Potret Indonesia Hari Kamis, 19 Juni 2008
Tiada yang menjadi fokus pemberitaan hari ini tetapi masih didominasi oleh suap-suapan terhadap para jaksa. Pemeriksaan terhadap kasus tersebut sudah dimulai. Media elektronik dan cetak terus memburu berita bagaimana kelanjutan dari kasus tersebut. Orang-orang yang bertanggungjawab menangani kasus tersebut dikejar untuk mendapatkan kepastian. Ms. Raharjo (kalau tidak salah) adalah orang yang paling banyak dimintai keterangan mengenai kasus itu karena mungkin dialah yang melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
Keterangan mengenai adanya rencana penyelamatan penyuap Artalyta S. juga berusaha diungkap kebenarannya. Benarkah para jaksa ingin menyelamatkan si penyuap ini? Sebab ketika terdakwa Urip ditangkap selaku penerima suap tetapi penyuap tidak ditangkap. Pasti semua orang curinga akan hal tersebut dan bisa saja orang beranggapan tindakan itu dilakukan untuk menyelamatkan si penyuap. Setelah dimintai keterangan kepada jaksa yang akan melakukan penangkapan terhadap si penyuap tetapi telah terlambat sebab KPK telah kembali meringkusnya mengatakan bahwa mereka tidak ada maksud untuk menyelamatkan Artalyta. Katanya mereka hanya ingin memperjuangkan keadilan. Penyuap dan tersuap harus ditangkap sebab dua-duanya bersalah. Tetapi perlu dipertanyakan juga mengapa saat KPK menangkap jaksa Urip, mereka tidak langsung menangkap juga penyuap? Setelah kutelusuri apa yang mereka ungkapkan adalah bahwa saat penangkapan Urip, mereka sudah berada di depan rumah penyuap. Mereka beralasan tidak bisa menangkap penyuap saat itu karena pagar rumah tersangka sangat tinggi. Maka mereka pulang dan baru beberapa hari kemudian mereka meringkusnya di rumah dengan pagar tingginya masih sama? Nah disinilah letak permasalahannya. Kok sekarang pagar yang tinggi masih sama tidak menjadi masalah tetapi sebelumnya beralasan karena pagar yang tinggi?
Ada sebagian berita yang menampakkan ekor, kepala, dan sedikit bagian tubuhnya yang lain. Tuntutan terhadap penyelesaian kasus monas mulai terungkap lagi. Demo menuntut kenaikan BBM mulai dilakukan oleh mahasiswa dan tuntutan kali ini mereka menyuruh SBY dan JK turun dari jabatannya jika tidak memenuhi tuntutan tersebut. Dalam kesempatan tersebut mereka juga menuntut rekan-rekan mereka yang ditahan polisi agar dibubarkan.
Demikian juga kasus Munir sepertinya bangun kembali. Katanya ada tersangka baru sehingga penyelidikan kali ini kata mereka akan memasuki babak baru.
Penyelidikan terhadap Geng Nero terus diusut dan dilanjutkan. Coba bayangkan cewek-cewek cantik melakukan kekerasan. Saya merasa agak heran, apakah ini bentuk perlawanan kaum perempuan yang mungkin selama ini terpinggirkan? Atau mereka ingin menunjukkan bahwa mereka juga mempunyai kekuatan? Tetapi dengan cara-cara yang salah barangkali.
Penemuan blue energy juga diberitakan. Ada yang bernama Joko yang mempraktekkan temuaannya tersebut. Menurut dia air tersebut masih dicampur dengan bensin atau solar. Perbandingannya 70 persen air dan 30 persen bensin atau solar. Ketika ditanya lebih jauh bagaimana proses kerjanya, dia diam dan mengatakan itu menjadi rahasia. Ketika ketidak temuan blue energy yang belum jelas ini di Indonesia disiarkan, Jepang sudah bisa menciptakan mobil berbahan bakar air. Mereka akan melakukan produksi massal terhadap mobil tersebut. Jadi saya kira tidak perlu lagi mencari tahu bagaimana membuat bahan bakar dari air oleh kita sendiri lebih baik pergilah ke Jepang dan belajar dari mereka. Intinya bahwa pembuatan bahan bakar dari air adalah mungkin 100 persen tidak seperti apa yang dikatakan oleh peneliti-peneliti Indonesia sebelumnya di surat kabar. Apa yang tidak mungkin di dunia ini kalau kita tetap berusaha menggapainya?
