatan tersebut. Dalam pikiranku mengapa presiden menyarankan bawahannya bertindak tegas sebaiknya menyuruh dengan tegas atau memerintahkan bukan menyarankan. Masa sih pemimpin bertindak seolah bawahan. Dia juga memberikan tanggapan singkat yang mengajak masyarakat bisa menahan diri dalam bertindak sehingga tidak membuat malu bangsa di mata dunia. Itu menunjukkan bahwa pemimpin kita masih saja menunjukkan penampilan baik tetapi tidak mau menciptakan penampilan baik yang sebenarnya dengan membangun bangsa.
Banyak orang sudah gerah dengan tindakan main hakim sendiri FPI yang seolah pahlawan bangsa yang masih mengatasnamakan agama. Ini tentu saja membawa gambaran buruk bagi agama tersebut bahwa agama itu merusak dan membawa perpecahan bukan membawa perbaikan. Semua menjadi salah selain agama dan aturan agamanya sendiri. Yah ini adalah salah satu bentuk lemahnya aparat hukum atau suatu bentuk penghinaan terhadap negara yang mengakui pluralisme dan menerapkannya dalam hukum. Semakin mereka sesuka hati berbuat dan tidak ada penangan dari negara maka ini akan memperburuk negara dan bukan tidak mungkin akan membawa kekacauan terhadap negara sebab warga cenderung membela diri dan kepentingan sendiri ketika negara tidak mampu lagi melindungi diri sendiri. Jadi perpecahan atau kekacauan yang diakibatkan oleh tindakan rimba tersebut adalah bentuk dari lemahnya kekuatan bangsa.

Indonesia hari Senin, 26 Mei 2008

Hampir semua elemen bangsa menolak kenaikan harga BBM tetapi pemerintah tidak mau mundur selangkah pun. Pemerintah resmi menaikkan harga BBM sejak Sabtu tanggal 23 pukul 00 dini hari. Pada dini hari itu mahasiswa berdemonstrasi dengan agak berlebihan sehingga memaksa polisi menyerang kampus.
Tuntutan para demonstran tampaknya tidak membuahkan hasil sebab harga BBM tetap dinaikkan. Sejak kenaikan BBM unjuk rasa belum sepenuhnya berhenti. Hari ini di Jakarta supir angkot mogok massal menolak kenaikan BBM. Banyak masyarakat yang hendak melakukan aktivitasnya menjadi terganggu.
Setelah BBM naik harga-harga bahan pangan lainnya juga ikut naik. Mereka berasalan menaikkan harga barang sebab naiknya biaya transportasi. Banyak orang mengeluh sementara itu mahasiswa masih melakukan demonstrasi hari ini diberitakan mahasiswa UKI melakukan demonstrasi yang cenderung anarkis melempari polisi dengan batu dan bom molotop.
Berita hangat lainnya adalah mengenai pembagian BLT. Tentang penolakan BLT mulai dari alasan bantuan tersebut tidak mendidik dan membuat ketergantungan. Bantuan tersebut juga diperkirakan akan mengakibatkan konflik di antara masyarakat sebab masih menggunakan data pada tahun 2005 sedangkan jumlah orang miskin sudah bertambah. Mereka berpendapat jika memang BLT harus dibagikan maka harus dilakukan dulu pendataan ulang terhadap orang miskin. Kriteria orang miskin disebutkan oleh harian Kompas beberapa hari yang lalu adalah yang berpenghasilan dibawah 175.000 per bulan. Jika diperkirakan maka pendapatan mereka sehari-hari sekitar 6.000. Pertannyaannya adalah apakah pendapatan ini mungkin mencukupi. Jelas-jelas tidak sebab sekali makan saja sekarang ini sudah 5.000.
Komentar
Keadaan negara kita semakin hari semakin terbelit berbagai masalah yang utamanya dipicu oleh kenaikan BBM. Situasi negara kita ibarat kapal di tengah lautan yang diombang-ambingkan ombak tidak jelas tujuannya kemana. Nahkodanya keras kepala dan tidak mau mendengarkan para awak kapal, dia memaksa menuju arah yang dia sendiri tidak yakin membawa keselamatan. Pemerintah mengambil keputusan tersebut kabarnya untuk menyelamatkan APBN dan sejalan dengan naiknya harga minyak mentah dunia. Sedangkan masyarakat dunia juga sampai kini tidak tahu apa penyebab mengapa harga minya terus naik sementara negara penghasil minyak mengatakan pasokan minyak masih stabil dan tinggi tidak terganggu. Mereka kemudian berpendapat bahwa naiknya harga minyak mentah adalah ulah dari para spekulan yang bermain di bidang perminyakan. Mereka juga menyelediki apakah ada hubungannya dengan Bush yang bersahabat dengan pengelola minyak di Amerika. Harga minyak mentah dunia kini sudah mencapai 135 dolar per barel dimana seminggu sebelumnya masih 125 dolar per barel.
Tidak hanya orang Indonesia yang mengeluh karna dampak BBM tetapi masyarakat dunia juga mengalaminya seperti di Cina diberitakan menaikkan tarif angkutan untuk menyelamatkan keuntungan armada mereka. Tapi pemerintah Indonesia dikabarkan tidak mempunyai kebijakan sendiri untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia yang miskin sebab seolah-olah ikut-ikutan menaikkan harga BBM di tanah air tanpa memikirkan dulu dampaknya bagi masyarakat terutama orang miskin. Banyak orang berpendapat bahwa kenaikan BBM akan menambah angka kemiskinan di tanah air.
Ibarat orang sakit maka bangsa kita sedang mengalami komplikasi. Kita tidak tahu lagi apa akar penyakitnya sebab hampir semua bagian sudah sakit. Dan memiliki ketahanan tubuh yang rapuh karna kurangnya kekuatan bangsa seperti sumber daya manusia yang kurang berkualitas dan sumber daya alam yang tidak tidak dikelola dengan baik dan hampir sirna. Tapi kita masih lantang mengatakan bahwa adalah salah satu bangsa yang hebat dan bermartabat. Disini jelas terlihat budaya Indonesia adalah budaya bicara bukan budaya bekerja ibarat tong kosong berbunyi melengking padalah semua orang tahu isinya nol besar.
Seperti demonstrasi yang dilakukan untuk menolak BBM akhirnya menghasilkan permasalahan yang baru yakni kerusakan fasilitas umum akibat bentrok dengan polisi dan penyerangan kampus dan penganiayaan mahasiswa oleh polisi. Sekarang bukan BBM lagi yang dipermasalahkan tetapi kejadian yang patut disayangkan tersebut. Ini berarti demonstrasi akan memperkeruh situasi yang sudah keruh. Tidak satu pun menunjukkan kesadaran atau prihatin terhadap kondisi bangsa dengan berlaku baik dan bijaksana. Semua mau menang sendiri dan mengatakan tindakan merekalah yang paling benar. Polisi membela diri demikian juga mahasiswa, kemudian datang lagi pihak luar mengecam tindakan polisi yang menyerang kampus dan menganiaya mahasiswa tanpa mau mencari bukti-bukti yang benar yang menyebabkan mengapa bisa terjadi seperti itu. semua orang ingin seperti pahlawan, mahasiswa mengatasnamakan penderitaan rakyat, polisi mengatasnamakan ketertiban umum dan pihak luar bertindak sebagai pembina HAM. Salut buat bangsa kita yang konon besar. Apanya? Ketidaksadarannya.

