Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, Juni 04, 2008

Berhenti Merokok Menjamin Masa Depan lebih Baik

Dimana-mana orang merokok tidak peduli apakah mereka sedang berada di kawasan umum. Ketika keinginan merokok datang tinggal mengambil dari kantong atau langsung membeli di kios-kios terdekat dan menyalakannya dan menghisapnya. Setelah menarik asap rokok seolah-olah jalan pikirannya terbuka kembali atau mereka merasa lebih hidup. Bagai hidup lebih hidup, salah satu iklan rokok.
Orang bepergian selalu ditemani oleh rokok hingga petualang memasuki hutan atau berhasil mencapai puncak gunung tertinggi rokok selalu setia di kantong. Mereka yang sudah ketergantungan merasa ada sesuatu yang kurang kalau waktu berlalu tanpa sebatang rokok terselip di bibir. Maka orang-orang seperti ini biasanya akan uring-uringan dan bertindak menyebalkan jika mereka tidak merokok.
Rokok seakan punya magnet luar biasa sehingga orang-orang rela merokok hingga ke liang kubur. Jangankan anak muda, kakek-kakek juga masih banyak yang tetap merokok dan kita membiarkan saja sebab kita berpendapat bahwa itulah satu-satunya hiburan mereka menjelang akhir hayat. Kita tidak mau membiarkan kakek-kakek itu mati karena suntuk tidak ada kegiatan dan mereka biasanya cenderung menjadi pemurung dan uring-uringan kalau sudah biasa merokok tetapi dipaksa berhenti merokok.
Semua orang tahu bahwa merokok itu tidak baik bagi kesehatan tetapi jumlah perokok tidak pernah menurun malah cenderung mengalami kenaikan. Peringatan ditulis dengan jelas dibungkus rokok tetapi tidak mempunyai pengaruh apa-apa seolah-olah tulisan itu hanyalah suatu hiasan bungkus rokok. Tentu perusahaan dan pabrik rokok akan mendapat penghasilan yang luar biasa tidak kenal situasi sedang krisis atau sedang makmur. Dalam keadaan menderita dan kelaparan sekalipun orang-orang masih berusaha untuk merokok atau terkadang merelakan sarapan pagi tidak usah dinikmati demi rokok.
Ada beberapa alasan mengapa orang-orang merokok. Memperluas pergaulan adalah alasan yang paling sering digunakan ketika seorang perokok ditanya mengapa merokok. Mereka berpendapat bahwa dengan merokok mereka akan diterima dalam suatu kelompok pergaulan. Jadi mereka berpendapat bahwa merokok identik dengan anak gaul jadi yang tidak merokok berarti bagi mereka tidak gaul atau tidak mau bergaul. Dan masyarakat juga membenarkan pandangan ini seperti terbukti dalam acara-acara adat dimana rokok selalu setia mendampingi. Kalau yang mengikuti acara adat tersebut belum merokok maka seolah-olah mereka tidak menerima atau menyetujui jalannya acara-acara adat tersebut maka tidak mengherankan bahwa dalam acara-acara seperti itu berbungkus-bungkus rokok ada ditengah-tengah mereka dengan piring-piring berubah menjadi asbak raksasa.
Para perokok berpendapat bahwa merokok memberikan efek kenikmatan sehingga seolah-olah bisa meringankan masalah yang dihadapi. Maka kalau orang-orang sedang dirundung suatu masalah merokok sering menjadi pilihan utama dalam pelarian bahkan yang tidak pernah merokok sekali pun bisa terpancing dengan pendapat ini sehingga ada orang-orang tertentu yang selama ini tidak pernah merokok tiba-tiba merokok dihadapan kita dan wajah mereka kelihatan lesu menunjukkan sedang dilanda masalah. Masyarakat juga membenarkan kebiasaan ini maka tidak jarang kita dengar ajakan seperti ini, “merokoklah dulu agar lebih santai dan lebih enak perasaanmu.”
Anak-anak sekolah merokok karena ingin mencoba bagaimana rasanya merokok. Mereka ingin merasakan kenikmatan merokok yang sering mereka dengar di lingkungan mereka. Ini bisa diakibatkan oleh betapa seringnya mereka menyaksikan orang-orang disekeliling mereka seolah-olah merokok dengan nikmat. Di dalam keluarga mereka juga mereka sering menyaksikan bagaimana ayah atau pun ibunya merokok sambil bekerja atau setelah makan. Setelah mencoba mereka menjadi tahu bagaimana rasanya dan kemudian kecanduan sehingga tidak bisa meninggalkan kebiasaan merokok. Pendapat lainnya yang memancing mereka merokok adalah merokok menunjukkan kedewasaan. Orang-orang yang merokok dianggap orang-orang yang dewasa dan menjadi tanda keberhasilan seseorang. Misalnya semakin kaya seseorang maka rokoknya juga semakin mahal dan di dalam masyarakat dianggap menjadi orang sukses dan panutan masyarakat.
Kebiasaan merokok sangat merugikan kesehatan seperti tulisan yang biasanya tertera pada bungkus rokok. Tindakan ini terutama merugikan kesehatan si perokok sendiri. Rokok dibuat dari campuran tembakau dan setelah dibakar akan menghasilkan asap yang langsung menyentuh paru-paru perokok. Paru-paru memerlukan udara bersih bukan asap rokok yang hampir sama dengan asap mobil atau pabrik. Ketika asap mobil atau asap hasil pembakaran mendekati kita biasanya kita menutup hidung dengan harapan asap tersebut tidak memasuki paru-paru dan merusaknya. Tetapi kemudian kita secara sadar menghirup asap rokok yang bisa membuat paru-paru kita sakit sebab asap rokok yang mengandung nikotin akan lengket di dalam rongga paru-paru. Coba bayangkan jika sudah bertahun-tahun asap rokok sudah mampir disana maka lapisan nikotin akan semakin tebal disana dan ini pasti mengganggu pernapasan kita. Dengan bernafas kita mengambil oksigen (O2) dari udara dan mengeluarkan CO2 atau karbondioksida ke udara. Kekurangan oksigen bisa membawa kematian itulah sebabnya para astronot atau penyelam membawa tabung oksigen. Tetapi perokok tidak menghirup oksigen saja tetapi sudah bercampur dengan asap rokok berupa karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan sewaktu bernapas.
Berbagai penyakit akan muncul diakibatkan oleh asap rokok terutama berhubungan dengan sakit paru-paru dan jantung. Maka tidak jarang kita lihat perokok berat tiba-tiba mati mendadak terkena serangan jantung. Ketahanan tubuh perokok juga akan berkurang yang menyebabkan munculnya berbagai penyakit lainnya yang seolah tidak ada hubungannya dengan tindakan merokok seperti penyakit ginjal dan sakit kepala yang terus menerus. Dan tentu saja pada akhirnya bisa menyebabkan penyakit komplikasi atau berbagai macam penyakit menghampiri tubuh perokok yang rapuh.
Orang-orang yang tidak merokok juga akan mengalami gangguan kesehatan. Sebuah penelitian menyatakan bahwa asap rokok lebih berbahaya bagi orang-orang yang tidak merokok tetapi mereka secara tidak sadar menghirup asap. Orang-orang seperti ini dinamakan perokok pasif artinya mereka tidak merokok tetapi mau tidak mau, secara sadar atau tidak menghisap rokok. Jadi merokok tidak hanya merugikan kesehatan diri sendiri tetapi juga merugikan orang lain yang berdekatan dengan perokok. Semakin banyak perokok semakin menurunlah kesehatan suatu masyarakat.
Merokok juga berdampak buruk bagi keadaan keuangan apalagi perokok tersebut masih kelas menengah kebawah. Untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sudah sulit kini ditambah lagi pengeluaran untuk merokok. Walau kelihatannya sepele terhadap pengeluaran untuk membeli rokok tetapi kenyataannya pengeluaran ini sungguh besar. Coba kita menghitung berapa jumlah uang yang dihabiskan setiap harinya oleh seorang perokok berat. Kita misalkan dia menghabiskan dua bungkus rokok sehari masing-masing minimal seharga Rp. 7000 sehingga dalam sehari untuk keperluan merokok habis Rp. 14.000. Jumlah ini hampir seimbang dengan kebutuhan makan kita mulai dari sarapan, makan siang dan makan malam. Coba kalikan Rp. 14.000 dengan 30 hari maka jumlah yang luar biasa akan kita dapatkan yakni Rp. 126.000. Bukankah jumlah tersebut lumayan besar dalam masa krisis seperti sekarang ini.
Uang rokok tersebut seharusnya menjadi tabungan yang bisa digunakan pada masa-masa sulit karena kenaikan harga-harga terkena imbas kenaikan BBM. Perokok akan menjerit ketika harga-harga menjadi naik tetapi tidak bagi yang tidak merokok karena masih bisa menabung ratusan ribu dalam sebulan. Jadi merokok itu membuang-buang uang yang seharusnya bisa ditabung untuk masa depan. Perokok semakin miskin dan penyakitan sementara pemilik perusahaan rokok kaya dan sehat. Kelihatannya memang tidak terasa dampak pada keuangan tapi kenyataannya sungguh di luar dugaan yakni sangat merugikan.
Mau tidak mau jika ingin sehat dan berumur panjang serta masa depan yang terjamin kita harus berhenti merokok sekarang juga. Kita harus mempunyai pengetahuan tentang bahaya merokok dan memiliki kesadaran untuk menghentikannya. Banyak orang tahu bahwa merokok itu sangat merugikan kesehatan tetapi mereka tetap tidak mau berhenti merokok. Mereka tahu tetapi tidak sadar atau malah tidak percaya akan peringatan bahaya rokok tersebut. Biasanya kesadaran mereka datangnya terlambat setelah jatuh sakit dan terpaksa berhenti jika masih ingin hidup. Selama masih sehat rokok tidak pernah lepas dari hidup mereka. Betapa baiknya kesadaran itu datang sekarang ketika masih muda atau ketika masih ada waktu sehingga kehidupan kita akan lebih baik. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat dan tubuh yang sehat harus bebas dari rokok.
Berhenti merokok seperti telah disinggung diatas mempunyai manfaat terhadap keuangan. Berapa banyak uang yang kita habiskan untuk memenuhi kegiatan yang sia-sia tersebut. Masakan kita membelanjakan uang kita untuk menghancurkan hidup kita. Uang kita akan sirna secepat asap rokok lenyap bersama angin. Mulailah berhenti sekarang dan gunakan uang tersebut pada hal-hal yang berguna atau kalau tidak ada kebutuhan lain yang lebih mendesak maka uang tersebut sebaiknya ditabung untuk menghadapi masa-masa sulit. Mulailah sekarang berhenti merokok sebelum rokok menghentikan hidup kita dengan tiba-tiba.

Deliserdang. 25 Mei 2008

Bagaimana Mengatasi Banjir?