Jika saya melihat mengenai blue energy, Jepang sebelumnya tidak pernah mengatakan bahwa mereka sedang melakukan penelitian terhadap masalah itu. dan seingat saya tidak pernah mereka memberitahukan jika hal itu mungkin. Tetapi melihat hasilnya di lapangan bahwa mereka telah berhasil dapat disimpulkan bahwa mereka terus melakukan penelitian. Mereka tidak banyak bicara tetap banyak bekerja dan meneliti. Di Indonesia dari dulu mengenai blue energy sudah banyak dibicarakan tetapi pembuktiannya tetap masih menjadi misteri. Ada apa? Bicara banyak seperti orang hebat tetapi kenyataanya menunjukkan keadaan kebodohan sebenarnya.
Bagaimana pendapat Anda?
PERJALAN PENGALAMAN HIDUP MENJADI LEBIH BAIK(POEMS, SHORT STORIES, ARTICLES AND GLOBAL ISSUES)
Tampilkan postingan dengan label potret Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label potret Indonesia. Tampilkan semua postingan
Kamis, Juni 19, 2008
Suap-suapan
Potret Indonesia Hari Rabu, 18 Juni 2008
Ketika sampai di rumah sore ini aku kembali mengikuti berita-berita mengenai Indonesia. Apa yang terjadi hari ini. Dan Metro Tv selalu menjadi pilihan utamaku dalam mencari berita karena televisi tersebut mengkhususkan diri pada pemberitaan. Itulah daya tariknya buatku. Ketika aku tidak sempat baca koran hari ini maka aku bisa tahu kejadian-kejadian apa saja yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Tentu saja itu hanya di permukaan saja atau umumnya yang terjadi di ibu kota. Bagaimana kalau kejadiannya di pedesaan? Pasti jarang masuk berita dan bila diberitakan juga berarti kejadian tersebut adalah kejadian luar biasa. Tetapi apa saja yang terjadi di ibu kota atau di kota-kota besar lainnya pasti menjadi berita utama yang cukup menghebohkan atau cukup menggelisahkan.
Mungkin berita utama dalam beberapa hari ini adalah mengenai kasus suap yang menimpa beberapa jaksa. Ketangkapnya jaksa tersebut adalah hasil dari penyadapan telepon mereka ketika kasul BLBI telah resmi ditutup. Dari percakapan mereka melalui HP ketahuanlah apa yang terjadi dibalik semua itu. Ternyata ada permainan di balik permainan. Beberapa jaksa disogok demi menyembunyikan kebenaran. Dan para hamba hukum itu takluk juga pada uang. Lupa diri. Lupa pada negara yang hendak karam. Malah membuat kapal bangsa makin goyah dan hampir tidak bisa terselamatkan lagi.
Bagaimana tidak begitu menyentak, orang yang seharusnya menegakkan hukum malah menyalahgunakan tugas dan tanggungjawabnya. Kepercayaan rakyat Indonesia terhadap aparat hukum ini semakin menipis sebab hukum masih tunduk pada uang. Yang punya duitlah empunya hukum. Bagaimana nasib orang kecil dan miskin tanpa uang? Mereka menjadi sasaran empuk hukum karena tidak mampu membayarnya. Keadilan hanyalah sebatas uang. Semakin menumpuk uang semakin mampu melumpuhkan hukum.
Aneh ya Indonesia kita? Dari dulu-dulu tak pernah bisa sembuh dari penyakit KKN. Ada yang memberantas KKN dengan gigih tapi ada juga yang berjuang dengan gigih ber KKN ria. Mereka seolah menguji kemampuan KPK atau mereka malah anggap sepele dengan kemampuan KPK.
Setelah ketangkap entah apa lagi yang mereka lakukan. Ada yang pura-pura lupa dan ada pula yang mengatakan bahwa dia samasekali tidak tahu bahwa perbuatan tersebut salah dan mengatakan pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya. Penegak hukum masakan tidak tahu yang mana yang baik dan benar setelah tertangkap dan pura-pura bodoh. Mungkin nanti diantara mereka ada yang pura-pura sakit demi mangkir dari tanggungjawab. Inilah orang pintar yang tidak memiliki hati nurani. Nurani mati melihat tumpukan uang.
Hukum harus terus ditegakkan walau pun masih banyak orang yang melanggarnya. Hukum tidak berhenti pada penangkapan tetapi harus sampai pada penyelidikan dan pemberian hukuman yang setimpal. Namanya masih manusia pastilah selalu beriringan dengan kesalahan. Dari kesalahan kita memperbaiki hidup kita supaya tidak jatuh pada kesalahan yang sama. Kuncinya adalah kesadaran memperbaiki diri. Masing-masing kita rakyat Indonesia harus terus-menerus memperbaiki diri, melakukan yang baik dan benar. Kita berkaca dari kelakuan buruk orang lain agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama bukan malah dapat inspirasi untuk mencobanya juga dan sangat bangga bila tidak ketahuan. Kita mesti sadar kalau tidak di bumi kita mendapatkan hukuman, neraka sudah siap menampung kita.