Bagaimana Mengatasi Banjir?

Saat musim hujan banjir tidak terelakkan terutama terjadi di kota-kota besar. Turun hujan selama beberapa jam saja sudah bisa mengakibatkan banjir hingga menjadi sarapan biasa di negeri kita. Warga yang sudah terbiasa dengan banjir hanya tertawa-tawa saja ketika banjir datang seolah banjir itu menjadi suatu keharusan yang tidak bisa diatasi dan sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari.
Banjir pada umumnya membawa petaka dan penderitaan bagi masyarakat. Banjir yang ganas dan datangnya tiba-tiba bisa menghanyutkan rumah-rumah dan menelan korban jiwa apalagi ketika warga sedang terlelap dalam mimpi. Masih ingatkan betapa banyak korban berjatuhan ketika banjir bandang yang datangnya tiba-tiba di sungai Bahorok, Kabupten langkat, SUMUT. Rumah-rumah berserta penghuninya hanyut terseret arus, selain jumlah korban meninggal yang banyak juga masih banyak korban yang hilang. Banjir membuat bangsa menangis dan meratapi diri atau malah menyalahkan Tuhan Yang Maha Esa.
Banjir juga bisa mengganggu aktivitas masyarakat hingga mengganggu perekonomian bangsa. Ini biasanya terjadi di perkotaan seperti di kota Jakarta. Orang-orang yang mau bekerja tidak jadi berangkat kerja karena terhalang banjir. Jangankan mau bekerja mau mandi saja susah. Mobil dan sepeda motor yang terpaksa berangkat bekerja pada akhirnya mogok di tengah-tengah banjir yang terlalu. Coba banyangkan kalau banjir dalam jangka waktu yang lama maka banyak orang tidak dapat bekerja dan orang-orang yang tidak mempunyai persediaan uang dan makanan seperti orang miskin akan kelaparan.
Banjir yang berkepanjangan juga mengganggu kesehatan masyarakat. Susah mendapatkan air bersih untuk minum, mencuci dan mandi. Kekurangan air bersih di tengah-tengah banjir akan membuat kesehatan masyarakat menurun, akan ada penyakit yang disebabkan oleh kekurangan air bersih seperti penyakit diare. Air banjir yang kotor akan menyebabkan berbagai penyakit kulit dan ini tentu saja akan mempersulit kehidupan masyarakat.
Tidak hanya di perkotaan di pedesaan pun sering terjadi banjir. Banjir di pedesaan atau di perkampungan biasanya akan merusak lahan pertanian baik lahan yang baru ditanam atau yang sudah siap panen. Tanaman yang siap panen dimana petani sudah lelah merawatnya hingga berbulan-bulan hilang dalam sekejap mata. Petani tidak dapat lagi menghasilkan panen dalam waktu dekat sehingga mengganggu persediaan pangan dan lebih buruk lagi mereka tidak bisa menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan mereka sendiri dan terpaksa membeli. Jika mereka tidak punya persediaan pangan cadangan maka kelaparanpun tidak terhindarkan.
Begitu banyaknya masalah yang dihadapi masyarakat karena banjir yang bisa membuat mereka tetap berkubang dalam kemiskinan. Banjir biasanya digolongkan sebagai bencana alam yang sulit diprediksi sehingga kita bisa mempersiapkan diri menghadapinya. Tapi kalau kita renungkan lebih jauh lagi maka kita akan menyadari kekeliruan kita. Penyebab banjir itu adalah tindakan kita juga. Banjir adalah produk dari tindakan kita yang salah terhadap lingkungan.
Banjir di kota-kota besar disebabkan oleh tidak ada lagi lahan tempat peresapan air. Semua lahan sudah tertutupi oleh berbagai bangunan hingga saluran-saluran pembuangan juga tertutupi. Tentu saja ini ada hubungannya dengan penataan kota yang ditangani oleh pemerintah setempat. Pemerintah tidak mempunyai perencanaan yang baik dalam penataan kota terutama untuk mengatasi banjir. Masalah banjir baru mereka pikirkan setelah terjadi di kota bukannya jauh-jauh sebelum membangun hal ini dipikirkan. Asal ada yang mau membangun di suatu lahan dan asal ada uang tambahan yang diberikan maka bangunan tersebut akan berdiri dengan megahnya tidak peduli apakah bangunan tersebut layak atau tidak berdiri disana. Lingkungan kota yang buruk yang sering banjir adalah hasil kurangnya penataan dan perencanaan kota oleh pemerintah.
Masalah sampah juga berperan besar terhadap terjadinya banjir. Masyarakat seenak perutnya membuang sampah sembarangan hingga menghambat saluran pembuangan. Saluran yang tersumbat oleh sampah menghambat aliran air dan kalau kondisi ini sudah merata di perkotaan maka banjir tidak dapat dihindarkan. Pengelolaan sampah yang tidak baik adalah potret bangsa kita yang tidak sadar akan lingkungan yang bersih.
Tidak dapat dipungkiri bahwa penebangan liar juga salah satu penyebab utama banjir. Hutan-hutan di sekitar perkotaan dibabat habis oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan mereka sendiri. Dengan hilangnya hutan maka tidak ada lagi yang bisa menahan aliran air. Air akan merembes secara liar dalam jumlah yang banyak memusnahkan apa saja yang menghalanginya. Sebab akar-akar pohon sangat baik dalam menahan air hujan yang berlebihan.
Karena penyebab banjir secara tidak langsung adalah akibat dari tindakan manusia yang salah maka cara mengatasi banjir harus dimulai dari diri kita sendiri. Jika banjir sudah datang maka kita tidak bisa menghentikannya dan yang bisa kita lakukan hanyalah menghindar. Jadi kita harus memperbaiki kelakuan kita terhadap lingkungan yang selama ini salah.
Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu upaya mengatasi banjir. Sampah-sampah yang kita hasilkan sendiri sebaik mungkin kita kelola. Membuang sampah pada tempatnya bukan di sembarang tempat dan membakar sampah yang mudah terbakar. Jika tidak memungkinkan untuk membakarnya maka sampah-sampah tersebut kita kumpulkan dan ketika truk kebersihan datang kita memberikan sampah-sampah kita untuk diangkut ke peristrahatan sampah yang terakhir. Kita harus proaktif dengan mulai membersihkan lingkungan. Masyarakat yang mencintai lingkungan tidak membiarkan lingkungannya kotor dan tidak terawat sehingga tindakan pembersihan lingkungan dengan gotongroyong akan dengan sukarela dilakukan. Masyarakat sadar bahwa lingkungan yang bersih dan sehat akan membuat kesehatan masyarakat juga sehat.
Penataan kota juga penting untuk mengatasi masalah banjir dan ini terletak di pundak pemerintah setempat. Pemerintah harus peka terhadap lingkungan sehingga bisa membuat peraturan penataan kota yang baik. Mereka mempunyai pandangan jauh ke depan untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan yang muncul akibat pembangunan termasuk mengatasi banjir. Menindak tegas para pelanggar peraturan yang membangun secara liar dan tidak menerima sogokan dalam bentuk apa pun untuk mendapatkan ijin pembangunan. Jika pemerintah tidak melaksanakan ini maka keadaan kota akan semakin buruk dan terancam berbagai bahaya seperti bangunan yang terlalu tinggi membahayakan penerbangan, pabrik yang berdiri di pemukiman penduduk akan mengganggu kesehatan masyarakat, pembangunan yang rapat dan padat akan mengurangi peresapan air sehingga hanjir tidak terhindarkan.
Hutan yang lebih dikenal sebagai paru-paru dunia adalah penetralisir alam. Hutan hancur maka lingkungan akan hancur dan kualitas hidup masyarakat di sekitar hutan yang hancur akan buruk. Kita harus menyadari bahwa hutan itu penting bagai paru-paru dalam tubuh kita. Kalau paru-paru kita rusak apa yang terjadi, nyawa kita akan terancam. Demikian juga bila hutan rusak maka dunia tempat manusia bermukim akan terancam berbagai bencana. Seperti bencana banjir bandang yang terjadi di sungai Bahorok disebabkan oleh penebangan liar. Hujan yang turun secara berlebihan di hulu tidak bisa ditahan lagi karena hutan sudah gundul hingga air dengan kapasitas besar mengalir liar membawa gelondongan kayu yang ditebang liar membawa bencana bagi penduduk yang bertahun-tahun akrab dengan sungai tersebut.
Kita harus menjaga dan melestarikan hutan dan bila dimungkinkan ikut dalam upaya penghijauan lahan di sekitar rumah kita tapi jangan lupa menjaga keamanannya seperti tidak menyentuh kabel listrik yang berbahaya. Penegakan peraturan untuk melindungi hutan harus dijalankan. Para penebang liar harus ditangkap dan dipenjarakan dan meminta ganti rugi untuk melakukan penanaman kembali terhadap lahan yang rusak. Hukuman yang ditimpakan pada mereka harus memberikan efek jera sehingga mereka tidak mau lagi mengulangi perbuatannya.
Sekarang semua kembali pada diri kita sendiri, apakah kita sudah mencintai lingkungan dan tindakan apa saja yang telah kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan? Hingga akhirnya banjir bukan lagi sarapan ibu kota sehari-hari, tidak lagi mengganggu aktivitas kehidupan kita, dan tidak mengancam hidup kita.
Deliserdang, 25 Mei 2008