Saat musim hujan banjir tidak terelakkan terutama terjadi di kota-kota besar. Turun hujan selama beberapa jam saja sudah bisa mengakibatkan banjir hingga menjadi sarapan biasa di negeri kita. Warga yang sudah terbiasa dengan banjir hanya tertawa-tawa saja ketika banjir datang seolah banjir itu menjadi suatu keharusan yang tidak bisa diatasi dan sudah menjadi bagian dari hidup sehari-hari.
Banjir pada umumnya membawa petaka dan penderitaan bagi masyarakat. Banjir yang ganas dan datangnya tiba-tiba bisa menghanyutkan rumah-rumah dan menelan korban jiwa apalagi ketika warga sedang terlelap dalam mimpi. Masih ingatkan betapa banyak korban berjatuhan ketika banjir bandang yang datangnya tiba-tiba di sungai Bahorok, Kabupten langkat, SUMUT. Rumah-rumah berserta penghuninya hanyut terseret arus, selain jumlah korban meninggal yang banyak juga masih banyak korban yang hilang. Banjir membuat bangsa menangis dan meratapi diri atau malah menyalahkan Tuhan Yang Maha Esa.
Banjir juga bisa mengganggu aktivitas masyarakat hingga mengganggu perekonomian bangsa. Ini biasanya terjadi di perkotaan seperti di kota Jakarta. Orang-orang yang mau bekerja tidak jadi berangkat kerja karena terhalang banjir. Jangankan mau bekerja mau mandi saja susah. Mobil dan sepeda motor yang terpaksa berangkat bekerja pada akhirnya mogok di tengah-tengah banjir yang terlalu. Coba banyangkan kalau banjir dalam jangka waktu yang lama maka banyak orang tidak dapat bekerja dan orang-orang yang tidak mempunyai persediaan uang dan makanan seperti orang miskin akan kelaparan.
Banjir yang berkepanjangan juga mengganggu kesehatan masyarakat. Susah mendapatkan air bersih untuk minum, mencuci dan mandi. Kekurangan air bersih di tengah-tengah banjir akan membuat kesehatan masyarakat menurun, akan ada penyakit yang disebabkan oleh kekurangan air bersih seperti penyakit diare. Air banjir yang kotor akan menyebabkan berbagai penyakit kulit dan ini tentu saja akan mempersulit kehidupan masyarakat.
Tidak hanya di perkotaan di pedesaan pun sering terjadi banjir. Banjir di pedesaan atau di perkampungan biasanya akan merusak lahan pertanian baik lahan yang baru ditanam atau yang sudah siap panen. Tanaman yang siap panen dimana petani sudah lelah merawatnya hingga berbulan-bulan hilang dalam sekejap mata. Petani tidak dapat lagi menghasilkan panen dalam waktu dekat sehingga mengganggu persediaan pangan dan lebih buruk lagi mereka tidak bisa menghasilkan bahan pangan untuk kebutuhan mereka sendiri dan terpaksa membeli. Jika mereka tidak punya persediaan pangan cadangan maka kelaparanpun tidak terhindarkan.
Begitu banyaknya masalah yang dihadapi masyarakat karena banjir yang bisa membuat mereka tetap berkubang dalam kemiskinan. Banjir biasanya digolongkan sebagai bencana alam yang sulit diprediksi sehingga kita bisa mempersiapkan diri menghadapinya. Tapi kalau kita renungkan lebih jauh lagi maka kita akan menyadari kekeliruan kita. Penyebab banjir itu adalah tindakan kita juga. Banjir adalah produk dari tindakan kita yang salah terhadap lingkungan.
Banjir di kota-kota besar disebabkan oleh tidak ada lagi lahan tempat peresapan air. Semua lahan sudah tertutupi oleh berbagai bangunan hingga saluran-saluran pembuangan juga tertutupi. Tentu saja ini ada hubungannya dengan penataan kota yang ditangani oleh pemerintah setempat. Pemerintah tidak mempunyai perencanaan yang baik dalam penataan kota terutama untuk mengatasi banjir. Masalah banjir baru mereka pikirkan setelah terjadi di kota bukannya jauh-jauh sebelum membangun hal ini dipikirkan. Asal ada yang mau membangun di suatu lahan dan asal ada uang tambahan yang diberikan maka bangunan tersebut akan berdiri dengan megahnya tidak peduli apakah bangunan tersebut layak atau tidak berdiri disana. Lingkungan kota yang buruk yang sering banjir adalah hasil kurangnya penataan dan perencanaan kota oleh pemerintah.
Masalah sampah juga berperan besar terhadap terjadinya banjir. Masyarakat seenak perutnya membuang sampah sembarangan hingga menghambat saluran pembuangan. Saluran yang tersumbat oleh sampah menghambat aliran air dan kalau kondisi ini sudah merata di perkotaan maka banjir tidak dapat dihindarkan. Pengelolaan sampah yang tidak baik adalah potret bangsa kita yang tidak sadar akan lingkungan yang bersih.
Tidak dapat dipungkiri bahwa penebangan liar juga salah satu penyebab utama banjir. Hutan-hutan di sekitar perkotaan dibabat habis oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan mereka sendiri. Dengan hilangnya hutan maka tidak ada lagi yang bisa menahan aliran air. Air akan merembes secara liar dalam jumlah yang banyak memusnahkan apa saja yang menghalanginya. Sebab akar-akar pohon sangat baik dalam menahan air hujan yang berlebihan.
Karena penyebab banjir secara tidak langsung adalah akibat dari tindakan manusia yang salah maka cara mengatasi banjir harus dimulai dari diri kita sendiri. Jika banjir sudah datang maka kita tidak bisa menghentikannya dan yang bisa kita lakukan hanyalah menghindar. Jadi kita harus memperbaiki kelakuan kita terhadap lingkungan yang selama ini salah.
Menjaga kebersihan lingkungan adalah salah satu upaya mengatasi banjir. Sampah-sampah yang kita hasilkan sendiri sebaik mungkin kita kelola. Membuang sampah pada tempatnya bukan di sembarang tempat dan membakar sampah yang mudah terbakar. Jika tidak memungkinkan untuk membakarnya maka sampah-sampah tersebut kita kumpulkan dan ketika truk kebersihan datang kita memberikan sampah-sampah kita untuk diangkut ke peristrahatan sampah yang terakhir. Kita harus proaktif dengan mulai membersihkan lingkungan. Masyarakat yang mencintai lingkungan tidak membiarkan lingkungannya kotor dan tidak terawat sehingga tindakan pembersihan lingkungan dengan gotongroyong akan dengan sukarela dilakukan. Masyarakat sadar bahwa lingkungan yang bersih dan sehat akan membuat kesehatan masyarakat juga sehat.
Penataan kota juga penting untuk mengatasi masalah banjir dan ini terletak di pundak pemerintah setempat. Pemerintah harus peka terhadap lingkungan sehingga bisa membuat peraturan penataan kota yang baik. Mereka mempunyai pandangan jauh ke depan untuk mengatasi berbagai masalah lingkungan yang muncul akibat pembangunan termasuk mengatasi banjir. Menindak tegas para pelanggar peraturan yang membangun secara liar dan tidak menerima sogokan dalam bentuk apa pun untuk mendapatkan ijin pembangunan. Jika pemerintah tidak melaksanakan ini maka keadaan kota akan semakin buruk dan terancam berbagai bahaya seperti bangunan yang terlalu tinggi membahayakan penerbangan, pabrik yang berdiri di pemukiman penduduk akan mengganggu kesehatan masyarakat, pembangunan yang rapat dan padat akan mengurangi peresapan air sehingga hanjir tidak terhindarkan.
Hutan yang lebih dikenal sebagai paru-paru dunia adalah penetralisir alam. Hutan hancur maka lingkungan akan hancur dan kualitas hidup masyarakat di sekitar hutan yang hancur akan buruk. Kita harus menyadari bahwa hutan itu penting bagai paru-paru dalam tubuh kita. Kalau paru-paru kita rusak apa yang terjadi, nyawa kita akan terancam. Demikian juga bila hutan rusak maka dunia tempat manusia bermukim akan terancam berbagai bencana. Seperti bencana banjir bandang yang terjadi di sungai Bahorok disebabkan oleh penebangan liar. Hujan yang turun secara berlebihan di hulu tidak bisa ditahan lagi karena hutan sudah gundul hingga air dengan kapasitas besar mengalir liar membawa gelondongan kayu yang ditebang liar membawa bencana bagi penduduk yang bertahun-tahun akrab dengan sungai tersebut.
Kita harus menjaga dan melestarikan hutan dan bila dimungkinkan ikut dalam upaya penghijauan lahan di sekitar rumah kita tapi jangan lupa menjaga keamanannya seperti tidak menyentuh kabel listrik yang berbahaya. Penegakan peraturan untuk melindungi hutan harus dijalankan. Para penebang liar harus ditangkap dan dipenjarakan dan meminta ganti rugi untuk melakukan penanaman kembali terhadap lahan yang rusak. Hukuman yang ditimpakan pada mereka harus memberikan efek jera sehingga mereka tidak mau lagi mengulangi perbuatannya.
Sekarang semua kembali pada diri kita sendiri, apakah kita sudah mencintai lingkungan dan tindakan apa saja yang telah kita lakukan untuk menyelamatkan lingkungan? Hingga akhirnya banjir bukan lagi sarapan ibu kota sehari-hari, tidak lagi mengganggu aktivitas kehidupan kita, dan tidak mengancam hidup kita.
Deliserdang, 25 Mei 2008