Bagaimana pendapat Anda?
Ketika sampai di rumah sore ini aku kembali mengikuti berita-berita mengenai Indonesia. Apa yang terjadi hari ini. Dan Metro Tv selalu menjadi pilihan utamaku dalam mencari berita karena televisi tersebut mengkhususkan diri pada pemberitaan. Itulah daya tariknya buatku. Ketika aku tidak sempat baca koran hari ini maka aku bisa tahu kejadian-kejadian apa saja yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Tentu saja itu hanya di permukaan saja atau umumnya yang terjadi di ibu kota. Bagaimana kalau kejadiannya di pedesaan? Pasti jarang masuk berita dan bila diberitakan juga berarti kejadian tersebut adalah kejadian luar biasa. Tetapi apa saja yang terjadi di ibu kota atau di kota-kota besar lainnya pasti menjadi berita utama yang cukup menghebohkan atau cukup menggelisahkan.
Mungkin berita utama dalam beberapa hari ini adalah mengenai kasus suap yang menimpa beberapa jaksa. Ketangkapnya jaksa tersebut adalah hasil dari penyadapan telepon mereka ketika kasul BLBI telah resmi ditutup. Dari percakapan mereka melalui HP ketahuanlah apa yang terjadi dibalik semua itu. Ternyata ada permainan di balik permainan. Beberapa jaksa disogok demi menyembunyikan kebenaran. Dan para hamba hukum itu takluk juga pada uang. Lupa diri. Lupa pada negara yang hendak karam. Malah membuat kapal bangsa makin goyah dan hampir tidak bisa terselamatkan lagi.
Bagaimana tidak begitu menyentak, orang yang seharusnya menegakkan hukum malah menyalahgunakan tugas dan tanggungjawabnya. Kepercayaan rakyat Indonesia terhadap aparat hukum ini semakin menipis sebab hukum masih tunduk pada uang. Yang punya duitlah empunya hukum. Bagaimana nasib orang kecil dan miskin tanpa uang? Mereka menjadi sasaran empuk hukum karena tidak mampu membayarnya. Keadilan hanyalah sebatas uang. Semakin menumpuk uang semakin mampu melumpuhkan hukum.
Aneh ya Indonesia kita? Dari dulu-dulu tak pernah bisa sembuh dari penyakit KKN. Ada yang memberantas KKN dengan gigih tapi ada juga yang berjuang dengan gigih ber KKN ria. Mereka seolah menguji kemampuan KPK atau mereka malah anggap sepele dengan kemampuan KPK.
Setelah ketangkap entah apa lagi yang mereka lakukan. Ada yang pura-pura lupa dan ada pula yang mengatakan bahwa dia samasekali tidak tahu bahwa perbuatan tersebut salah dan mengatakan pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya. Penegak hukum masakan tidak tahu yang mana yang baik dan benar setelah tertangkap dan pura-pura bodoh. Mungkin nanti diantara mereka ada yang pura-pura sakit demi mangkir dari tanggungjawab. Inilah orang pintar yang tidak memiliki hati nurani. Nurani mati melihat tumpukan uang.
Hukum harus terus ditegakkan walau pun masih banyak orang yang melanggarnya. Hukum tidak berhenti pada penangkapan tetapi harus sampai pada penyelidikan dan pemberian hukuman yang setimpal. Namanya masih manusia pastilah selalu beriringan dengan kesalahan. Dari kesalahan kita memperbaiki hidup kita supaya tidak jatuh pada kesalahan yang sama. Kuncinya adalah kesadaran memperbaiki diri. Masing-masing kita rakyat Indonesia harus terus-menerus memperbaiki diri, melakukan yang baik dan benar. Kita berkaca dari kelakuan buruk orang lain agar kita tidak melakukan kesalahan yang sama bukan malah dapat inspirasi untuk mencobanya juga dan sangat bangga bila tidak ketahuan. Kita mesti sadar kalau tidak di bumi kita mendapatkan hukuman, neraka sudah siap menampung kita.
Bagaimana pendapat Anda?
Kamis, Juni 05, 2008
Potret Indonesia Hari Kamis 05 Juni 2008
Berita yang paling hangat hari ini adalah mengenai penangkapan polisi terhadap pelaku anarkis yang berasal dari organisasi FPI. Polisi terus memburu orang-orang FPI yang terlibat dalam aksi di monas monas itu. ketua organisasi juga ditangkap tetapi masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Mungkin dakwaan yang diberikan padanya adalah memberikan perlindungan atau menyembunyikan pelaku tindak kejahatan dan bisa dihukum selama 9 bulan. Katanya kalau hanya selama 9 bulan hukuman maka dia bisa dibebaskan dan aku kurang mengerti bagaimana peraturan hukum seperti ini jadi saya bisa menyimpulkan kalau lebih dari 9 bulan berarti bisa di tahan sedangkan dibawah 9 bulan masih bisa dibebaskan berkeliaran atau dijadikan tahanan rumah?