Jumat, Mei 30, 2008

Lumpur

Lumpur I

Lumpur menyembur
Bagai air mancur di halaman rumahku
Halangi langkahku pulang
Menjemput pusaka moyangku

Lumpur meluap hingga atap
Menggusurku tanpa kata dan pentungan
Hanya bisik bibirmu tak henti
Mengiris hatiku sehalus belaian ganasmu

Hanya mimpi tetap tinggal bermain disana
Mengajakku kembali meratap kenangan
Yang tersapu lumpur
hilang


Lumpur II

Sarang penuh lumpur menelan bayanganku
Sawah berair lumpur tercekik padiku
Jalan beraspal lumpur hapus jejakku
Siang mengais lumpur mencari kenanganku
Malam lelap beralas lumpur mencari mimpiku

Anakku
Tanah moyangmu jadi kolam lumpur
Tiada salah moyangmu
Rakus mereka tak terbendung bagai lumpur
Tetesan air mata bercampur lumpur
Padamu kuwariskan


Lumpur III

Apa aku lelap terlalu
Hingga lumpur singgahi mimpiku
Susah bangun terjerat lumpur

Rumah-rumah penuh lumpur
Tinggal atap sekejap kan lenyap
Sunyi
Dimana anak-anak bermain
Kemana perginya jalan-jalan
Yang biasa hangat dengan jejak
Kemana perginya padi-padi
yang hampir merunduk
kemana perginya suara azan
yang biasa memanggil umat
kemana perginya lonceng
yang menghibur burung-burung

Aku sesak dalam lumpur
Aku harus bangun
Aneh aku hanya bangun
Untuk masuk dalam mimpi lainnya
Sebab nyata dihadapku :
Lumpur menyembur
Tiada henti seperti mimpi


Lumpur IV

Setelah kau semburkan lumpur lalu kau diam dan kami yang telah lapar berteriak-teriak yang hanya kau dengar dengan kedipan mata hingga kau mulai berkata dengan janji manismu akan ganti rugi tapi mengapa perut kami tidak terisi hingga kini kami hanya bisa berteriak sekeras perut kami yang tidak bisa diajak kompromi dan kau bagikan sebutir nasi di bibir kami yang membakar amarah kami menuntut terlalu banyak : kembalikan mimpi-mimpi kami tanpa bumbu lumpur dan kau hanya tertawa mengangguk bagai pahlawan sebab tak pernah merasa kulitmu dilebur lumpur seperti kami


Lumpur V

Lumpur menghanyutkan mimpi dan angan
Yang telah bercabang berketurunan di sarang
Lelahku teriak memanggil
Lelahku gegas berjalan
Namun kau tetap diam dan berlalu
Tidak juga berpaling
Berkata sepatah apalagi