Rabu, Mei 28, 2008

Kemunduran Nasional : Miskin dan Terbelakang

Sejak dulu tanah kita terkenal subur sehingga para penjajah datang untuk merampok hasilnya. Belanda ratusan tahun menjajah Indonesia untuk mendapatkan rempah-rempah. Begitu juga bangsa Inggris, Portugis dan Jepang pernah menjajah Indonesia karna negara ini begitu kaya akan sumber daya alam. Saat itu bangsa ini wajar miskin sebab diperbudak oleh negara lain yang lebih kuat dan berkuasa.
Sudah puluhan tahun sejak kemerdekan tahun 1945 kita bebas dari belenggu penjajahan. Bangsa ini bebas menentukan nasib dan masa depannya tanpa tekanan dari bangsa lain. Bebas bekerja membangun bangsa dan bebas mengolah tanah Indonesia yang kaya untuk kepentingan sendiri. Mimpi ingin menjadi salah satu macan Asia karna sumber daya alam yang mendukung. Tapi apa daya, dari tahun ke tahun Indonesia tidak pernah bangkit. Bukannya menjadi negara maju dan disegani tetapi menjadi negara miskin dan terbelakang.
Indonesia terkenal di dunia bukan karna keberhasilan dalam membangun namun disebabkan oleh keterbelakangan dan keburukan seperti menjadi salah satu negara termiskin, negara terkorup, negara terlemah. Itulah kenyataannya negara kita yang terkenal karna keburukan bukan terkenal karna kehebatan seperti Malaysia, Jepang, India dan China.
Mengapa negara tetangga Malaysia bisa menjadi negara maju sedangkan keadaan geografisnya hampir sama dengan Indonesia. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa SDM Indonesia umumnya lebih rendah dari SDM Malaysia. Manusia-manusia Malaysia lebih mampu bekerja dan mengelola negaranya daripada Indonesia. Mereka lebih unggul sehingga banyak TKI yang berlomba mencari kerja ke Malaysia. Sampai sekarang tidak pernah kita dengah TKM (Tenaga Kerja Malaysia) yang datang ke Indonesia. Kita hanya bisa bicara dan berteriak bahwa kita lebih baik dari Malaysia namun kenyataan kitalah yang lebih tertinggal dari mereka.
SDM yang rendah adalah salah satu hasil dari pendidikan kita yang tidak berhasil. Anak-anak bangsa masih banyak yang tidak tamat SD sehingga membaca dan menulis saja tidak bisa. Membaca dan menulis saja tidak bisa mau dibawa kemana coba, surat kematian sendiri bisa saja ditandatangani sambil tertawa. Masih banyak orang Indonesia yang berpendapat bahwa belajar itu tidak ada gunanya malah bagi mereka hanya menghabiskan waktu dan biaya. Atau malah karna terbentur kemiskinan juga dan tidak sanggup menyekolahkan anak-anaknya.
Walau tamat SD, SMP dan SMA tetapi tetap tidak memiliki kemampuan apa-apa untuk terjun ke lapangan kerja. Jadilah penganggur yang masih bergantung pada orang tua. Sampai umur berapa mereka bisa bekerja dan pekerjaan apa yang bisa mereka kerjakan? Itulah gambaran umum tertinggalnya SDM Indonesia yang disebabkan oleh kegagalan dalam pendidikan. Dan yang lebih mengerikan lagi tamatan sarjana Indonesia masih banyak yang menganggur padahal sudah begitu banyak biaya yang dihabiskan untuk menyelesaikan perkuliahan. Dengan SDM rendah dan tidak berkualitas akan membawa negara ini pada kemiskinan dan keterbelakangan.
Dulu masih pernah terdengar bangsa kita adalah bangsa yang ramah dan suka bergotong royong. Sebenarnya itu digembar-gemborkan untuk memancing wisatawan asing datang ke Indonesia sehingga bisa menambah devisa negara. Tetapi tidak berlangsung lama, kemiskinan Indonesia waktu itu hanya ditutupi dan bagai bom waktu hingga lengsernya Suharto dari singgasana.
Bangsa Indonesia adalah bangsa pemalas dan tidak mau bekerja keras. Buktinya tanah Indonesia terkenal subur tetapi warganya banyak mengkonsumsi nasi aking. Dan belakangan diberitakan bahwa beras banyak diimpor untuk memenuhi kebutuhan pangan. Harga pupuk yang mahal salah satu penyebab petani tidak berani bercocok tanam sebab kalau tanaman mereka gagal panen maka utang sudah menumpuk dan mereka tidak berani mengambil resiko berusaha. Ini mengakibatkan hasil panen minim hingga tidak mencukupi kebutuhan bangsa, dengan terpaksa harus mengimpor beras dan kebutuhan pangan lainnya.
Penyakit bangsa Indonesia yang lainnya adalah serakah, suka menuntut, prasangka buruk, pendendam, tidak suka menolong dan tidak suka bekerja sama demi kebaikan. Di kalangan masyarakat ketika warga lain tampak lebih kaya dan mampu maka warga lainnya kadang menjadi irihati dan membencinya bukan irihati dan berusaha untuk memperbaiki hidup mereka. Banyak hal mau mereka lakukan untuk menjatuhkan tetangga mereka seperti memburuk-burukkan tetangga yang lebih mampu hingga mereka tertekan. Ini menjadi salah satu contoh prasangka buruk, mereka lebih suka memburuk-burukkan orang lain daripada bekerja memperbaiki kualitas hidup mereka.
Tidak dapat dipungkiri bahwa mereka yang lebih mampu juga tidak mau melihat tetangganya yang berkekurangan. Mereka tidak mau membantu walau tetangganya itu masih kerabat keluarga mereka. Mereka seperti tidak mau tahu akan kesulitan orang lain dan gaya hidup mereka juga menimbulkan irihati bagi warga lainnya. Ini akan menyebabkan kebencian bagi warga lainnya yang tidak mampu tentu saja memperburuk kualitas hidup mereka.
Salah satu yang berperan penting dalam meningkatkan kualitas bangsa adalah pemerintah. Dari dulu Indonesia tidak pernah kekosongan pemerintahan. Singgasana pemerintahan tidak pernah kosong diperebutkan ketika menjelang pemilu. Banyak janji-janji untuk memperbaiki bangsa disampaikan secara terbuka dalam kampanye yang bisa membius masyarakat Indonesia. Mereka meyakinkan masyarakat dengan janji-janji manisnya yang bisa memperbaiki bangsa. Pada akhirnya masyarakat terenyuh karna sudah lama berada pada garis kemiskinan dan berharap nantinya pemimpin yang terpilih tersebut bisa memperbaiki hidup mereka.
Pemerintah tersebut terpilih beberapa bulan kemudian. Masyarakat menunggu penuh harap. Tahun demi tahun berlalu bukannya lepas dari jerat kemiskinan tetapi malah makin miskin, harga-harga semakin tidak terjangkau, harga BBM semakin tinggi. Akhirnya masyarakat menjadi tidak percaya pada pemerintah sebab mereka merasa dibodohi.
Ini menggambarkan bahwa pemerintah Indonesia lemah dan tidak bertanggungjawab. Pemerintah tidak mempunyai kebijakan yang pasti yang meyakinkan. Janji-janji sewaktu kampanye hanya tinggal janji. Mereka hanya pandai berbicara tapi tidak pandai dalam bekerja. Penampilan bisa seperti orang hebat tetapi bukti nyata di masyarakat selalu menunjukkan sampai dimana sebenarnya kualitas mereka. Berbagai kesulitan masyarakat tidak pernah terselesaikan, kesulitan-kesulitan semakin bertumpuk membuat masyarakat semakin miskin.
Pemerintah seperti ini tidak mempunyai kemampuan kerja dan sebaiknya mengundurkan diri dari jabatannya dan menyerahkannya pada yang lebih mampu daripada dia memimpin hanya membuat bangsa semakin sulit dan miskin. Tetapi mereka jarang mempunyai kesadaran, malah dalam pemilu akan datang mereka kabarnya akan mencalonkan diri lagi, sungguh tak tahu malu.
Lapangan kerja tidak pernah mereka ciptakan malah pengangguran semakin bertambah. Bukannya mendapatkan pekerjaan yang merata bagi masyarak tetapi pengangguranlah yang semakin merata. Sehingga banyak TKI mencari kerja ke negara-negara lain. Itu bukan hanya karna kualitas SDM Indonesia rendah tetapi juga karna sulitnya mendapatkan pekerjaan. Di negara lain, mereka hanya bisa menjadi pekerja kasar dan sering mendapatkan perlakuan kasar dari majikan mereka. Dan pemerintah kita tentu saja tidak bisa berbuat apa-apa sebab masalah-masalah dalam negeri juga belum bisa ditangani. Pemerintah tidak pernah meresa sedih dan berusaha mengatasi perginya TKI ke negara lain dengan menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Salah satu kelemahan pemerintah Indonesia adalah penanganan terhadap para koruptor. Kebijakan pemerintah menangani koruptor tidak membawa efek jera hingga menyebabkan pejabat lainnya tidak takut korupsi. Walau mereka tertangkap tetapi mereka sudah berhasil menumpuk harta mereka dan ketika keluar dari penjara mereka masih bisa menikmatinya. Hampir setiap hari di media-media disiarkan tentang penangkapan koruptor oleh KPK tetapi penyelesaiannya tidak kunjung selesai sebab kemungkinan koruptor menyogok para abdi hukum sangat besar dan para abdi bisa diajak kompromi. Uang negara akan tersedot oleh para koruptor dan ini bisa menghalangi berbagai rencana pembangunan yang telah disusun. Mereka merampok harta negara.
Para koruptor adalah para pejabat negara yang tidak bekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan mereka. Pada awalnya mereka diangkat dan terpilih menjadi pejabat karna mereka dianggap mampu bekerja dengan baik memperbaiki bangsa ini. Tetapi sebaliknya bukan perbaikan yang mereka hasilkan tetapi keburukan. Misalnya dana yang seharusnya disiapkan oleh negara yang disediakan dan disalurkan pemerintah untuk membangun berbagai fasilitas sekolah dikorupsi oleh pejabat tertentu sehingga pembangunan fasilitas sekolah menjadi tidak ada. Demikin juga dana yang disiapkan untuk pembangunan jalan untuk memperlancar transportasi, dikorupsi oleh pejabat tertentu sehingga perbaikan jalan tidak terlaksana. Jadi koruptor adalah penyebab utama dalam berbagai kesulitan dan kesulitan bangsa yang pada akhirnya juga membawa kemiskinan bagi masyarakat.

Walau kondisi bangsa Indonesia sudah cukup memprihatinkan namun kita tidak bisa tinggal diam dan menunggu kehancuran. Kita harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan bangsa ini.
1. Meningkatkan SDM
Meningkatkan SDM Indonesia melalui pendidikan. Pemerintah harus mempunyai kebijakan untuk meningkatkan pendidikan. Mungkin dengan menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat yang tidak mampu. Sehingga mereka yang tidak mempunyai biaya bisa sekolah menggapai cita-cita mereka.
Berbagai pembangunan untuk mendukung pendidikan mesti dilaksanakan. Belakangan ini begitu banyak bangunan sekolah yang nyaris runtuh karna tidak adanya pembangunan atau malah karna tindakan koruptor yang memangkas dana untuk pembangunan. Penyediaan fasilitas pendudukung pendidikan yang penting juga perlu disediakan seperti perpustakaan dan laboratorium penelitian. Masih banyak sekolah yang tidak mempunyai perpustakaan dan laboratorium terutama yang pada sekola-sekolah yang berlokasi di daerah terpencil.
Mengangkat guru-guru yang kompeten melaui testing yang memadai adalah salah satu cara meningkatkan kualitas pendidikan. Guru-guru yang kompeten sangat dibutuhkan untuk mendidik dan membimbing siswa. Guru yang tidak baik akan menghasilkan siswa yang kurang baik. Jadi hendaknya memilih guru-guru yang berkualitas adalah salah satu solusi. Jangan pernah mengangkat seorang guru karna nepotisme atau karna ada orang dalam atau karna ia bisa membayar puluhan juta sebagai uang pelicin. Jika hal ini terjadi akan berakibat fatal terhadap kualitas pendidikan Indonesia. Sebab coba banyangkan bagaimana guru-guru yang menjadi guru karna menipu mengajari siswa, bukanka? akan menghasilkan siswa-siswa penipu?
2. Semangat kerja keras
Kesulitan bisa saja terus mewarnai kehidupan kita tetap kalau bangsa kita mempunyai semangat kerja keras maka lambat laun akan membawa perbaikan. Semangat kerja keras artinya pantang menyerah dan selalu berusaha mencari peluang dalam hidup ini. Tidak putus asa karna gagal mencapai sesuatu tetapi mencoba lagi dengan semangat baru.
Kita tidak boleh menunggu semua kesulitan mereda tetapi kita harus mulai bekerja untuk memperbaiki kualitas hidup kita sendiri. Dan kalau sudah mampu dan memungkinkan untuk menolong orang lain maka diharapkan bisa meringankan penderitaan orang lain.
Orang-orang yang berusaha dan bekerja keras adalah orang-orang yang memiliki kemungkinan untuk sukses daripada orang-orang yang tidak berani mencoba sama sekali karna takut gagal. Jangan terlalu berharap atau menuntut dari pemerintah harus mengatasi masalah ini dan itu, mereka sudah mempunyai banyak masalah yang harus mereka selesaikan. Tanyakan apa yang bisa kita perbuat untuk memperbaiki bangsa ini bukannya menanyakan apa yang bisa diperbuat negara untuk kita. Semuanya harus kita mulai dengan memperbaiki diri kita sendiri dengan selalu berusaha dan bekerja keras.
3. Pemerintah yang bijaksana dan mau bekerja keras
Pemerintah harus berusaha bekerja dengan baik. Mereka harus mempunyai kebijakan-kebijakan yang brilian untuk memperbaiki dan membangun bangsa. Saatnya bagi mereka untuk bekerja sebab mereka dipilih dan digaji oleh negara untuk bekerja bukan untuk bermain-main.
Janji-janji saat kampanye sebaik mungkin harus mereka usahakan untuk diselesaikan. Janji-janji tersebut umumnya untuk memperbaiki kualitas bangsa seperti memberantas kemiskinan dengan mencipatakan lapangan kerja, memberantas koruptor dengan meminta seluruh kekayaan negara untuk dikembalikan dan hukuman terhadap mereka membawa efek jera. Bila penting gantung para koruptor sebab akan banyak orang miskin yang mati kelaparan karna mereka sebab mereka mengambil yang bukan milik mereka.
Seluruh aparat, pejabat pemerintah diharapkan bekerja dengan baik sebab mereka dipilih untuk menduduki jabatan itu untuk bekerja bukan untuk tidur-tiduran. Harus dibentuk pengawas yang bisa mengawasi para pejabat supaya mereka bekerja dengan baik. Dan jika mereka bekerja tidak sesuai dengan peraturan maka sebaiknya diberhentikan daripada membawa dampak buruk lebih luas bagi masyarakat.
Tidak ada nepotisme dalam merekrut para pekerja pemerintah. Misalnya karna seseorang mempunyai jabatan penting dalam pemerintahan maka dia sesuka hati mengangkat dan menempatkan anggota keluarganya dalam pemerintahan. Kalau hal ini terjadi sebaiknya pejabat tersebut diberhentikan dari jabatannya dan menggantinya dengan orang yang lebih baik dan tidak nepotisme.
Dalam bekerja para pejabat pemerintah juga harus bekerja dengan baik. Jika mereka melayani masyarakat tidak membuat peraturan-peraturan sendiri yang memberatkan seperti untuk membuat KTP meminta uang yang lumayan besar dan tidak akan diselesaikan jika tidak membayar dalam jumlah yang diminta. Demikian juga dalam pengurusan surat-surat lainnya hendaknya pemerintah tidak mempersulit untuk mendapatkan uang tambahan. Sebab mereka bekerja sudah digaji secara wajar dan tidak diperkenankan mengadakan pungutan liar.
Jika beberapa hal diatas kita laksanakan, maka akan menciptakan pemerintahan yang bersih. Semua aparat dan pejabat bekerja sesuai dengan kemampuan mereka akan memperbaiki kualitas bangsa Indonesia.
Seluruh bangsa bekerja keras sesuai dengan kemampuannya akan memperbaiki kualitas dirinya dan akhirnya secara menyeluruh akan memperbaiki kualitas bangsa. Para penganggur berangsur-angsur bisa mendapatkan pekerjaan dan bisa menghidupi keluarga mereka yang pada akhirnya dapat mengatasi berbagai kesulitan hidup mereka. Kemiskinan secara perlahan akan lenyap berobah menjadi kemakmuran yang didambakan sejak kemerdekaan Indonesia. Indonesia bangkitlah.