Sementara itu ketua laskas Islam yang ikut dalam aksi di Monas sampai hari ini belum menyerahakan diri dan polisi sudah mulai memburunya. Dari persembunyiannya ia sempat mengirimkan email dengan tuntutan bahwa ia akan menyerahkan diri jika aliran Ahmadiah dibubarkan. Tetapi kayaknya polisi tidak mau memusingkan diri dengan pernyataan itu mereka terus mencari pelaku kriminal tersebut.
Kelompok FPI di wilayah lainnya mulai merasa takut diteror oleh pendukung Gusdur yang akan melakukan sweeping terhadap mereka. Jadi beberapa dari pemimpin FPI itu resmi membubarkan diri, mungkin mereka takut mendapat dampak dari tindakan mereka di Monas. Dan mereka sendiri ada yang sudah tidak sepaham lagi dengan FPI yang mengatakan masih menggunakan cara-cara kekerasan. Mereka bertindak seperti polisi masyarakat mengatasnamakan agama. Seharusnya kan agama itu membawa perdamaian bagi penganutnya bukan malah mengutamakan tindakan kasar dalam bentuk kekerasan.
Para pemimpin dan simpatisan FPI sekarang menjadi geger. Menurut simpulanku bahwa segala bentuk ketidakbaikan pada akhirnya akan jatuh juga dengan perbuatan sendiri yang tidak terpuji. Segala kelakuan yang buruk akan berakhir dengan buruk sehingga ini bisa kita jadikan pelajaran bagaimana supaya sebuah organisasi bisa berjalan dengan mulus. Banyak pihak mendukung pembubaran FPI, ini sangat jelas bahwa tidak ada orang yang menyukai kekerasan. Penjahat sendiri juga berusaha menghindari kekerasan sebab membawa kerugian dan penderitaan bagi orang lain tetapi penjahat dalam arti yang sebenarnya terpaksa melakukannya mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup atau akibat betapa susahnya menjalani hidup dengan benar dan mendapat penghasilan darinya.
Kita jangan membersihkan kejahatan semata-mata supaya dunia internasional melihat bahwa kita bisa melakukan tindakan tersebut bukan supaya kita terlihat hebat dengan menumpas tindakan kekerasan. Intinya bukan itu tetapi memang segala bentuk kejahatan dan kekerahan harus dibumi hanguskan dari Indonesia. Sudah banyak rakyat yang menjerit akibat kenaikan BBM eh malah ada lagi yang mengacaukan keadaan dengan melakukan tindakan kekerasan. Ini menjadi bentuk ujian bagi negara apakah negara kita masih kuat mengatasi permasalahan seperti ini? Apakah polisi kita masih bisa bertindak para pelaku kejahatan? Jika semuanya bisa diselesaikan dengan baik maka bisa dikatakan bahwa negara kita masih kuat melawan segala bentuk kejahatan. Kejahatan ini masih berasal dari diri sendiri bagaimana bisa melakukan penegakan hukum terhadap orang lain kalau diri sendiri saja tidak bisa dibenahi atau tidak bisa menerpakan hukum tersebut.
Kita bersama harus menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi para pelaku kejahatan dan menumpas semua bentuk-bentuk kejahatan dan kekerasan di masyarakat. Para polisi seharusnya bekerja jangan hanya ditekan oleh atasannya tetapi disuruh atau tidak mereka haru mengerjakannya tugas mereka dengan baik sebab mereka menjadi polisi pada dasarnya untuk melindungi rakyat bukan sebagai pengamanan kekuasaan pemerintah yang menjadi atasannya. Tidak harus mengikuti apa yang dikatakan pemimpin jika anjuran tersebut ternyata salah, kan tidak mungkin mau terjun dari gedung tinggi yang membahayakan nyawanya sendiri sehingga setiap polisi mempunyai kebijakan masing-masing dalam bertindak sebab jika melakukan kesalahan di lapangan maka polisi sendiri juga yang mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga bisa dicopot dari jabatannya.