Mimpi dan angan yang hanyut
Terseret arus tarikan lumpur
Tak mungkin kembali kecuali mati
Mangambang di muara

Kenangan juga terpancing lumpur
Dan membenamkannya ke perut bumi
Yang kosong ditinggal lumpur

Aku hanya bisa berjalan
Tanpa mimpi tanpa angan
Juga kenangan
Dan badan setengah tertelan lumpur
Sampai kapan kubertahan?
Sedang semburan semakin liar menguburku


Lumpur VI

Bebanku seberat gunung
Laparku tak terbendung
Teriakku berdengung
Ragaku terkepung
Namun lumpur menyeretku ke liang kubur
Tanpa hati dan tegur
Aku terbenam di lumpur
Harapku kabur sirna dalam lumpur


Lumpur VII

Kata-katamu menyembur
Bagai lumpur
Buatan tanganmu takabur
Tenggelamkan hatiku
Hancur dalam genangan lumpur
Kata-kata pelipur obral penawar lumpur

Lumpur mengubur raga
Kata-kata mengubur hati
Raga dan hati mati dalam kata dan lumpur

Bola-bola beton tak kuasa
Menyumbat kata-kata janji yang berbunga
Menyembur dari mulutmu yang menganga



Lumpur VIII

Kusemai padi di tanah subur
Kutuai lumpur hancurkan lumbung
Kubuka pintu disambut lumpur
Melemparku dari jendela
Apa daya apa kata
Lumpur dan aku tak bisa menyatu
Kolam ikan berair lumpur
Ikan apakah yang bisa makan lumpur panas?
Ada?
Tidak juga aku sama
Duka berulang tahun
Dalam lumpur
Sedang angan dan mimpi mengabur

Deliserdang, 29-30 Mei 2007

Rabu, Mei 28, 2008

Development Of Environmental Friendliness

Earth was initially created so beautiful by God, hence it is bad if we damage it by founding new buildings which disagree with regulation. Recently so many buildings stand neglectfully environment. Environmental is progressively worst by wild buildings without definitive arrangement of government
Our earth is progressively hoter. Climate changes uncertainly which quicken melting ices bank which reside in pole. Liquefaction of this ice will menace earth continent. Continent will be progressively narrow because water that narrow activity of human being. This is an effect of our careless to environment by developing abusively. If we remain to do not want to change and start to have order this time earth ruination threat will be clear progressively and near by.
Aphorism “prevent is better than cure” is not applicable for us this time because our environment have been destroyed. What we can do this time is to cure or repair environment which have been semi falling to pieces. This we do for the shake of our next generation.
Damage problem of environmental cannot be denied is the effect of heedless development of environment. So the things cause the developing of a proper building we must think to improve the development impact.
A building cannot stand up if there is not permission from government, except development of small house in middle of farm. Hence role of government is very importance in saving environment related to development because permission is got from government.
A governmental functionary related to regulation of depeloving of building ought to be chosen who have knowledge in settlement of construction. First they love healthy environment and have education background in settlement area and conservancy of environment.
Undeniable that many governmental functionary part of development do not understand at all about settlement of building. Hence if we pay attention around our environment remain especially in urban we will see many buildings standing out off place and destroy environment and they are not regular. Cause it is impossible to a building stand up if there is not permission from government. So they tell us tell that government or part of founding of building do not understand do a competent certain building stand up at certain location. Hence it is better such a functionary follow education about love to nature or if they can not be changeable are immediately riffed from their position which they do not master of than our earth more and more to fall to pieces. Who hold responsible?
Chosen functionary government is the right man on the right place who consciously loves environment, cause someone may not save world if she or he does not love environment.
Chosen government have to run regulation about development. Regulation of development is made as basis for developing, so regulation of development made by people who understand about development which do not destroy environment. Regulation of that friendly development of environment have to be made and required matured idea.
Regulation of developing this building for example every development a building have to get permission of government and the owner of building have to raise letter beforehand to government. Governmental have to study beforehand giving or refusing permission. Governmental have to know where building position will be construct, broadness, height and for what it functions. Do the building later will bother peacefulness or generate pollution bothering health of society. If after studied and found that the development can destroy environment so the governmet do not give permission.
Regulation of this building also go into effect to buildings which do not have permission. Governmental can arrange in order to buildings if the buildings do not have permission. Arranging in order can be done by demolishing the the buildings if they do not set on the right situation and disturb the people. Otherwise building do not bother and they have compatible situation, government admonish the owner to make letter of building to ask permission and if they do not do, do the building should be competently demolished because initially they have been asked well.
Compatible government in development have to have planning of development of town which have the included in regulation of founding of building. Hence government have to know better town which he/she controls. If it is not yet known better please go down to field to evaluate, do not only sit behind desk await report. Cause usually rapporteur only report good things to obviate exhortation because he or she thinks that is unuseful submit matter which in fact if its government still can be cheated with stilted report and do not want to see directly to field.