Deliserdang, Mei 2008

Sudah Sarjana Tetapi Masih Menganggur

Dulu menjadi sarjana adalah impian banyak orang. Menjadi seorang sarjana itu sangat dihargai di tengah-tengah masyarakat. Seorang sarjana akan dianggap agak angker di tengah masyarakat pada jaman dulu. Itu disebabkan karena masih jarang manusia Indonesia yang bisa menjadi sarjana. Dan yang telah menjadi sarjana pastilah akan mempunyai pekarjaan yang lebih baik.
Sekarang kenyataan berkata lain. Sarjana sekarang tidak mendapat penghargaan sebaik jaman dahulu. Seorang sarjana sepertinya tidak lagi mempunyai nilai lebih dari pada yang tidak tamat sarjana.
Sekarang ini betapa banyak sarjana. Dua kali dalam setahun banyak universitas mencetak para sarjana. Tetapi lowongan kerja tidak tersedia seiring dengan banyaknya jumlah sarjana. Persaingan untuk mendapat pekerjaan yang sedikit cukup berat. Daya saing yang tinggi sangat dibutuhkan. Sarjana-sarjana yang mempunyai keahlian bagus pasti akan mendapat pekerjaan terlebih dahulu sedangkan sarjana yang kemampuannya biasa-biasa saja akan tersisihkan. Akan banyaklah sarjana-sarjana yang tidak bekerja atau sarjana pengangguran.
Masyarakat menjadi terbiasa melihat dan mendengar sarjana penganggur dan mungkin sarjana penganggur tersebut adalah salah seorang dari anggota keluarga mereka. Mereka juga melihat bahwa sarjana dari keluarga tetangga juga menganggur. Maka mereka mulai berpikiran lain bahwa nilai kesarjanaan tidak lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan sekarang ini. Hingga pada akhirnya sarjana-sarjana belakangan ini kurang mendapat penghargaan di masyarakat. Nilainya sudah turun drastis bila dibandingkan dengan pada jaman dahulu.
Para sarjana yang menganggur belum mendapat suatu pekerjaan tetapi sarjana-sarjana lain yang kualitasnya sama telah hadir dari berbagai perguruan tinggi. Lowongan kerja yang sedikit hanya milik sarjana yang berotak brilian. Maka tumpukan sarjana pengangguran tidak dapat dihindarkan lagi.
Betapa banyak biaya kuliah yang telah dihabiskan untuk mencapai sarjana tetapi hasilnya adalah menganggur. Ini membuat sarjana dan orang tua yang membiayainya menjadi frustasi sebab anak yang diharapkan membawa perbaikan bagi keluarga tidak membawa perubahan apa-apa, malahan tetap menjadi beban rumah tangga. Cukup menyedihkan kondisi seperti ini dan patut disayangkan.
Ada baiknya kita telusuri penyebab dari kemalangan ini. Salah satunya adalah kemampuan atau daya saing sarjana. Sarjana-sarjana tersebut tidak mempunyai kemampuan yang memadai untuk terjun menangani suatu pekerjaan. Tidak siap menangani suatu persoalan yang diujikan oleh suatu perusahaan.
Ketidakmampuan ini disebabkan oleh proses pendidikan semasa duduk di bangku kuliah. Tidak dapat dipungkiri bahwa di bangku perkuliahan mahasiswa biasanya bersifat pasif dalam menerima pelajaran. Mereka hanya datang, duduk dan mendengarkan kuliah dari para dosen. Bahan kuliah tersebut umumnya hanya berupa teori. Jadi kuliah hampir 90 persen adalah teori. Sehingga mahasiswa yang malas dan tidak mau mempraktekkan teori tersebut akan tetap bodoh dan tidak memiliki kemampuan.
Para dosen juga tidak terlalu perduli akan hal itu. Mereka sudah merasa menyelesaikan tugas jika sudah menyampaikan materi pelajaran. Biasanya pula bahan pelajaran disampaikan melalui ceramah dan tidak melaksanakan praktek. Hingga mahasiswa akan menjadi pendengar-pendengar yang baik dan budiman tanpa mengerti lebih dalam apa yang diterangkan.
Tidak hanya lima tahun tetapi hingga ratusan tahun pun kalau kondisinya tetap seperti ini, kuliah hanya berupa teori maka mahasiswa tidak akan pernah memiliki kemampuan dalam menerapkan ilmu yang mereka peroleh. Kuliah hanya untuk mendapatkan nilai atau Indeks Prestasi yang baik. Untuk mencapainya banyak hal dilakukan mulai dari mencontek hingga menghapal luar kepala tanpa mengerti makna sebenarnya. Kondisi seperti ini akan melahirkan sarjana-sarjana yang impoten atau tidak memiliki kemampuan dan daya saing. Sarjana-sarjana yang loyo akan memperbanyak pengangguran.
Ketika kuliah minat mahasiswa juga kurang dalam mengikuti perkuliahan. Hal ini mungkin disebabkan oleh ketidakcocokan jurusan yang diambil dengan kesukaan atau hobby. Misalnya seorang mahasiswa yang berminat dan berbakat dalam memperbaiki mesin mengambil jurusan akuntansi, hal ini mungkin disebabkan oleh dorongan orang tua yang melihat prospek masa depan yang lebih baik di bidang akuntansi. Tetapi ini sangat bertolak belakang dengan bakat dan kemampuan calon mahasiswa. Ini bisa dikatakan dia kuliah atas dorongan dan paksaan dari orang tuanya. Maka hasilnya adalah mahasiswa tidak serius menjalani perkuliahan sebab ia tidak mempunyai minat sama sekali. Ini bisa juga mengakibatkan dia enggan datang kuliah dan akhirnya putus kuliah sebab sering mangkir dari kewajibannya. Kalau pun ia bisa menjadi sarjana maka kualitasnya sudah bisa kita ukur dan pasti tidak mempunyai daya saing.
Penyebab lain semakin banyaknya sarjana pengangguran adalah ketidak mandirian dan tidak mempunyai keberanian. Para sarjana tidak berani mencari peluang yang ada. Mereka hanya menunggu dan menunggu dipanggil suatu perusahaan yang mereka lamar. Mereka hanya mau bekerja pada orang lain dan perusahaan lain tanpa berani memulai suatu usaha. Mereka tidak mulai melihat potensi apa yang ada pada dirinya yang bisa memberikan peluang. Mereka tidak melihat baiknya menjadi seorang pengusaha dan tidak berani memulai sama sekali.
Masalah pengangguran sarjana tentu saja dapat diatasi. Bisa dengan membuka lapangan kerja yang baru oleh pemerintah dan swasta. Tetapi mari kita lihat dahulu proses menjadi sarjana atau semasa dibangku kuliah. Upaya mengatasi pengangguran sarjana antara lain :
1. Memilih jurusan yang tepat sesuai bakat, kemampuan dan kesukaan
Para calon mahasiswa diharapkan dapat memilih jurusan yang akan diambil di bangku kuliah. Ini membutuhkan pemikiran yang matang dan mendalam. Kenali diri sendiri dengan merenung. Coba tanyakan pada diri sendiri tentang bakat dan kesukaan. Pekerjaan apa yang kita senangi yang bisa membuat kita lupa waktu. Apakah melukis, membongkar mesin, merawat kebun, berolah raga. Setelah menemukan jawabannya maka pilihlah jurusan sesuai dengan kesukaan tersebut.
Setelah calon mahasiswa telah memilih jurusan yang tepat maka mereka sudah berada pada jalur yang tepat. Semasa menjalani perkuliahan mereka akan mempunyai minat lebih pada jurusan yang mereka senangi. Mereka akan mempelajarinya lebih mendalam secara mandiri tanpa dikomando. Intinya mereka senang melakukannya dan tidak peduli berapa banyak waktu yang mereka habiskan untuk mempelajarinya.
Semangat dan motivasi belajar mereka akan selalu tinggi. Dan dalam perkuliahan mereka ingin mendapatkan lebih mendalam dengan selalu bertanya pada dosen tentang kuliah yang kurang dimengerti. Maka ketika mereka menjadi sarjana maka mereka punya kemampuan dan daya saing yang tinggi.
2. Praktek dan Teori yang Seimbang
Setelah memilih jurusan yang tepat, lembaga pendidikan tinggi seharusnya punya peraturan atau kebijakan tentang penerapan teori dan praktek yang seimbang. Para dosen diberikan instruksi supaya melakukan praktek seiring dengan teori yang diajarkan. Untuk mendorong pelaksanaan praktek dibutuhkan peralatan praktek atau media belajar dan ini seharusnya disediakan oleh lembaga pendidikan tersebut.
Dengan melaksanakan praktek maka para mahasiswa akan mengalami secara nyata tentang materi pelajaran tidak hanya sebatas teori belaka. Praktek juga akan mengasah kemampuan dan keahlian mahasiswa. Dalam hal ini kerjasama mahasiswa, dosen dan lembaga pendidikan mutlak diperlukan. Dengan banyak praktek akan menghasilkan sarjana-sarjana yang terampil dan siap pakai.
3. Berani buka usaha sendiri dan mencari peluang
Sarjana yang sudah mempunyai daya saing dan kemampuan yang tinggi tapi tidak kunjung mendapatkan pekerjaan diharapkan tidak putus asa. Jika tidak bisa mendapatkan pekerjaan karna lowongan pekerjaan yang sedikit mengapa tidak menciptakan lapangan kerja baru. Daripada bekerja pada orang lain dan selalu ditekan oleh atasan karena kekurangan ini dan itu, mengapa tidak berani mencoba buka usaha.
Menjadi pengusaha adalah suatu pekerjaan yang menarik. Tidak ada yang menyuruh kita harus melakukan ini dan itu. Kita sendiri adalah pemimpin bagi diri kita. Kita bisa memilih usaha yang kita senangi dan banyak dibutuhkan oleh orang lain. Disini tentunya dibutuhkan kejelian atau peka terhadap lingkungan dan masyarakat.
Banyak orang ingin menjadi pengusaha tetapi tidak berani memulai. Mereka takut bangkrut atau punya alasan tidak ada modal. Modal bisa kita kumpulkan dengan modal patungan dari teman-teman atau malah dari orang tua dan keluarga. Kita punya pandangan bahwa bangkrut juga penting sebagai pelajaran hingga kita bisa mengatasi masalah yang sama.
Para sarjana harus berani memulai dari nol atau dengan langkah pertama. Bagaimana pun jauhnya suatu perjalanan tidak akan sampai ditujuan kalau tidak diawali dengan langkah pertama. Maka mulailah melangkah dan mulailah memulai usaha sekarang juga. Semakin banyak pengusaha akan membuat pengangguran semakin berkurang dan akan menciptakan lapangan kerja yang baru yang siap menampung pengangguran.