Hari ini adalah hari Lingkungan Hidup Sedunia tetapi tampaknya masih banyak tindakan-tindakan yang mencerminkan tidak mencintai lingkungan. Seperti rusaknya hutan yang lumayan luas di Riau dan Pekanbaru. Malangnya polisi yang mengusut pembalakan liar itu diberhentikan dari jabatannya sebab ternyata pejabat-pejabat tinggi negara terlibat dalam perusakan hutan di Indonesia. Disinyalir ada aliran dana yang cukup besar ke no rekening menteri kehutanan MS Kaban, maka bukan tidak mungkin dia akan diperiksa sehubungan dengan aliran dana tersebut.
Kondisi seperti ini cukup memprihatinkan bagaimana mungkin seorang menteri yang seharusnya mendorong orang mencintai hutan malah mendukung pembalakan liar. Ternyata di segala lini kehidupan uang menjadi salah satu faktor utama penentu kebijakan, jika uang sudah mengalir dengan deras maka sudah menjadi gelap mata dan nurani. Orang-orang seperti ini harus dibersihkan dari pemerintahan dan tentu saja sulit menangkap orang-orang pintar dan licik seperti ini. Wajah mereka begitu manih seolah memperjuangkan rakyat kecil tetapi dalam hati begitu licik mentertawakan kita.
Tindakan penambangan liar yang cukup merusak alam juga terjadi di pulau Bintan dan sampai kini tindakan tersebut masih tetap dibiarkan. Sampai semuanya hancur dan semua orang mendapat akibat buruk barulah mungkin kita sadar bahwa lingkungan yang baik itu penting. Semua pejabat sepertinya lepas tangan dalam menangani lingkungan, mereka asyik dengan urusan mereka sendiri entah untuk siapa dan mengerjakan apa tetapi ujung-ujungnya tertangkap melakukan tindakan korupsi.
Dari Medan wakil Dinas Pendidikan bunuh diri di penjara dengan menggunakan tali sepatu. Buat apa sih mengakhiri hidup kalau tidak bersalah? Ini namanya berani berbuat tetapi begitu ketahuan seperti kehilangan daya sama sekali dan mengakhiri hidup, betapa gampangnya menyelesaikan masalah, nyata-nyatanya diri sendiri juga tidak berpihak pada empunya sehingga menghukum diri sendiri sebagai akibatnya. Kalau tidak bersalah tidak ada yang bisa membuatnya bersalah.
Sementara itu ketua laskas Islam yang ikut dalam aksi di Monas sampai hari ini belum menyerahakan diri dan polisi sudah mulai memburunya. Dari persembunyiannya ia sempat mengirimkan email dengan tuntutan bahwa ia akan menyerahkan diri jika aliran Ahmadiah dibubarkan. Tetapi kayaknya polisi tidak mau memusingkan diri dengan pernyataan itu mereka terus mencari pelaku kriminal tersebut.
Kelompok FPI di wilayah lainnya mulai merasa takut diteror oleh pendukung Gusdur yang akan melakukan sweeping terhadap mereka. Jadi beberapa dari pemimpin FPI itu resmi membubarkan diri, mungkin mereka takut mendapat dampak dari tindakan mereka di Monas. Dan mereka sendiri ada yang sudah tidak sepaham lagi dengan FPI yang mengatakan masih menggunakan cara-cara kekerasan. Mereka bertindak seperti polisi masyarakat mengatasnamakan agama. Seharusnya kan agama itu membawa perdamaian bagi penganutnya bukan malah mengutamakan tindakan kasar dalam bentuk kekerasan.
Para pemimpin dan simpatisan FPI sekarang menjadi geger. Menurut simpulanku bahwa segala bentuk ketidakbaikan pada akhirnya akan jatuh juga dengan perbuatan sendiri yang tidak terpuji. Segala kelakuan yang buruk akan berakhir dengan buruk sehingga ini bisa kita jadikan pelajaran bagaimana supaya sebuah organisasi bisa berjalan dengan mulus. Banyak pihak mendukung pembubaran FPI, ini sangat jelas bahwa tidak ada orang yang menyukai kekerasan. Penjahat sendiri juga berusaha menghindari kekerasan sebab membawa kerugian dan penderitaan bagi orang lain tetapi penjahat dalam arti yang sebenarnya terpaksa melakukannya mungkin untuk memenuhi kebutuhan hidup atau akibat betapa susahnya menjalani hidup dengan benar dan mendapat penghasilan darinya.