Kemunduran Nasional : Miskin dan Terbelakang

Sejak dulu tanah kita terkenal subur sehingga para penjajah datang untuk merampok hasilnya. Belanda ratusan tahun menjajah Indonesia untuk mendapatkan rempah-rempah. Begitu juga bangsa Inggris, Portugis dan Jepang pernah menjajah Indonesia karna negara ini begitu kaya akan sumber daya alam. Saat itu bangsa ini wajar miskin sebab diperbudak oleh negara lain yang lebih kuat dan berkuasa.
Sudah puluhan tahun sejak kemerdekan tahun 1945 kita bebas dari belenggu penjajahan. Bangsa ini bebas menentukan nasib dan masa depannya tanpa tekanan dari bangsa lain. Bebas bekerja membangun bangsa dan bebas mengolah tanah Indonesia yang kaya untuk kepentingan sendiri. Mimpi ingin menjadi salah satu macan Asia karna sumber daya alam yang mendukung. Tapi apa daya, dari tahun ke tahun Indonesia tidak pernah bangkit. Bukannya menjadi negara maju dan disegani tetapi menjadi negara miskin dan terbelakang.
Indonesia terkenal di dunia bukan karna keberhasilan dalam membangun namun disebabkan oleh keterbelakangan dan keburukan seperti menjadi salah satu negara termiskin, negara terkorup, negara terlemah. Itulah kenyataannya negara kita yang terkenal karna keburukan bukan terkenal karna kehebatan seperti Malaysia, Jepang, India dan China.
Mengapa negara tetangga Malaysia bisa menjadi negara maju sedangkan keadaan geografisnya hampir sama dengan Indonesia. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa SDM Indonesia umumnya lebih rendah dari SDM Malaysia. Manusia-manusia Malaysia lebih mampu bekerja dan mengelola negaranya daripada Indonesia. Mereka lebih unggul sehingga banyak TKI yang berlomba mencari kerja ke Malaysia. Sampai sekarang tidak pernah kita dengah TKM (Tenaga Kerja Malaysia) yang datang ke Indonesia. Kita hanya bisa bicara dan berteriak bahwa kita lebih baik dari Malaysia namun kenyataan kitalah yang lebih tertinggal dari mereka.
SDM yang rendah adalah salah satu hasil dari pendidikan kita yang tidak berhasil. Anak-anak bangsa masih banyak yang tidak tamat SD sehingga membaca dan menulis saja tidak bisa. Membaca dan menulis saja tidak bisa mau dibawa kemana coba, surat kematian sendiri bisa saja ditandatangani sambil tertawa. Masih banyak orang Indonesia yang berpendapat bahwa belajar itu tidak ada gunanya malah bagi mereka hanya menghabiskan waktu dan biaya. Atau malah karna terbentur kemiskinan juga dan tidak sanggup menyekolahkan anak-anaknya.
Walau tamat SD, SMP dan SMA tetapi tetap tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk terjun ke lapangan kerja. Jadilah penganggur yang masih bergantung pada orang tua. Sampai umur berapa mereka bisa bekerja dan pekerjaan apa yang bisa mereka kerjakan? Itulah gambaran umum tertinggalnya SDM Indonesia yang disebabkan oleh kegagalan dalam pendidikan. Dan yang lebih mengerikan lagi tamatan sarjana Indonesia masih banyak yang menganggur padahal sudah begitu banyak biaya yang dihabiskan untuk menyelesaikan perkuliahan. Dengan SDM rendah dan tidak berkualitas akan membawa negara ini pada kemiskinan dan keterbelakangan.
Dulu masih pernah terdengar bangsa kita adalah bangsa yang ramah dan suka bergotong royong. Sebenarnya itu digembar-gemborkan untuk memancing wisatawan asing datang ke Indonesia sehingga bisa menambah devisa negara. Tetapi tidak berlangsung lama, kemiskinan Indonesia waktu itu hanya ditutupi dan bagai bom waktu hingga lengsernya Suharto dari singgasana.
Bangsa Indonesia adalah bangsa pemalas dan tidak mau bekerja keras. Buktinya tanah Indonesia terkenal subur tetapi warganya banyak mengkonsumsi nasi aking. Dan belakangan diberitakan bahwa beras banyak diimpor untuk memenuhi kebutuhan pangan. Harga pupuk yang mahal salah satu penyebab petani tidak berani bercocok tanam sebab kalau tanaman mereka gagal panen maka utang sudah menumpuk dan mereka tidak berani mengambil resiko berusaha. Ini mengakibatkan hasil panen minim hingga tidak mencukupi kebutuhan bangsa, dengan terpaksa harus mengimpor beras dan kebutuhan pangan lainnya.
Penyakit bangsa Indonesia yang lainnya adalah serakah, suka menuntut, prasangka buruk, pendendam, tidak suka menolong dan tidak suka bekerja sama demi kebaikan. Di kalangan masyarakat ketika warga lain tampak lebih kaya dan mampu maka warga lainnya kadang menjadi irihati dan membencinya bukan irihati dan berusaha untuk memperbaiki hidup mereka. Banyak hal mau mereka lakukan untuk menjatuhkan tetangga mereka seperti memburuk-burukkan tetangga yang lebih mampu hingga mereka tertekan. Ini menjadi salah satu contoh prasangka buruk, mereka lebih suka memburuk-burukkan orang lain daripada bekerja memperbaiki kualitas hidup mereka.
Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka yang lebih mampu juga tidak mau melihat tetangganya yang berkekurangan. Mereka tidak mau membantu walau tetangganya itu masih kerabat keluarga mereka. Mereka seperti tidak mau tahu akan kesulitan orang lain dan gaya hidup mereka juga menimbulkan irihati bagi warga lainnya. Ini akan menyebabkan kebencian bagi warga lainnya yang tidak mampu tentu saja memperburuk kualitas hidup mereka.
Salah satu yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas bangsa adalah pemerintah. Dari dulu Indonesia tidak pernah kekosongan pemerintahan. Singgasana pemerintahan tidak pernah kosong diperebutkan ketika menjelang pemilu. Banyak janji-janji untuk memperbaiki bangsa disampaikan secara terbuka dalam kampanye yang bisa membius masyarakat Indonesia. Mereka meyakinkan masyarakat dengan janji-janji manisnya yang bisa memperbaiki bangsa. Pada akhirnya masyarakat terenyuh karna sudah lama berada pada garis kemiskinan dan berharap nantinya pemimpin yang terpilih tersebut bisa memperbaiki hidup mereka.
Pemerintah tersebut terpilih beberapa bulan kemudian. Masyarakat menunggu penuh harap. Tahun demi tahun berlalu bukannya lepas dari jerat kemiskinan tetapi malah makin miskin, harga-harga semakin tidak terjangkau, harga BBM semakin tinggi. Akhirnya masyarakat menjadi tidak percaya pada pemerintah sebab mereka merasa dibodohi.
Ini menggambarkan bahwa pemerintah Indonesia lemah dan tidak bertanggungjawab. Pemerintah tidak mempunyai kebijakan yang pasti yang meyakinkan. Janji-janji sewaktu kampanye hanya tinggal janji. Mereka hanya pandai berbicara tapi tidak pandai dalam bekerja. Penampilan bisa seperti orang hebat tetapi bukti nyata di masyarakat selalu menunjukkan sampai dimana sebenarnya kualitas mereka. Berbagai kesulitan masyarakat tidak pernah terselesaikan, kesulitan-kesulitan semakin bertumpuk membuat masyarakat semakin miskin.
Pemerintah seperti ini tidak mempunyai kemampuan kerja dan sebaiknya mengundurkan diri dari jabatannya dan menyerahkannya pada yang lebih mampu daripada dia memimpin hanya membuat bangsa semakin sulit dan miskin. Tetapi mereka jarang mempunyai kesadaran, malah dalam pemilu akan datang mereka kabarnya akan mencalonkan diri lagi, sungguh tak tahu malu.
Lapangan kerja tidak pernah mereka ciptakan malah pengangguran semakin bertambah. Bukannya mendapatkan pekerjaan yang merata bagi masyarak tetapi pengangguranlah yang semakin merata. Sehingga banyak TKI mencari kerja ke negara-negara lain. Itu bukan hanya karna kualitas SDM Indonesia rendah tetapi juga karna sulitnya mendapatkan pekerjaan. Di negara lain, mereka hanya bisa menjadi pekerja kasar dan sering mendapatkan perlakuan kasar dari majikan mereka. Dan pemerintah kita tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa sebab masalah-masalah dalam negeri juga belum bisa ditangani. Pemerintah tidak pernah meresa sedih dan berusaha mengatasi perginya TKI ke negara lain dengan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Salah satu kelemahan pemerintah Indonesia adalah penanganan terhadap para koruptor. Kebijakan pemerintah menangani koruptor tidak membawa efek jera hingga menyebabkan pejabat lainnya tidak takut korupsi. Walau mereka tertangkap tetapi mereka sudah berhasil menumpuk harta mereka dan ketika keluar dari penjara mereka masih bisa menikmatinya. Hampir setiap hari di media-media disiarkan tentang penangkapan koruptor oleh KPK tetapi penyelesaiannya tidak kunjung selesai sebab kemungkinan koruptor menyogok para abdi hukum sangat besar dan para abdi bisa diajak kompromi. Uang negara akan tersedot oleh para koruptor dan ini bisa menghalangi berbagai rencana pembangunan yang telah disusun. Mereka merampok harta negara.
Para koruptor adalah para pejabat negara yang tidak bekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Pada awalnya mereka diangkat dan terpilih menjadi pejabat karna mereka dianggap mampu bekerja dengan baik memperbaiki bangsa ini. Tetapi sebaliknya bukan perbaikan yang mereka hasilkan tetapi keburukan. Misalnya dana yang seharusnya disiapkan oleh negara yang disediakan dan disalurkan pemerintah untuk membangun berbagai fasilitas sekolah dikorupsi oleh pejabat tertentu sehingga pembangunan fasilitas sekolah menjadi tidak ada. Demikin juga dana yang disiapkan untuk pembangunan jalan untuk memperlancar transportasi, dikorupsi oleh pejabat tertentu sehingga perbaikan jalan tidak terlaksana. Jadi koruptor adalah penyebab utama dalam berbagai kesulitan dan kesulitan bangsa yang pada akhirnya juga membawa kemiskinan bagi masyarakat.