Delisedang, 14 Mei 2008

Pembangunan Ramah Lingkungan

Bumi pada awalnya diciptakan begitu indah oleh Tuhan Yang Maha Esa, maka tidak baik kalau kita merusaknya dengan mendirikan bangunan-bangunan baru yang tidak sesuai dengan peraturan. Akhir-akhir ini begitu banyak bangunan yang berdiri dengan mengabaikan lingkungan. Lingkungan semakin buruk oleh bangunan-bangunan liar tanpa pengaturan yang pasti dari pemerintah.
Bumi kita semakin panas. Iklim berubah tidak menentu yang mempercepat mencairnya bank es yang berada di kutub. Pencairan es ini akan mengancam daratan bumi. Daratan akan semakin sempit sebab naiknya air laut sehingga mempersempit ruang gerak manusia. Inilah penyebab dari ketidakpedulian kita terhadap lingkungan dengan membangun tanpa aturan. Jika kita tetap tidak mau berubah dan mulai berbenah mulai saat ini ancaman kehancuran bumi kita akan semakin jelas dan dekat.
Pepatah mencegah lebih baik daripada mengobati tidak berlaku lagi bagi kita sekarang ini sebab lingkungan kita telah rusak. Yang bisa kita laksakan saat ini adalah mengobati atau memperbaiki lingkungan kita yang sudah setengah hancur. Ini kita lakukan demi masa depan anak cucu kita.
Masalah rusaknya lingkungan tidak bisa dipungkiri adalah akibat dari pembangunan yang tidak memperhatikan atau memperdulikan lingkungan. Sehingga hal-hal yang menyebabkan berdirinya suatu bangunan patut kita soroti untuk memperbaiki dampak pembangunan tersebut.
Suatu bangunan tidak bisa berdiri kalau tidak ada ijin dari pemerintah, kecuali pembangunan gubug yang ada di tengah ladang. Maka peran pemerintah sangat penting dalam menyelamatkan lingkungan yang berhubungan dengan pembangunan sebab dari pemerintahlah ijin pendirian bangunan diperoleh.
Seorang pejabat pemerintah yang berhubungan dengan peraturan pendirian bangunan seharusnya adalah orang-orang yang terpilih atau mempunyai keahlian dalam penataan suatu pembangun. Pertama mereka adalah orang-orang yang mencintai lingkungan yang sehat dan bila dimungkinkan mempunyai latar pendidikan di bidang penataan dan pemeliharaan lingkungan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak pejabat pemerintah yang mengurusi bagian pembangunan tidak mengerti sama sekali tentang penataan bangunan. Maka kalau kita perhatikan di sekitar lingkungan tempat kita tinggal terutama di perkotaan akan terlihat banyak bangunan-bangunan yang berdiri tidak pada tempatnya, merusak lingkungan dan tidak teratur. Sebab tidak mungkin suatu bangunan berdiri kalau tidak ada ijin dari pemerintah. Sehingga dapat kita katakan jika pemerintahnya atau bagian pendirian bangunan tidak mengerti apakah suatu bangunan tertentu layak berdiri pada lokasi tertentu. Maka ada baiknya pejabat yang seperti itu mengikuti pendidikan tentang kecintaan terhadap alam atau kalau tidak bisa berobah segera diberhentikan dari jabatan yang tidak dikuasainya daripada bumi kita makin hancur. Siapa yang bertanggung jawab?
Pejabat yang terpilih adalah orang yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place) yang secara sadar mencintai lingkungan, sebab tidak mungkin ada orang yang menyelamatkan dunia kalau dia sendiri tidak mencintai linkungan.
Pejabat yang terpilih harus memiliki dan menjalankan peraturan tentang pembangunan. Peraturan pembangunan dibuat sebagai landasan dalam pembangunan maka peraturan pembangunan dibuat oleh orang-orang yang mengerti tentang pembangunan yang tidak merusak lingkungan. Peraturan pembangunan yang ramah lingkungan harus dibuat dan itu membutuhkan pemikiran yang matang.
Peraturan pendirian bangunan ini misalnya setiap pembangunan suatu gedung harus mendapatkan ijin dari pemerintah dan si pemilik bangunan harus mengajukan surat terlebih dahulu kepada pemerintah. Pemerintah harus mengkaji terlebih dahulu apakah memberi ijin atau menolak pemberian ijin. Pemerintah harus mengetahui dimana posisi gedung akan dibangun, tingginya dan luasnya dan difungsikan untuk apa. Apakah bangunan tersebut nantinya akan mengganggu ketentraman atau menimbulkan polusi yang mengganggu kesehatan masyarakat. Jika setelah dikaji dan ditemukan bahwa pembangunan tersebut tidak layak atau dapat merusak lingkunangan maka jangan berikan ijin.
Peraturan pendirian bangunan ini juga berlaku bagi bagunan-bangunan yang tidak memiliki ijin. Pemerintah bisa melakukan penertiban terhadap suatu bangunan jika bangunan tersebut tidak memiliki ijin pendirian bangunan. Penertiban bisa dilakukan dengan meruntuhkan bangunan tersebut kalau tidak sesuai dengan tata letak dan menggangu kepentingan orang banyak. Jika tidak mengganggu dan bangunan tidak tersebut letaknya cocok maka pemerintah menegur si pemilik supaya membuat surat pemohonan ijin pendirian bangunan dan kalau tidak diindahkan maka bangunan tersebut layak diruntuhkan sebab awalnya sudah diminta baik-baik.
Pemerintah yang cocok dalam pembangunan harus memiliki perencanaan pembangunan kota yang sudah termasuk dalam peraturan pendirian bangunan. Maka pemerintah harus mengenal baik kota yang dia kendalikan. Kalau belum mengenal baik silakan turun ke lapangan meninjau, jangan hanya duduk dibelakang meja menunggu laporan. Sebab biasanya pelapor hanya melaporkan hal-hal yang baik saja untuk menghindarkan teguran sebab dia berpikir bahwa tidak ada gunanya menyampaikan hal yang sebenarnya kalau pemerintahnya masih bisa dibodohi dengan laporan yang muluk-muluk dan tidak mau melihat langsung ke lapangan.
Perencanaan pendirian bangunan dibuat untuk menjaga ketertiban pembangunan dan juga untuk penataan kota atau keindahan kota. Pemerintah mengetahui bangunan apa saja yang cocok pada suatu lokasi. Sehingga nantinya kalau ada yang mengajukan ijin bangunan maka pemerintah bisa memberikan masukan-masukan bangunan yang cocok pada lokasi yang diminta.
Perencanaan ini juga sudah mencakup perencanaan pendirian bangunan yang ramah lingkungan, misalnya tidak memberikan ijin pembangunan pabrik di lokasi yang padat penduduk sebab bisa merusak kesehatan masyarakat dari limbah yang dihasilkan. Pemerintah menyarankan bangunan tersebut dibangun jauh dari pemukiman penduduk seperti di pinggiran kota. Pembangunannya juga bisa mendapatkan ijin jika sudah ramah lingkungan misalnya limbah pabriknya bisa didaur ulang dan asap pabriknya diusahakan seminimal mungkin. Jika sudah memenuhi syarat maka ijin sudah selayaknya diberikan. Tidak berhenti pada pemberian ijin saja tetapi pemerintah harus terus memantau pendirian bangunan apakah sesuai dengan rencana sebelumnya dan melakukan pemeriksaan pada waktu-waktu tertentu (inspeksi mendadak) ketika pabrik tersebut telah beroperasi. Bila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang tidak sesuai dengan pengajuan pendirian bangunan maka pemerintah memberikan peringatan dan kalau pemilik pabrik tersebut tidak mengindahkannya maka pabrik tersebut sudah selayaknya ditutup karna tidak layak operasi.
Pemerintah juga harus membuat peraturan terhadap pendirian bangunan bertingkat seperti hotel, mall, perkantoran dan lain sebagainya. Peraturan pembatasan bangunan bertingkat dibuat untuk keselamatan penerbangan dan juga keselamtan penduduk yang bertempat tinggal di sekitar bangunan tersebut. Bagaimana kalau suatu saat terjadi gempa dan kalau runtuh bisa mengenai rumah-rumah penduduk sekitar. Pemerintah harus memberi ijin pembangunan sesuai dengan peraturan berapa tingkat yang layak diijinkan. Kalau melebihi tolak dengan tegas dan berikan menegaskan dampak dari bangunan yang terlalu tinggi melebihi aturan dapat membahayakan.
Kejujuran pemerintah dalam memberikan ijin bangunan sangat dibutuhkan. Tidak mata duitan. Pendirian bangunan misalnya pabrik di tengah pemukiman dan bangunan bertingkat yang melebihi peraturan dijinkan oleh pemerintah karena pengusaha yang berkepentingan memberikan uang sogok atau uang pelicin yang lumayan besar. Pejabat yang seperti ini sudah selayaknya secepatnya diberhentikan dari jabatannya dan dijebloskan ke penjara. Sebab kalau dia terus dibiarkan maka lingkungan kota akan makin hancur, sembrawut dan kesehatan masyarakat akan makin memburuk. Kecelakaan penerbangan kemungkinan besar akan terjadi yang mengancam keselamatan manusia.
Jika pendirian bangunan sudah sesuai dengan perencanaan dan peraturan pembangunan maka kita sudah selangkah lebih maju. Tetapi tidak berhenti disitu saja, perawatan lingkungan dibutuhkan. Banyak hal bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan memulai dari diri kita sendiri. Misalnya sampah-sampah yang kita hasilkan sehari-hari tidak kita buang secara sembarangan. Kita bisa memanfaatkannya daripada mengotori lingkungan sekitar. Kita bisa memilah dan mengumpulkan sampah-sampah yang layak jual seperti plastik, aluminium, besi dan lain-lain. Banyak orang yang membeli barang-barang tersebut. Manfaatnya cukup besar seperti kebersihan lingkungan dan juga tambahan pemasukan kita. Maka secara sadar dan langsung kita memelihara lingkungan kita dengan memulai dari sampah yang kita hasilkan sehari-hari.
Dari dulu kita dikenal sebagai masyarakat yang suka bergotong-royong. Maka ada baiknya pada waktu-waktu tertentu kita melaksanakan gotong royong untuk membersihkan lingkungan kita atau memperbaiki saluran-saluran pembuangan air yang tersumbat seperti got yang bisa menyebabkan banjir kalau hujan turun. Pemerintah bisa menggalakkan gotong royong dengan membuat perlombaan kebersihan lingkungan dengan memberikan hadiah yang mendorong semangat masyarakat untuk berlomba menjaga dan menciptakan kebersihan. Misalnya lingkungan terbersih akan diberikan hadiah dengan pertunjukan musik dangdut gratis semalam suntuk dan lingkungan tersebut diliput untuk disiarkan di televisi sebagai lingkungan percontohan.
Pada waktu-waktu tertentu pemerintah juga memberikan ceramah dan penyuluhan tentang kebersihan lingkungan kepada masyarakat. Disini dijelaskan manfaat-manfaat apa saja yang didapatkan kalau lingkungan kita bersih. Apa dampak kebersihan terhadap lingkungan kita sendiri dan terhadap kelangsungan dunia. Pemerintah bisa memberikan penjelasan penyebab pemanasan global dan dampak buruknya terhadap dunia dan masa depan manusia. Dengan demikian kegiatan ini akan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan dengan menjaga kebersihan.
Hutan adalah paru-paru dunia. Hutan semakin lama semakin berkurang akibat dari penebangan liar dan pembukaan lahan baru untuk perkebunan. Pemerintah hendaknya menindak tegas pelaku-pelaku perusakan hutan dan tidak neko-neko dengan mereka karena mendapat uang besar. Pemerintah dan masyarakat harus menyadari peran penting hutan bagi kehidupan sehingga tidak semena-mena terhadap hutan. Hutan bisa menetralisir iklim dunia. Hutan hancur maka hancurlah masa depan kita.
Walau kita hidup di kota dan jauh dari hutan tetapi kita masih bisa bertindak untuk menghasilkan lingkungan yang sehat dengan melakukan penanaman pohon di sekitar tempat tinggal kita. Tetapi harus diingat, menanam pohon yang cocok yang tidak mengganggu dan mengancam keselamatan misalnya rantingnya bisa menyentuh kabel listrik yang terbuka yang bisa mengalirkan arus listrik yang berbahaya ketika hujan turuan. Kita bisa menanam pohon jambu atau rambutan atau menanam bunga-bunga di halaman rumah kita. Dan kalau memungkinkan kita bisa menanam cabe atau atau sayur-sayuran yang bisa kita konsumsi. Halaman rumah kita bisa lebih indah dan lebih bermanfaat. Kesadaran masyarakat yang menyeluruh akan mencipatakan lingkungan yang bersih dan sehat yang menjamin masa depan bumi tercinta.