Kita jangan membersihkan kejahatan semata-mata supaya dunia internasional melihat bahwa kita bisa melakukan tindakan tersebut bukan supaya kita terlihat hebat dengan menumpas tindakan kekerasan. Intinya bukan itu tetapi memang segala bentuk kejahatan dan kekerahan harus dibumi hanguskan dari Indonesia. Sudah banyak rakyat yang menjerit akibat kenaikan BBM eh malah ada lagi yang mengacaukan keadaan dengan melakukan tindakan kekerasan. Ini menjadi bentuk ujian bagi negara apakah negara kita masih kuat mengatasi permasalahan seperti ini? Apakah polisi kita masih bisa bertindak para pelaku kejahatan? Jika semuanya bisa diselesaikan dengan baik maka bisa dikatakan bahwa negara kita masih kuat melawan segala bentuk kejahatan. Kejahatan ini masih berasal dari diri sendiri bagaimana bisa melakukan penegakan hukum terhadap orang lain kalau diri sendiri saja tidak bisa dibenahi atau tidak bisa menerpakan hukum tersebut.
Kita bersama harus menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi para pelaku kejahatan dan menumpas semua bentuk-bentuk kejahatan dan kekerasan di masyarakat. Para polisi seharusnya bekerja jangan hanya ditekan oleh atasannya tetapi disuruh atau tidak mereka haru mengerjakannya tugas mereka dengan baik sebab mereka menjadi polisi pada dasarnya untuk melindungi rakyat bukan sebagai pengamanan kekuasaan pemerintah yang menjadi atasannya. Tidak harus mengikuti apa yang dikatakan pemimpin jika anjuran tersebut ternyata salah, kan tidak mungkin mau terjun dari gedung tinggi yang membahayakan nyawanya sendiri sehingga setiap polisi mempunyai kebijakan masing-masing dalam bertindak sebab jika melakukan kesalahan di lapangan maka polisi sendiri juga yang mempertanggungjawabkan perbuatannya sehingga bisa dicopot dari jabatannya.
Hari ini adalah hari Lingkungan Hidup Sedunia tetapi tampaknya masih banyak tindakan-tindakan yang mencerminkan tidak mencintai lingkungan. Seperti rusaknya hutan yang lumayan luas di Riau dan Pekanbaru. Malangnya polisi yang mengusut pembalakan liar itu diberhentikan dari jabatannya sebab ternyata pejabat-pejabat tinggi negara terlibat dalam perusakan hutan di Indonesia. Disinyalir ada aliran dana yang cukup besar ke no rekening menteri kehutanan MS Kaban, maka bukan tidak mungkin dia akan diperiksa sehubungan dengan aliran dana tersebut.
Kondisi seperti ini cukup memprihatinkan bagaimana mungkin seorang menteri yang seharusnya mendorong orang mencintai hutan malah mendukung pembalakan liar. Ternyata di segala lini kehidupan uang menjadi salah satu faktor utama penentu kebijakan, jika uang sudah mengalir dengan deras maka sudah menjadi gelap mata dan nurani. Orang-orang seperti ini harus dibersihkan dari pemerintahan dan tentu saja sulit menangkap orang-orang pintar dan licik seperti ini. Wajah mereka begitu manih seolah memperjuangkan rakyat kecil tetapi dalam hati begitu licik mentertawakan kita.
Tindakan penambangan liar yang cukup merusak alam juga terjadi di pulau Bintan dan sampai kini tindakan tersebut masih tetap dibiarkan. Sampai semuanya hancur dan semua orang mendapat akibat buruk barulah mungkin kita sadar bahwa lingkungan yang baik itu penting. Semua pejabat sepertinya lepas tangan dalam menangani lingkungan, mereka asyik dengan urusan mereka sendiri entah untuk siapa dan mengerjakan apa tetapi ujung-ujungnya tertangkap melakukan tindakan korupsi.
Dari Medan wakil Dinas Pendidikan bunuh diri di penjara dengan menggunakan tali sepatu. Buat apa sih mengakhiri hidup kalau tidak bersalah? Ini namanya berani berbuat tetapi begitu ketahuan seperti kehilangan daya sama sekali dan mengakhiri hidup, betapa gampangnya menyelesaikan masalah, nyata-nyatanya diri sendiri juga tidak berpihak pada empunya sehingga menghukum diri sendiri sebagai akibatnya. Kalau tidak bersalah tidak ada yang bisa membuatnya bersalah.
Rabu, Juni 04, 2008
Indonesia hari Rabu, 04 Juni 2008
Setelah kemarin banyak yang mengecam tindakan FPI dan presiden dengan tegas meminta polisi menangkap mereka yang melakukan tindakan anarkis terhadap Aliansi Kebangsaan maka hari ini di media elekronik menyiarkan penangkapan terhadap anggota FPI yang diduga ikut dalam aksi tersebut.
Masih banyak rakyat di negeri ini yang mendukung penangkapan tersebut yang menunjukkan bahwa rasio mereka masih berjalan dengan normal. Intinya adalah negara kita adalah negara hukum dan hukum harus ditegakkan. Tidak ada hukum rimba di Indonesia.