Walau kondisi bangsa Indonesia sudah cukup memprihatinkan namun kita tidak bisa tinggal diam dan menunggu kehancuran. Kita harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan bangsa ini.
1. Meningkatkan SDM
Meningkatkan SDM Indonesia melalui pendidikan. Pemerintah harus mempunyai kebijakan untuk meningkatkan pendidikan. Mungkin dengan menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Sehingga mereka yang tidak mempunyai biaya bisa sekolah menggapai cita-cita mereka.
Berbagai pembangunan untuk mendukung pendidikan mesti dilaksanakan. Belakangan ini begitu banyak bangunan sekolah yang nyaris runtuh karna tidak adanya pembangunan atau malah karna tindakan koruptor yang memangkas dana untuk pembangunan. Penyediaan fasilitas pendudukung pendidikan yang penting juga perlu disediakan seperti perpustakaan dan laboratorium penelitian. Masih banyak sekolah yang tidak mempunyai perpustakaan dan laboratorium terutama yang pada sekola-sekolah yang berlokasi di daerah terpencil.
Mengangkat guru-guru yang kompeten melaui testing yang memadai adalah salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan. Guru-guru yang kompeten sangat dibutuhkan untuk mendidik dan membimbing siswa. Guru yang tidak baik akan menghasilkan siswa yang kurang baik. Jadi hendaknya memilih guru-guru yang berkualitas adalah salah satu solusi. Jangan pernah mengangkat seorang guru karna nepotisme atau karna ada orang dalam atau karna ia bisa membayar puluhan juta sebagai uang pelicin. Jika hal ini terjadi akan berakibat fatal terhadap kualitas pendidikan Indonesia. Sebab coba banyangkan bagaimana guru-guru yang menjadi guru karna menipu mengajari siswa, bukanka? akan menghasilkan siswa-siswa penipu?
2. Semangat kerja keras
Kesulitan bisa saja terus mewarnai kehidupan kita tetap kalau bangsa kita mempunyai semangat kerja keras maka lambat laun akan membawa perbaikan. Semangat kerja keras artinya pantang menyerah dan selalu berusaha mencari peluang dalam hidup ini. Tidak putus asa karna gagal mencapai sesuatu tetapi mencoba lagi dengan semangat baru.
Kita tidak boleh menunggu semua kesulitan mereda tetapi kita harus mulai bekerja untuk memperbaiki kualitas hidup kita sendiri. Dan kalau sudah mampu dan memungkinkan untuk menolong orang lain maka diharapkan bisa meringankan penderitaan orang lain.
Orang-orang yang berusaha dan bekerja keras adalah orang-orang yang memiliki kemungkinan untuk sukses daripada orang-orang yang tidak berani mencoba sama sekali karna takut gagal. Jangan terlalu berharap atau menuntut dari pemerintah harus mengatasi masalah ini dan itu, mereka sudah mempunyai banyak masalah yang harus mereka selesaikan. Tanyakan apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki bangsa ini bukannya menanyakan apa yang bisa diperbuat negara untuk kita. Semuanya harus kita mulai dengan memperbaiki diri kita sendiri dengan selalu berusaha dan bekerja keras.
3. Pemerintah yang bijaksana dan mau bekerja keras
Pemerintah harus berusaha bekerja dengan baik. Mereka harus mempunyai kebijakan-kebijakan yang brilian untuk memperbaiki dan membangun bangsa. Saatnya bagi mereka untuk bekerja sebab mereka dipilih dan digaji oleh negara untuk bekerja bukan untuk bermain-main.
Janji-janji saat kampanye sebaik mungkin harus mereka usahakan untuk diselesaikan. Janji-janji tersebut umumnya untuk memperbaiki kualitas bangsa seperti memberantas kemiskinan dengan mencipatakan lapangan kerja, memberantas koruptor dengan meminta seluruh kekayaan negara untuk dikembalikan dan hukuman terhadap mereka membawa efek jera. Bila penting gantung para koruptor sebab akan banyak orang miskin yang mati kelaparan karna mereka sebab mereka mengambil yang bukan milik mereka.
Seluruh aparat, pejabat pemerintah diharapkan bekerja dengan baik sebab mereka dipilih untuk menduduki jabatan itu untuk bekerja bukan untuk tidur-tiduran. Harus dibentuk pengawas yang bisa mengawasi para pejabat supaya mereka bekerja dengan baik. Dan jika mereka bekerja tidak sesuai dengan peraturan maka sebaiknya diberhentikan daripada membawa dampak buruk lebih luas bagi masyarakat.
Tidak ada nepotisme dalam merekrut para pekerja pemerintah. Misalnya karna seseorang mempunyai jabatan penting dalam pemerintahan maka dia sesuka hati mengangkat dan menempatkan anggota keluarganya dalam pemerintahan. Kalau hal ini terjadi sebaiknya pejabat tersebut diberhentikan dari jabatannya dan menggantinya dengan orang yang lebih baik dan tidak nepotisme.
Dalam bekerja para pejabat pemerintah juga harus bekerja dengan baik. Jika mereka melayani masyarakat tidak membuat peraturan-peraturan sendiri yang memberatkan seperti untuk membuat KTP meminta uang yang lumayan besar dan tidak akan diselesaikan jika tidak membayar dalam jumlah yang diminta. Demikian juga dalam pengurusan surat-surat lainnya hendaknya pemerintah tidak mempersulit untuk mendapatkan uang tambahan. Sebab mereka bekerja sudah digaji secara wajar dan tidak diperkenankan mengadakan pungutan liar.
Jika beberapa hal diatas kita laksanakan, maka akan menciptakan pemerintahan yang bersih. Semua aparat dan pejabat bekerja sesuai dengan kemampuan mereka akan memperbaiki kualitas bangsa Indonesia.
Seluruh bangsa bekerja keras sesuai dengan kemampuannya akan memperbaiki kualitas dirinya dan akhirnya secara menyeluruh akan memperbaiki kualitas bangsa. Para penganggur berangsur-angsur bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa menghidupi keluarga mereka yang pada akhirnya dapat mengatasi berbagai kesulitan hidup mereka. Kemiskinan secara perlahan akan lenyap berobah menjadi kemakmuran yang didambakan sejak kemerdekaan Indonesia. Indonesia bangkitlah.