Deliserdang 6 Mei 2008

Dampak Buruk Narkoba bagi Keluarga

Narkoba atau narkotika dan obat terlarang telah beredar luas di masyarakat. Banyak orang sudah ketergantungan terhadap narkoba dan tidak bisa lepas dari pengaruh buruknya. Berbagai penangkapan terhadap pemakai narkoba hampir setiap hari disiarkan melalui koran dan media elektronik. Mulai dari masyarakat biasa, para artis bahkan polisi juga sudah banyak yang terjerat narkoba dan tidak dapat melepaskan diri darinya. Beberapa pemakai narkoba keluarmasuk penjara karena tidak bisa lepas dari narkoba.
Penangkapan terhadap pemakai narkoba dan menjebloskannya ke dalam penjara tidak mempunyai efek jera. Sebab ternyata di lembaga permasyarakan sendiri narkoba dapat beredar dengan bebas bahkan beberapa gembong narkoba dapat mengendalikan peredaran narkoba dari lembaga permasyarakatan. Hal ini patut disayangkan, seharusnya di lembaga permasyarakatan mereka bisa menyadari kekeliruannya selama ini dan sadar bahaya narkoba bagi diri dan keluarganya hingga mereka tidak akan kembali mengkonsumsi narkoba.
Banyak pemakai narkoba yang tidak menyadari dampak buruk narkoba bagi diri sendiri dan keluaga mereka. Memang kalau sudah kecanduan pikiran logis akan hilang terselubung oleh candu narkoba. Seolah-olah semua masalah hidup hilang karena menggunakan narkoba. Tetapi kenyataannya narkoba dapat membuai atau membuat seolah-olah semuanya berjalan dengan baik, malah narkoba akan menciptakan masalah yang baru yang semakin memperkeruh situasi.
Narkoba dinyatakan terlarang sebab barang tersebut dapat merugikan kesehatan pemakainya. Narkoba dapat menghancurkan kesehatan. Daya tahan tubuh yang semakin menurun akan mudah terjangkit oleh penyakit. Kemampuan berpikir juga semakin menurun atau pikiran logis untuk menyelesaikan permasalahan hidup semakin tumpul dan tidak bisa diajak berkompromi.
Daya pikir menjadi tumpul digerogoti narkoba sebab narkoba langsung menyerang saraf pusat. Masalah-masalah yang seharusnya bisa diatasi menjadi mustahil dapat diatasi atau malah tidak dapat terjangkau oleh pikiran yang sudah candu narkoba. Kualitas hidup akan semakin buruk sebab terkadang tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan yang buruk.
Yang ada dalam pikiran pemakai narkoba hanya bagaimana supaya dapat mendapatkan efek senang yang hanya berlangsung sementara ketika mengkonsumsi narkoba. Ini sangat berakibat buruk bagi diri sendiri dan keluarga sebab apa saja mau dilakukan pecandu narkoba untuk mendapatkan barang berbahaya itu. Mereka tidak tahu lagi bahwa perbuatan tersebut sangat buruk, mereka hanya ingin senang dan senang seperti orang yang mabuk. Dunia seolah menjadi milik sendiri padahal kenyataannya rumah saja tidak punya.
Jika pemakai narkoba sudah ketergantungan pada barang haram itu atau telah menjadi pecandu narkoba maka amat sulit melepaskan diri darinya. Pikirannya hanya tertuju pada narkoba dan bagaimana cara mendapatkannya. Kalau sudah menjadi pecandu, maka ketika tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk memakai narkoba mereka akan merasa tersiksa. Gelisah, uring-uringan, suka melamun dan hidup seperti di dunia lain. Jika tidak mendapatkannya, hidup mereka bagai di gurun pasir yang panas seperti cacing kepanasan dan tidak bisa menjalani hidup dengan tenang dan damai.
Apa pun mereka lakukan untuk mendapatkan kembali narkoba untuk melepaskan diri dari siksaan yang mereka rasakan. Keluarga akan mengalami dampak langsung dari anggota keluarga mereka yang kecanduan. Rasa tanggungjawab terhadap keluarga menjadi hilang dan mereka seolah lepas tangan terhadap masalah keluarga. Mereka menjadi tidak peduli terhadap kelangsungan hidup keluarga mereka sebab sudah dibutakan oleh narkoba.
Jika pecandu itu dulunya adalah tulang punggung keluarga maka setelah kecanduan mereka akan menjadi beban keluarga. Keuangan keluarga akan mengalami defisit untuk memenuhi kebutuhan keluarga sebab tidak ada lagi penghasil sumber keuangan. Pada akhirnya keluarga akan hancur. Anak-anak tidak terurus dan putus sekolah karena ketiadaan biaya. Pertengkaran suami istri tidak terhindarkan yang dapat berujung pada perceraian. Jika hal ini terjadi masa depan anak-anak juga akan hancur tanpa bimbingan dan kasihsayang orang tua.
Perabot-perabot rumah tangga satu persatu terjual untuk membeli narkoba. Rumah akan semakin kosong dan bisa dibuat lapangan bulu tangkis. Setelah keluarga hancur, rumah tersebut kemungkinan akan dijual dan semua yang ada di depan mata akan hilang. Kalau pun keluarga dapat bertahan dengan kepala keluarga pecandu narkoba maka proses pemiskinan keluarga akan tiba dengan cepat.
Betapa buruknya dampak narkoba bagi diri sendiri dan keluarga! Ada beberapa upaya untuk mencegah supaya anggota keluarga tidak terjerat narkoba, antara lain :
1. Katakan tidak pada narkoba (say no to drugs)
Kita harus mempunyai prinsip hidup menolak pemakaian narkoba. Anti narkoba dengan segala bentuknya. Jangan pernah sekali pun mencoba bagaimana rasanya narkoba. Sebab banyak para pecandu narkoba awalnya hanya ingin mencoba bagaimana rasanya. Setelah tahu, mereka tidak dapat lagi lepas darinya sebab narkoba itu melumpuhkan daya pikir.
Kita harus menyadari dampak buruk narkoba bagi kesehatan. Daya tahan tubuh akan semakin rendah dan rentan terhadap penyakit. Dengan kesadaran seperti ini maka kita tidak akan berani mencoba walau disodorkan secara gratis di hadapan kita. Dengan tegas kita menolaknya.
Pengetahuan mengenai narkoba patut kita pelajari dari berbagai buku dan internet. Kita akan mempunyai pemahaman dan pengetahuan tentang narkoba dan tujuan sebenarnya pemakaian narkoba dalam pengobatan. Dengan pengetahuan lebih maka kita juga bisa memberikan pemahaman tentang dampak buruk narkoba bagi anggota keluarga kita sehingga mereka juga tidak berani mencobanya.

2. Memilih lingkungan pergaulan yang baik
Banyak orang terkena narkoba karena salah dalam memilih lingkungan pergaulan. Ini bisa terjadi ketika kita ingin bergaul dan bersenang-senang dengan banyak orang. Kita ingin dikenal sebagai anak gaul. Apa pun kita lakukan supaya diterima menjadi anggota suatu perkumpulan termasuk mencoba mentah-mentah narkoba yang disodorkan pada kita. Kita hanya berpikir supaya diterima oleh mereka dengan mengabaikan kesehatan dan keluarga kita. Yang pada akhirnya membuat kita lupa diri dan lupa akan keluarga kita. Anggota kelompok akan senang melihat kita juga kecanduan seperti diri mereka sendiri artinya mereka tidak hanya mau menghancurkan diri mereka sendiri tetapi juga menghancurkan kehidupan orang lain. Mereka akan tertawa melihat kehancuran diri kita dan ketidakmampuan kita terlepas dari jerat narkoba.
Pandai-pandailah memilih lingkungan pergaulan. Ini dibutuhkan kepekaan terhadap masalah-masalah lingkungan. Kalau kita sudah tahu kalau suatu perkumpulan sudah terlibat masalah narkoba, maka jangan pernah sekali-kali mencoba menjadi anggotanya. Segera membelakangi dan meninggalkan mereka tanpa syarat. Kita harus berani mengambil tindakan demi diri sendiri dan keluarga.

3. Mencintai kehidupan
Kalau kita mencintai kehidupan maka pasti kita tidak akan menghancurkannya dengan narkoba. Kita akan menjalani dan merawat kehidupan kita dengan baik. Kita diberikan Tuhan kehidupan baik yang selayaknya kita pergunakan untuk kebaikan bagi masyarakat bukan menjadi sampah masyarakat yang harus disingkirkan.
Mendekatkan diri pada Tuhan dengan mengikuti ibadah sesuai dengan kepercayaan kita akan menambah kecintaan kita pada kehidupan. Kita mengasihi dan mencintai orang lain seperti mengasihi dan mencintai diri sendiri sebagaimana Tuhan juga mengasihi kita dengan memberikan kehidupan yang baik. Kita akan mencintai diri kita dan keluarga kita dengan tulus. Kita memberikan diri kita bagi mereka dan tidak mau menjadi budak narkoba yang akan menghancurkan hidup diri dan keluarga kita.
Kecintaan terhadap keluarga dan bertanggungjawab akan masa depan anak kita sangat diperlukan. Keharmonisan dalam hidup keluarga harus kita bangun, saling menghormati, menolong dan memahami satu sama lain. Jangan pernah membiarkan anggota keluarga berjuang mengatasi masalah mereka sendiri. Persoalan-persoalan keluarga hendaknya bisa diatasi bersama-sama sehingga tercipta keluarga yang damai penuh cinta tanpa narkoba.

Deliserdang 15 Mei 2008

Selasa, Mei 27, 2008

Kembali ke Alam : Menjaga dan Melestarikan Hutan

Semboyan bahwa hutan adalah paru-paru dunia sudah kita dengar sejak puluhan tahun yang lalu. Namun adakah kesadaran tumbuh untuk mencintai hutan?
Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan terluas di dunia selain Brazil. Tetapi kerusakan hutan di Indonesia dari tahun ke tahun semakin parah dan meluas tanpa terkendali.