Diberitakan dalam penangkapan itu polisi menurungkan seribu lima ratus anggotanya dan langsung menuju kantor FPI dan melakukan pemeriksaan. Mereka membawa foto tersangka yang pada kejadian tersebut mungkin tertangkap kamera. Penangkapan ini berjalan dengan mulus tidak ada hambatan apa pun.
Tindakan penangkapan ini adalah suatu proses penegakan hukum dengan menangkap semua perusuh yang mengganggu ketertiban umum dan mengancam nyawa orang lain. Juga menegakkan citra polisi Indonesia bahwa mereka mampu melaksanakan tugas dengan baik tidak seolah lepas tangan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada.
Menurutku itu sudah tindakan bagus dan langkah pertama yang bagus tetapi jangan hanya berhenti di titik itu tetapi semuanya harus diproses dan itu adalah tanggung jawab polisi bukan supaya dipandang hebat dan dikatakan mempunyai kompetensi tetapi berdasarkan tugas dan tanggung jawab mereka. Perkera itu seharusnya diproses dengan baik dan secara terbuka tidak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi kalau semua berjalan pada jalan yang sebenarnya. Berikan pelajaran yang baik bagi para perusuh itu tanpa pandang bulu dan itu adalah langkah maju bagi Indonesia.
Berita tentang korupsi juga tidak mau tinggal diam, penangkapan terhadap petugas bea dan cukai dilaksanakan dan masih dalam proses pemeriksaan. Sementara barang bukti yang diduga hasil korupsi adalah uang lima ratus juta rupiah ditemukan di dalam amplop. Sikat terus para koruptor dari negari ini, itu adalah langkah terbaik memperbaiki kondisi dan moral bangsa kita yang rusak. Korupsi jelas merusak diri sendiri dan masyarakat yang membuat negara semakin terpuruk.
Seperti kasus korupsi lainnya yang susah melihat sampai dimana penyelesaiannya semonga kali ini bisa berjalan dengan mulus sehingga KPK tidak hanya pandai menangkap tetapi pandai menyelesaikan tugas-tugas mereka. Bukan hanya mereka yang bertanggung jawab tetapi aparat hukum juga harus bekerja dengan tangkas. Proses tuntas segala perkara yang tertangkap sehingga kasus korupsi tidak tertimbun sehingga menjadi susah diatasi sebab terlalu banyak dan kurangnya tenaga. Selagi masih ada waktu maka semua harus diproses secepatnya dengan baik.
Semakin lama protes terhadap kenaikan BBM semakin menyurut sudah hampir tidak menjadi fokus utama lagi. Dan pasti lama-kelamaan akan hilang juga seperti demonstrasi penolakan BBM seperti sebelum-sebelumnya. Tetapi yang masih berlanjut adalah dampak dari kenaikan tersebut yang membuat rakyat kecil kewalahan seolah kepala mereka sedang dibenamkan ke dalam lumpur.
Aku hanya berharap penderitaan rakyat ini sebagai tantangan buat mereka untuk bekerja lebih keras lagi. Lebih banyak menderita dan terus mampu mengatasinya akan membuat rakyat lebih kuat dan lebih berani menjalani hidup. Sekali hidup tidak ada kata-kata mundur dan pasrah tetapi hidup itu adalah perjuangan yang tidak ada akhirnya.
Mulai memperbaiki diri adalah contoh baik untuk memajukan bangsa. Tidak usah berpikiran macam-macam menyelesaikan persoalan negeri ini secepat kilat tetapi selesaikan dulu persoalan diri sendiri baru menyelesaikan persoalan orang lain. Membangun diri sudah menjadi tindakan langsung membangun bangsa sebab bangsa yang maju mempunyai manusia-manusia yang maju.
Masih banyak rakyat di negeri ini yang mendukung penangkapan tersebut yang menunjukkan bahwa rasio mereka masih berjalan dengan normal. Intinya adalah negara kita adalah negara hukum dan hukum harus ditegakkan. Tidak ada hukum rimba di Indonesia.
Diberitakan dalam penangkapan itu polisi menurungkan seribu lima ratus anggotanya dan langsung menuju kantor FPI dan melakukan pemeriksaan. Mereka membawa foto tersangka yang pada kejadian tersebut mungkin tertangkap kamera. Penangkapan ini berjalan dengan mulus tidak ada hambatan apa pun.
Tindakan penangkapan ini adalah suatu proses penegakan hukum dengan menangkap semua perusuh yang mengganggu ketertiban umum dan mengancam nyawa orang lain. Juga menegakkan citra polisi Indonesia bahwa mereka mampu melaksanakan tugas dengan baik tidak seolah lepas tangan dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada.