Deliserdang, Mei 2008

Sudah Sarjana Tetapi Masih Menganggur

Dulu menjadi sarjana adalah impian banyak orang. Menjadi seorang sarjana itu sangat dihargai di tengah-tengah masyarakat. Seorang sarjana akan dianggap agak angker di tengah masyarakat pada jaman dulu. Itu disebabkan karena masih jarang manusia Indonesia yang bisa menjadi sarjana. Dan yang telah menjadi sarjana pastilah akan mempunyai pekarjaan yang lebih baik.
Sekarang kenyataan berkata lain. Sarjana sekarang tidak mendapat penghargaan sebaik jaman dahulu. Seorang sarjana sepertinya tidak lagi mempunyai nilai lebih dari pada yang tidak tamat sarjana.
Sekarang ini betapa banyak sarjana. Dua kali dalam setahun banyak universitas mencetak para sarjana. Tetapi lowongan kerja tidak tersedia seiring dengan banyaknya jumlah sarjana. Persaingan untuk mendapat pekerjaan yang sedikit cukup berat. Daya saing yang tinggi sangat dibutuhkan. Sarjana-sarjana yang mempunyai keahlian bagus pasti akan mendapat pekerjaan terlebih dahulu sedangkan sarjana yang kemampuannya biasa-biasa saja akan tersisihkan. Akan banyaklah sarjana-sarjana yang tidak bekerja atau sarjana pengangguran.
Masyarakat menjadi terbiasa melihat dan mendengar sarjana penganggur dan mungkin sarjana penganggur tersebut adalah salah seorang dari anggota keluarga mereka. Mereka juga melihat bahwa sarjana dari keluarga tetangga juga menganggur. Maka mereka mulai berpikiran lain bahwa nilai kesarjanaan tidak lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan sekarang ini. Hingga pada akhirnya sarjana-sarjana belakangan ini kurang mendapat penghargaan di masyarakat. Nilainya sudah turun drastis bila dibandingkan dengan pada jaman dahulu.
Para sarjana yang menganggur belum mendapat suatu pekerjaan tetapi sarjana-sarjana lain yang kualitasnya sama telah hadir dari berbagai perguruan tinggi. Lowongan kerja yang sedikit hanya milik sarjana yang berotak brilian. Maka tumpukan sarjana pengangguran tidak dapat dihindarkan lagi.
Betapa banyak biaya kuliah yang telah dihabiskan untuk mencapai sarjana tetapi hasilnya adalah menganggur. Ini membuat sarjana dan orang tua yang membiayainya menjadi frustasi sebab anak yang diharapkan membawa perbaikan bagi keluarga tidak membawa perubahan apa-apa, malahan tetap menjadi beban rumah tangga. Cukup menyedihkan kondisi seperti ini dan patut disayangkan.
Ada baiknya kita telusuri penyebab dari kemalangan ini. Salah satunya adalah kemampuan atau daya saing sarjana. Sarjana-sarjana tersebut tidak mempunyai kemampuan yang memadai untuk terjun menangani suatu pekerjaan. Tidak siap menangani suatu persoalan yang diujikan oleh suatu perusahaan.
Ketidakmampuan ini disebabkan oleh proses pendidikan semasa duduk di bangku kuliah. Tidak dapat dipungkiri bahwa di bangku perkuliahan mahasiswa biasanya bersifat pasif dalam menerima pelajaran. Mereka hanya datang, duduk dan mendengarkan kuliah dari para dosen. Bahan kuliah tersebut umumnya hanya berupa teori. Jadi kuliah hampir 90 persen adalah teori. Sehingga mahasiswa yang malas dan tidak mau mempraktekkan teori tersebut akan tetap bodoh dan tidak memiliki kemampuan.
Para dosen juga tidak terlalu perduli akan hal itu. Mereka sudah merasa menyelesaikan tugas jika sudah menyampaikan materi pelajaran. Biasanya pula bahan pelajaran disampaikan melalui ceramah dan tidak melaksanakan praktek. Hingga mahasiswa akan menjadi pendengar-pendengar yang baik dan budiman tanpa mengerti lebih dalam apa yang diterangkan.
Tidak hanya lima tahun tetapi hingga ratusan tahun pun kalau kondisinya tetap seperti ini, kuliah hanya berupa teori maka mahasiswa tidak akan pernah memiliki kemampuan dalam menerapkan ilmu yang mereka peroleh. Kuliah hanya untuk mendapatkan nilai atau Indeks Prestasi yang baik. Untuk mencapainya banyak hal dilakukan mulai dari mencontek hingga menghapal luar kepala tanpa mengerti makna sebenarnya. Kondisi seperti ini akan melahirkan sarjana-sarjana yang impoten atau tidak memiliki kemampuan dan daya saing. Sarjana-sarjana yang loyo akan memperbanyak pengangguran.
Ketika kuliah minat mahasiswa juga kurang dalam mengikuti perkuliahan. Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakcocokan jurusan yang diambil dengan kesukaan atau hobby. Misalnya seorang mahasiswa yang berminat dan berbakat dalam memperbaiki mesin mengambil jurusan akuntansi, hal ini mungkin disebabkan oleh dorongan orang tua yang melihat prospek masa depan yang lebih baik di bidang akuntansi. Tetapi ini sangat bertolak belakang dengan bakat dan kemampuan calon mahasiswa. Ini bisa dikatakan dia kuliah atas dorongan dan paksaan dari orang tuanya. Maka hasilnya adalah mahasiswa tidak serius menjalani perkuliahan sebab ia tidak mempunyai minat sama sekali. Ini bisa juga mengakibatkan dia enggan datang kuliah dan akhirnya putus kuliah sebab sering mangkir dari kewajibannya. Kalau pun ia bisa menjadi sarjana maka kualitasnya sudah bisa kita ukur dan pasti tidak mempunyai daya saing.