Penebangan liar dan pembukaan lahan perkebunan baru
Penebangan liar adalah salah satu penyebab utama terhadap perusakan hutan. Ada orang tertentu atau oknum tertentu yang dengan sengaja merencanakan penebangan hutan. Mereka biasanya adalah kalangan masyarakat berduit dan dalam memuluskan aksinya mereka sering menyogok pemerintah dengan jumlah uang yang besar.
Kemudian mereka mengupah masyarakat sekitar untuk menebang hutan. Tentu saja masyarakat yang miskin akan mau jika diberikan upah yang lumayan besar. Kemudian aksi mereka dimulai. Hutan ditebang dan digunduli sesuka hati mereka dengan mesing-mesin yang meraung menebas hutan.
Penebangan liar atau sering disebut pembalakan liar ini amat mengancam kelestarian hutan sebab mereka menebang hutan dalam skala besar tanpa memikirkan bagaimana dampak kerusakan hutan.
Pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit juga menjadi alasan utama dalam perusakan hutan. Setelah menebangi hutan kemudian dengan sengaja mereka membakarnya untuk mempermudah pekerjaan mereka. Hutan terbakar tanpa terkendali menghancurkan hutan hingga pada daerah-daerah hutan yang tidak direncanakan untuk dibuka. Maka pernah kita rasakan akibatnya seperti asap hutan yang mengganggu berbagai aktivitas kita dan pernah pula dikatakan negara kita mengekspor asap ke negara tetangga. Itu adalah kerugian dalam jangka pendek seperti kotornya udara yang bisa menimbulkan berbagai penyakit pernapasan.
Alasan lain perusakan hutan adalah memperluas pemukiman penduduk. Pemukiman baru diperluas dengan memasuki kawasan hutan dengan menebangi hutan. Ini adalah akibat dari kepadatan penduduk yang tidak terkendali dan tidak adanya peraturan yang jelas dari pemerintah tentang ijin mendirikan perumahan.
Penyediaan bahan mentah untuk pabrik pembuatan kertas juga dapat merusak hutan. Untuk memenuhi kebutuhan kertas yang semakin lama semakin tinggi maka pabrik kertas didirikan di berbagai tempat. Hingga hutan-hutan sekitar mereka rusak untuk memasok bahan mentah bagi pabrik mereka.
Paparan di atas menunjukkan bahwa kita belum menyadari pentingnya peran hutan dan dampak kerusakan hutan bagi dunia.
Hutan adalah paru-paru dunia. Pernyataan ini memang benar adanya. Hutan dapat membersihkan udara kita dari berbagai asap yang dihasilkan mesin-mesin dan mengubahnya menjadi oksigen yang kita butuhkan. Asap atau carbondioksida (CO2) dinetralkan oleh hutan dan mengubahnya menjadi oksigen (O2). Itulah mengapa hutan disebut sebagai paru-paru dunia. Coba bayangkan bagaimana kalau paru-paru manusia rusak maka kehidupan manusia tersebut akan segera berakhir sebab paru-paru adalah salah satu organ vital manusia. Demikian juga hutan adalah organ vital bagi dunia.
Selain paru-paru dunia, hutan juga berperan sebagai sumber mata air bersih. Hutan berfungsi sebagai penyedia air bersih bagi dunia atau manusia. Hutan dapat meresapkan air hujan dan membuatnya bersih melalui akar pohon-pohon. Air bersih sangat kita butuhkan dalam hidup kita. Coba bayangkan kalau hutan rusak, tentu kita akan kekurangan air bersih dan itu akan mempengaruhi kesehatan kita.
Hutan dapat mencegah berbagai bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Banjir bisa diakibatkan oleh tidak adanya peresapan air karna hutan sudah gundul sedangkan longsor terjadi karna tidak ada yang menahan tanah ketika terjadi hujan atau gempa bumi. Banjir di Jakarta disebabkan oleh tidak adanya tempat kosong untuk meresapkan air ke dalam tanah semua sudah tertutupi oleh berbagai bangunan.
Banjir juga bisa terjadi karna naiknya air laut. Air laut naik karna mencairnya bank-bank es di kutub. Es tersebut mencair disebabkan oleh pemanasan bumi. Pemanasan bumi terjadi karna begitu banyaknya asap yang tidak bisa dinetralisir sehingga asap-asap tersebut merusak lapiran ozon yang biasanya menyerap sinar yang berbahaya bagi bumi. Panas bumi tidak bisa keluar dari bumi dan terperangkap dibumi hingga mengakibatkan suhu bumi semakin naik. Peran hutan disini penting untuk menetralisir asap-asap mesin yang melimpah ruah setiap hari. Kalau hutan sudah rusak maka kehidupan kita akan semakin terancam oleh naiknya air laut yang mengancam pemukiman penduduk.
Pemanasan global juga mengakibatkan cuaca tidak menentu. Sekarang ini tidak bisa ditentukan lagi kapan musim hujan dan kapan musim kemarau. Cuaca menjadi tidak menentu dan sulit diprediksi. Itu semua karna perusakan hutan yang tidak disadari akibatnya. Berbagai kesulitan hidup akan datang menghampir manusia jika hutan tidak dijaga dan dilestarikan.
Kita harus menjaga dan menyelamatkan hutan
Mau tidak mau kalau kita ingin mempertahankan kelangsungan hidup kita maka kita harus menjaga dan menyelamatkan hutan. Berbagai tindakan nyata harus segera dilakukan untuk menyelamatkan hutan seperti :
1. Mencintai lingkungan dan hutan
Kita harus sadar bahwa mencintai lingkungan dan hutan sangat penting. Kegiatan penyadaran ini bisa dilaksanakan dengan mengadakan berbagai seminar dan penyuluhan tentang lingkungan dan hutan di tengah-tengah masyarakat. Jika kesadaran cinta lingkungan sudah tumbuh maka kita tidak akan semena-mena terhadap alam dan kita akan berusaha menyelamatkan hutan dengan menghindari penebangan liar.
Kecintaan terhadap lingkungan juga bisa diajarkan sejak dini terhadap anak-anak bangsa di bangku sekolah. Para guru dan orang tua memberikan bimbingan bagi anak-anak untuk mencintai lingkungan dan mencintai hutan. sehingga kesadaran ini akan menyelamatkan masa depan hutan kita dan berakibat langsung pada penyelamatan masa depan umat manusia.
2. Melakukan tindakan nyata
Tindakan nyata dalam penyelamatan hutan diperlukan untuk menyelamatkan hutan. Tindakan nyata ini bisa dilakukan dengan bersama-sama melakukan penanaman kembali pada lahan hutan yang rusak. Tindakan ini dapat dilaksanakan dengan arahan dari pemerintah setempat dengan diawali dengan memberikan penyuluhan pentingnya hutan bagi kehidupan kita.
Masyarakat bersama-sama melakukan penanaman pohon pada lahan-lahan kosong dipandu oleh pemerintah. Tidak cukup dengan penanaman saja tetapi juga disertai dengan perawatan terhadap pohon yang ditanam. Dengan kesadaran terhadap tindakan nyata ini maka masyarakat tidak akan semena-mena terhadap alam. Masyarakat tidak akan sesuka hati merusak hutan sebab mereka sudah dibekali dengan pengetahuan yang sebenarnya tentang pentingnya hutan.
3. Menindak tegas pelaku pembalakan liar
Peran pemerintah disini sangat penting untuk mengawasi hutan. Hal ini bisa dilaksanakan dengan menambah polisi hutan yang mencintai hutan. Bukan polisi hutan yang bisa disogok dengan mudah. Polisi hutan harus benar-benar menjalankan tugasnya mengawasi hutan dengan menurunkan tim-tim tertentu untuk mengawasi wilayah hutan tertentu. Tidak menjadi polisi hutan yang harus diawasi sehingga mau bekerja.
Bila dalam pengawasan dan penjagaan hutan ditemukan pembalakan liar maka polisi hutan harus menindak tegas mereka. Menangkap dan mengajukan para pelaku ke pengadilan dan bila terbukti bersalah maka harus dihukum dengan seberat-beratnya disertai denda sebesar-besarnya yang bisa mengakibatkan efek jera dan membuat pelaku lainnya berpikir dua kali dalam melakukannya.
Peran masyarakat juga penting disini dengan memberikan informasi pada petugas kalau mereka menemukan pembalakan liar atau penebangan liar sebab kadang hutan terlalu luas untuk diawasi hanya oleh polisi hutan. Kerjasama dengan masyarakat sangat diperlukan untuk mengawasi hutan hingga hutan akan tetap lestari dan masa depan kita akan lebih baik. Mari menjaga dan melestarikan hutan sekarang juga!

Deliserdang, 23 Mei 2008

Berdemonstrasi Demi Rakyat

Demonstrasi mempunyai kekuatan yang besar. Demonstrasi adalah sarana untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan-tuntutan karna ketidakpuasan terhadap suatu kebijakan atau menuntut perbaikan kehidupan. Demonstrasi bisa menghasilkan perubahan atau mengakibatkan turunnya pemimpin yang dianggap gagal dari jabatannya. Contohnya adalah lengsernya mantan presiden Soeharto dari kursi kepresidenan dan melahirkan semangat baru dalam era reformasi. Reformasi adalah salah satu produk dari demonstrasi yang bisa disebut sebagai masa keterbukaan dan kebebasan. Sebab selama orde baru Indonesia terselubung oleh ketertutupan, ketidakjelasan dan pembatasan hak oleh pemerintah. Siapa saja yang dianggap mencoba melawan akan ditangkap dan dipenjarakan.
Demonstrasi erat kaitannya dengan demonstran atau pelaku demonstrasi. Pelaku demonstrasi yang paling disegani adalah mahasiswa karna mereka tidak masuk ke dalam golongan tertentu dan dianggap murni menyampaikan tuntutan demi masyarakat. Mahasiswa juga dianggap kaum cerdik pandai sehingga mereka dianggap pantas menyampaikan tuntutan mereka sebab mereka berdemonstrasi karna melihat berbagai kekurangan dan penderitaan yang dialami masyarakat.
Demonstrasi dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu yang direncanakan sebelum melaksanakan aksi itu. Sehingga demonstrasi membutuhkan persiapan-persiapan tertentu. Sebelum berdemonstrasi diharuskan mengadakan diskusi terlebih dahulu untuk membahas materi yang akan dituntut. Disini bisa diartikan memahami dulu letak permasalahan sebenarnya. Apakah menuntut perbaikan ekonomi masyarakat atau seperti belakangan ini menuntut agar harga BBM tidak dinaikkan. Jangan pergi berdemonstrasi jika tidak tahu letak persoalan tuntutan. Modal utama harus ada yaitu pengetahuan dan pemahaman terhadap persoalan. Jangan pernah berdemonstrasi karna ikut-ikutan seperti burung beo, meneriakkan suatu kata tetapi tidak tahu apa artinya. Sama halnya juga dengan tong kosong nyaring bunyinya. Berkoar-koar bagai ayam jago yang nyatanya adalah ayam sayur.
Dalam diskusi sebelum terjun ke lapangan juga dibahas bagaimana cara menyampaikan tuntutan mereka dengan efektif, apakah hanya dengan berteriak-teriak sambil menunjukkan poster atau lebih kreatif lagi dengan membuat semacam pertunjukan sehubungan dengan materi tuntutan. Hal ini dilaksanakan agar demonstrasi bisa diarahkan dan dikordinir dengan baik bukan hanya maju ke depan dan berkoar-koar dengan pengeras suara dengan dada dibusungkan.
Tempat berdemonstrasi juga perlu dipertimbangkan. Dimana posisi yang tepat memulai dan berlangsungnya demonstrasi hingga bubar. Salah jika berdemonstrai ditengah jalan sambil membakar ban sehingga mengganggu jalannya lalu lintas. Selain mengakibatkan polusi udara sebab ban yang dibakar menghasilkan asap yang lumayan hitam dan pekat juga tidak akan mengundang simpati dari masyarakat sekitar yang kegiatannya jadi terganggu. Jadi disini berdemonstrasi akan menambah masalah baru bukannya bisa menyelesaikan masalah. Tentu para demonstran akan mendatangi pihak yang paling dekat atau pihak yang mempunyai wewenang untuk merubah suatu kebijakan yang dituntut biasanya kalau di tingkat provinsi berdemonstrasi di depan kantor gubernur atau di depan kantor DPRD. Gubernur adalah pembuat kebijakan di tingkat propinsi dan DPRD adalah wakil rakyat yang diharapkan mewakili rakyat yang mengahadapi suatu persoalan.
Para demonstran hendaknya mempunyai misi yang murni datang dari diri mereka sendiri sebab merasakan penderitaan rakyat dan ingin merubahnya. Jadi disini demonstran harus memiliki kepekaan terhadap masalah-masalah rakyat dan kepekaan ini bisa didapatkan kalau mereka dekat dengan masyarakat. Jangan pernah berdemonstrasi untuk kepentingan golongan tertentu apalagi pergi berdemonstrasi karna mendapatkan bayaran. Ini adalah salah satu penyelewengan dalam menggunakan media demonstrasi dan banyak demonstran terjebak dalam masalah ini jadilah mereka menjadi demonstrans bayaran yang berteriak tanpa adanya dorongan dari dalam diri mereka. Demonstran bayaran ini akan mencoreng perjuangan pahlawan demonstran yang gugur murni memperjuangkan nasib rakyat. Seharusnya mereka malu pada diri mereka sendiri yang mau diperbudak demi uang.
Para demonstran yang sebenarnya adalah orang-orang yang sadar dan mempunyai pikiran logis. Sadar berbagai resiko yang dihadapi dan mau menanggung resiko tersebut demi tercapainya tuntutan mereka. Banyak demonstran palsu yang pergi berdemonstrasi setelah mabuk atau setelah mengkonsumsi narkoba sehingga seolah-olah mereka adalah pemberani hingga mati sekali pun. Mereka sudah dipengaruhi obat-obatan terlarang yang bisa membuat tindakan mereka di luar kendali kewajaran. Maka hasil dari demonstran seperti ini adalah tindakan anarkis dan menghancurkan. Mereka menghancurkan kaca-kaca bangunan dengan batu-batu, hingga membakar kendaraan bermotor yang ditemukan di dekat mereka. Kehancuran dan kekacaulah yang mereka buat sehingga tidak menyelesaikan masalah tetapi menciptakan masalah yang baru dan juga membuat kerugian materi yang tidak sedikit. Pada akhirnya mereka akan berurusan dengan pentungan, gas air mata dan peluru karet polisi yang akan berusaha mengamankan situasi dan menginapkan mereka dipenjara.
Para demonstran palsu seperti ini yang sudah dipengaruhi oleh obat-obatan biasanya akan mengacaukan tujuan murni sebuah demonstrasi. Tujuan sebenarnya dari demonstrasi adalah menyampaikan argumentasi atau adu argumentasi dengan pihak yang dianggap bertanggungjawab dengan masalah yang dibawa. Untuk menyampaikan argumentasi dibutuhkan kesadaran, pikiran logis dan kepala dingin sehingga tidak mudah tersulut emosinya. Tetapi dengan demonstran yang sudah mabuk minuman dan narkoba tidak akan ada adu argumentasi tetapi akan menjadi adu otot dan mereka akan menjadi sasaran empuk polisi yang mempunyai pelindung lengkap.
Demonstrasi yang baik bukan hanya menyampaikan tuntutan dengan harga mati atau harus dilaksanakan atau negara ini akan mereka kacaukan akan tetapi demonstran juga menawarkan solusi-solusi yang konstruktif melalui argumentasi yang baik. Itulah makna dari demonstrasi yang sebenarnya yakni mencoba menawarkan solusi akan suatu masalah sehingga demonstran juga ikut mencoba mengatasi persoalan yang sedang dihadapi. Misalnya tuntutan supaya harga BBM tidak naik, demonstran menawarkan solusi yakni mengurangi gaji pejabat negara, menghapuskan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan mengalihkan uang tersebut untuk memberikan subsidi terhadap BBM sehingga harganya tidak perlu dinaikkan. Untuk menawarkan solusi ini demonstran kembali pada persiapan sebelum berdemonstrasi yaitu dengan memahami suatu persoalan secara mendalam baru kemudian maju ke medan demonstrasi sehingga tidak ada kekacauan dan tindakan anarkis tetapi berdemonstrasi dengan tertib dan menawarkan solusi. Mari berdemonstrasi dengan baik.


Deliserdang, 24 Mei 2008

Tanah Subur tapi Rakyat Lapar

Ada syair lagu mengatakan bahwa tanah kita tanah surga apa saja yang dilempar ke tanah akan tumbuh. Tanah Indonesia memang subur karna berada di garis katulistiwa yang beriklim sejuk hampir sepanjang tahun mendapat guyuran hujan yang sangat penting dalam menumbuhkan tanaman.
Tetapi apa daya ternyata tanah kita tidak mampu mencukupi kebutuhan pangan bangsa Indonesia sehingga perlu mendatangkan beras dari luar negeri. Sungguh menyedihkan tanah yang subur tidak bisa mencukupi kebutuhan pangan kita. Apa yang salah di negara kita apakah sudah menjadi nasib diri yang tidak tereklakkan lagi.
Dengan terpaksa sebagian besar rakyat kita yang masih miskin mengkonsumsi nasi aking yang berasal dari beras yang kualitasnya terendah dan malah sebagian lagi tidak bisa makan akhirnya mati kelaparan. Tanah yang subur hanya bisa melahirkan tubuh-tubuh yang tak berdaya dan kemudian mati kelaparan.
Tentu ada yang salah mengapa di tanah yang subur bisa kelaparan? Jika semuanya berjalan dengan baik tentu bukan kelaparan yang dihasilkan tetapi serba kecukupan dan manusia-manusia yang sehat dan bisa menjadi negara yang swasembada pangan.
Kebijakan pemerintah dalam memajukan pertanian perlu kita pertanyakan. Dengan kondisi rakyat yang kelaparan dapat kita simpulkan bahwa perintah Indonesia tidak mau membangun pertanian. Pemerintah tidak peka terhadap keadaan geografis Indonesia yang cocok dalam bidang pertanian sehingga perhatiannya beralih pada sektor lain yang tidak begitu penting seperti perindustrian dan pertambangan atau malah terlalu jauh ingin menguasai teknologi.
Pemerintah tidak mampu melihat apa yang bisa dikembangkan yang didukung oleh faktor keadaan geografis yaitu pertanian. Pemerintah tidak memulai dari hal-hal yang sederhana tetapi ingin berlari jauh sehingga seolah-olah kelihatannya hebat dengan menguasai berbagai teknologi tetapi pada akhirnya akan terbentur pada kenyataan yaitu pangan tidak mendukung yang menjadikan rakyat lapar dan lapar. Adakah kondisi lain yang lebih menyedihkan dari mati kelaparan di tanah yang subur?
Perjalanan sejarah bangsa kita pernah mengalami swasembada beras atau pangan tetapi tahun-tahun belakangan ini menjadi negara yang defisit beras atau pangan. Kita juga pernah menguasai teknologi pembuatan pesawat terbang yang kabarnya dijual ke negara lain untuk membeli beras. Dan sekarang pembuatan pesawat terhenti karna terbentur pada masalah keuangan dan kini kembali pada usaha bagaimana mengatasi supaya rakyat tidak mati kelaparan. Jika dari dulu pemerintah mempunyai pandangan yang jauh ke depan mengenai pentingnya pertanian dalam menopang pangan tentu masalah ini tidak akan terjadi. Seharusnya pemerintah sejak dulu tidak malu dalam mengembangkan pertanian karna disanalah kekuatan bangsa sesungguhnya. Bukannya seolah-olah menjadi negara maju yang mampu menguasai teknologi tetapi pada akhirnya kelaparan.
Naiknya harga BBM menjadi pemicu lain kelaparan rakyat. BBM naik yang mendorong semua harga-harga naik. Harga pupuk juga mengalami kenaikan secara drastis. Petani mengeluh karna tidak mampu membeli pupuk. Hal ini membuat mereka takut bercocok tanam sebab pupuk sangat dibutuhkan demi keberhasilan panen. Kalau mereka memutuskan untuk menanam juga maka biasanya akan mengalami kerugian sebab harga hasil tanaman juga cenderung rendah. Jika pada umumnya petani takut menanam maka akan terjadilah kekurangan pangan sehingga untuk memenuhi kebutuhan sendiri saja mereka tidak mampu lagi. Makan nasi aking pun tidak masalah daripada mati kelaparan.
Disamping harga pupuk yang naik, cuaca yang tidak berkompromi juga menjadi salah satu penyebab kekurangan pangan. Sebagian besar petani mengandalkan turunnya hujan maka kalau hujan tidak turun petani tidak menanam dan kalau kemarau berkepanjangan tanaman-tanaman yang sudah ditanam juga akan mati. Musim yang tidak menentu seperti sekarang ini adalah salah satu imbas dari pemanasan global. Secara tidak langsung adalah penyebab dari keserakahan manusia juga dalam perusakan hutan karna kepentingan segelintir orang.
Musim tanam juga tidak menentu lagi karna perubahan iklim sehingga yang dulunya bisa panen dua kali setahun, sekarang panen sekali saja dalam setahun sering mengalami kegagalan. Petani akan semakin terperosok dalam penderitaan yang berkepanjangan. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah pupuk mahal cuaca juga tidak mendukung. Petani yang miskin akan semakin miskin lagi.
Lokasi pertanian yang biasanya di pedesaan juga jarang tersentuh pembangunan. Semua fasilitas umum tertinggal seperti sekolah-sekolah yang hampir rubuh, jalan-jalan yang masih berlobang-lobang dan hancur tidak terawat. Sarana transportasi yang tertinggal ini akan mengganggu pengiriman hasil panen ke kota. Tidak jarang hasil panen rusak dalam perjalanan. Petani akan susah menjual hasil ladangnya dan pada akhirnya akan merugi juga. Maka lengkaplah penderitaan para petani, sumber pangan negara akan terganggu atau malah akan mati.
Sebelum semuanya terlambat, kita harus berbenah memperbaiki pertanian kita supaya ketahanan bangsa tidak runtuh akibat kekurangan pangan.
Pemerintah harus punya kebijakan untuk memajukan pertanian untuk menyelamatkan persediaan pangan. Pemerintah harus mulai menyadari bahwa tanah air kita adalah tanah yang subur dan cocok dalam bidang pertanian serta sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di pedesaan dan bekerja sebagai petani. Petani tidak boleh dipandang sebelah mata, mereka adalah salah satu pejuang bangsa yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup mereka dan secara langsung memenuhi kebutuhan penduduk-penduduk yang tinggal di kota.
Pemerintah hendaknya menggalakkan pertanian dengan berbagai cara, contohnya dengan mengadakan berbagai penyuluhan tentang bagaimana bercocoktanam yang baik. Pemerintah menunjuk orang-orang yang berpendidikan dan berpengalaman dalam bercocok tanam sebagai tenaga penyuluh. Bisa juga menggalakkan kembali Koperasi Unit Desa sebagai sumber modal pertani dalam bercocok tanam atau memberikan pinjaman uang dengan bunga rendah melalui bank pemerintah seperti BRI.
Harga pupuk hendaknya bisa diturunkan dengan memberikan subsidi sehingga harga pupuk bisa terjangkau petani. Subsidi memang telah dijalankan tetapi masih kurang dalam pengawasan sehingga pupuk-pupuk yang bersubsidi tidak sampai pada petani yang sangat membutuhkan karna diselewengkan oleh pihak-puhak yang tidak bertanggungjawab. Pupuk yang bersubsidi juga adalah pupuk-pupuk yang berkualitas rendah atau pupuk yang gunanya kurang dibutuhkan petani sedangkan pupuk-pupuk yang berkualitas baik harganya masih tetap tinggi dan tidak terjangkau.
Pabrik pupuk seperti PUSRI berada di Indonesia tetapi mengapa harga pupuk tetap melonjak naik. Penyebabnya mungkin bahan baku pembuatan pupuk harus didatangkan dari luar negeri sehingga ongkos pembuatannya menjadi tinggi, mau tidak mau harga pupuk memang harus dinaikkan supaya pabrik tersebut tidak rugi. Tetapi apakah tidak ada solusi lain supaya harga pupuk bisa turun? Seperti misalnya dengan mencari pengganti bahan baku pembuatan pupuk yang diimpor dengan bahan baku yang ada di Indonesia. Harga pupuk harus diturunkan sehingga petani bisa membeli dan mulai bercocoktanam untuk menyelamatkan persediaan pangan kita.
Pemerintah juga diharapkan bisa mengendalikan harga jual di pasar sehingga petani tidak merugi karna harga jual yang sering terlalu rendah. Ini tentu saja membutuhkan pemantauan ke lapangan oleh tim yang dibuat oleh pemerintah. Penetapan harga ini memang sulit sebab harga jual suatu barang tergantung permintaan barang dipasar dan jumlah barang yang beredar. Jika permintaan akan suatu barang tinggi sedangkan jumlah barang yang ada di pasar sedikit maka harga akan cenderung naik tetapi kalau permintaan barang sedikit tetapi jumlah barang banyak maka harga akan turun. Maka pemerintah harus bisa mencari akal bagaimana supaya harga jual hasil pertanian bisa tinggi sehingga mendorong petani terus bercocoktanam.
Pembangunan hendaknya menyentuh wajah pedesaan. Fasilitas-fasilitas umum dibangun, diperbaiki dan dirawat. Sehingga hasil panen petani bisa lancar sampai di kota pada saat yang tepat. Peran pemerintah disini amat dibutuhkan untuk membuat anggaran dana untuk pembangunan desa dan dipastikan apakah pembangunan yang telah direncanakan tersebut telah terlaksana dengan baik. Tidak cukup hanya dengan memberikan dan menyediakan dana tetapi tidak mengawasi jalannya pembangunan sebab seringkali dana yang ditujukan untuk pembangunan desa dikorupsi oleh pihak-pihak tertentu yang mau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tindak dengan tegas para pengacau seperti ini yang bisa membuat bangsa berkubang dalam kemelaraan.
Semua itu kembali kepada petani sendiri sebagai subyek, apakah ia punya semangat kerja tinggi dan pantang menyerah? Biasanya petani-petani yang punya kemauan, keyakinan serta mau bekerja keras akan berhasil melewati masa-masa sulit dan pada akhirnya akan berhasil. Dibutuhkan semangat kerja yang tinggi dan tidak gampang menyerah pada situasi sulit. Setiap permasalahan pasti mempunyai titik terang dan petani-petani yang tangguh tidak mau tinggal diam menunggu keadaan semakin membaik tetapi langsung terjun ke lahan pertanian dan mulai bekerja sesuai dengan rencana-rencana matang yang sudah dibuat sebelumnya. Pada akhrinya petani-petani yang tangguh akan menyelamatkan persediaan pangan bangsa sehingga mereka patut disebut pahlawan. Petani-petani Indonesia bangkit dan bekerjalah.

Deliserdang, 24 Mei 2008