Penyebab lain semakin banyaknya sarjana pengangguran adalah ketidak mandirian dan tidak mempunyai keberanian. Para sarjana tidak berani mencari peluang yang ada. Mereka hanya menunggu dan menunggu dipanggil suatu perusahaan yang mereka lamar. Mereka hanya mau bekerja pada orang lain dan perusahaan lain tanpa berani memulai suatu usaha. Mereka tidak mulai melihat potensi apa yang ada pada dirinya yang bisa memberikan peluang. Mereka tidak melihat baiknya menjadi seorang pengusaha dan tidak berani memulai sama sekali.
Masalah pengangguran sarjana tentu saja dapat diatasi. Bisa dengan membuka lapangan kerja yang baru oleh pemerintah dan swasta. Tetapi mari kita lihat dahulu proses menjadi sarjana atau semasa dibangku kuliah. Upaya mengatasi pengangguran sarjana antara lain :
1. Memilih jurusan yang tepat sesuai bakat, kemampuan dan kesukaan
Para calon mahasiswa diharapkan dapat memilih jurusan yang akan diambil di bangku kuliah. Ini membutuhkan pemikiran yang matang dan mendalam. Kenali diri sendiri dengan merenung. Coba tanyakan pada diri sendiri tentang bakat dan kesukaan. Pekerjaan apa yang kita senangi yang bisa membuat kita lupa waktu. Apakah melukis, membongkar mesin, merawat kebun, berolah raga. Setelah menemukan jawabannya maka pilihlah jurusan sesuai dengan kesukaan tersebut.
Setelah calon mahasiswa telah memilih jurusan yang tepat maka mereka sudah berada pada jalur yang tepat. Semasa menjalani perkuliahan mereka akan mempunyai minat lebih pada jurusan yang mereka senangi. Mereka akan mempelajarinya lebih mendalam secara mandiri tanpa dikomando. Intinya mereka senang melakukannya dan tidak peduli berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk mempelajarinya.
Semangat dan motivasi belajar mereka akan selalu tinggi. Dan dalam perkuliahan mereka ingin mendapatkan lebih mendalam dengan selalu bertanya pada dosen tentang kuliah yang kurang dimengerti. Maka ketika mereka menjadi sarjana maka mereka punya kemampuan dan daya saing yang tinggi.
2. Praktek dan Teori yang Seimbang
Setelah memilih jurusan yang tepat, lembaga pendidikan tinggi seharusnya punya peraturan atau kebijakan tentang penerapan teori dan praktek yang seimbang. Para dosen diberikan instruksi supaya melakukan praktek seiring dengan teori yang diajarkan. Untuk mendorong pelaksanaan praktek dibutuhkan peralatan praktek atau media belajar dan ini seharusnya disediakan oleh lembaga pendidikan tersebut.
Dengan melaksanakan praktek maka para mahasiswa akan mengalami secara nyata tentang materi pelajaran tidak hanya sebatas teori belaka. Praktek juga akan mengasah kemampuan dan keahlian mahasiswa. Dalam hal ini kerjasama mahasiswa, dosen dan lembaga pendidikan mutlak diperlukan. Dengan banyak praktek akan menghasilkan sarjana-sarjana yang terampil dan siap pakai.
3. Berani buka usaha sendiri dan mencari peluang
Sarjana yang sudah mempunyai daya saing dan kemampuan yang tinggi tapi tidak kunjung mendapatkan pekerjaan diharapkan tidak putus asa. Jika tidak bisa mendapatkan pekerjaan karna lowongan pekerjaan yang sedikit mengapa tidak menciptakan lapangan kerja baru. Daripada bekerja pada orang lain dan selalu ditekan oleh atasan karena kekurangan ini dan itu, mengapa tidak berani mencoba buka usaha.
Menjadi pengusaha adalah suatu pekerjaan yang menarik. Tidak ada yang menyuruh kita harus melakukan ini dan itu. Kita sendiri adalah pemimpin bagi diri kita. Kita bisa memilih usaha yang kita senangi dan banyak dibutuhkan oleh orang lain. Disini tentunya dibutuhkan kejelian atau peka terhadap lingkungan dan masyarakat.
Banyak orang ingin menjadi pengusaha tetapi tidak berani memulai. Mereka takut bangkrut atau punya alasan tidak ada modal. Modal bisa kita kumpulkan dengan modal patungan dari teman-teman atau malah dari orang tua dan keluarga. Kita punya pandangan bahwa bangkrut juga penting sebagai pelajaran hingga kita bisa mengatasi masalah yang sama.
Para sarjana harus berani memulai dari nol atau dengan langkah pertama. Bagaimana pun jauhnya suatu perjalanan tidak akan sampai ditujuan kalau tidak diawali dengan langkah pertama. Maka mulailah melangkah dan mulailah memulai usaha sekarang juga. Semakin banyak pengusaha akan membuat pengangguran semakin berkurang dan akan menciptakan lapangan kerja yang baru yang siap menampung pengangguran.

Delisedang, 14 Mei 2008