Menurutku itu sudah tindakan bagus dan langkah pertama yang bagus tetapi jangan hanya berhenti di titik itu tetapi semuanya harus diproses dan itu adalah tanggung jawab polisi bukan supaya dipandang hebat dan dikatakan mempunyai kompetensi tetapi berdasarkan tugas dan tanggung jawab mereka. Perkera itu seharusnya diproses dengan baik dan secara terbuka tidak ada yang perlu ditutup-tutupi lagi kalau semua berjalan pada jalan yang sebenarnya. Berikan pelajaran yang baik bagi para perusuh itu tanpa pandang bulu dan itu adalah langkah maju bagi Indonesia.
Berita tentang korupsi juga tidak mau tinggal diam, penangkapan terhadap petugas bea dan cukai dilaksanakan dan masih dalam proses pemeriksaan. Sementara barang bukti yang diduga hasil korupsi adalah uang lima ratus juta rupiah ditemukan di dalam amplop. Sikat terus para koruptor dari negari ini, itu adalah langkah terbaik memperbaiki kondisi dan moral bangsa kita yang rusak. Korupsi jelas merusak diri sendiri dan masyarakat yang membuat negara semakin terpuruk.
Seperti kasus korupsi lainnya yang susah melihat sampai dimana penyelesaiannya semonga kali ini bisa berjalan dengan mulus sehingga KPK tidak hanya pandai menangkap tetapi pandai menyelesaikan tugas-tugas mereka. Bukan hanya mereka yang bertanggung jawab tetapi aparat hukum juga harus bekerja dengan tangkas. Proses tuntas segala perkara yang tertangkap sehingga kasus korupsi tidak tertimbun sehingga menjadi susah diatasi sebab terlalu banyak dan kurangnya tenaga. Selagi masih ada waktu maka semua harus diproses secepatnya dengan baik.
Semakin lama protes terhadap kenaikan BBM semakin menyurut sudah hampir tidak menjadi fokus utama lagi. Dan pasti lama-kelamaan akan hilang juga seperti demonstrasi penolakan BBM seperti sebelum-sebelumnya. Tetapi yang masih berlanjut adalah dampak dari kenaikan tersebut yang membuat rakyat kecil kewalahan seolah kepala mereka sedang dibenamkan ke dalam lumpur.
Aku hanya berharap penderitaan rakyat ini sebagai tantangan buat mereka untuk bekerja lebih keras lagi. Lebih banyak menderita dan terus mampu mengatasinya akan membuat rakyat lebih kuat dan lebih berani menjalani hidup. Sekali hidup tidak ada kata-kata mundur dan pasrah tetapi hidup itu adalah perjuangan yang tidak ada akhirnya.
Mulai memperbaiki diri adalah contoh baik untuk memajukan bangsa. Tidak usah berpikiran macam-macam menyelesaikan persoalan negeri ini secepat kilat tetapi selesaikan dulu persoalan diri sendiri baru menyelesaikan persoalan orang lain. Membangun diri sudah menjadi tindakan langsung membangun bangsa sebab bangsa yang maju mempunyai manusia-manusia yang maju.
Indonesia Hari Senin 02 Juni 2008
Berita yang hangat pada hari ini adalah mengenai bentrokan yang dilakukan organisasi FBI terhadap organisasi Islam lainnya yang mendukung kebebasan beragama. Salah satu yang mengalami bentrok tersebut adalah wartawan senior dan penulis senior Goenawan Mohammad. Tindakan tersebut yang seolah main hakim sendiri menjadi bahan kecaman dari berbagai pihak seperti ketua organisasi lainnya hingga kepala negara. Mereka meminta polisi menindak pelaku kejahatan tersebut. Dalam pikiranku mengapa presiden menyarankan bawahannya bertindak tegas sebaiknya menyuruh dengan tegas atau memerintahkan bukan menyarankan. Masa sih pemimpin bertindak seolah bawahan. Dia juga memberikan tanggapan singkat yang mengajak masyarakat bisa menahan diri dalam bertindak sehingga tidak membuat malu bangsa di mata dunia. Itu menunjukkan bahwa pemimpin kita masih saja menunjukkan penampilan baik tetapi tidak mau menciptakan penampilan baik yang sebenarnya dengan membangun bangsa.
Banyak orang sudah gerah dengan tindakan main hakim sendiri FPI yang seolah pahlawan bangsa yang masih mengatasnamakan agama. Ini tentu saja membawa gambaran buruk bagi agama tersebut bahwa agama itu merusak dan membawa perpecahan bukan membawa perbaikan. Semua menjadi salah selain agama dan aturan agamanya sendiri. Yah ini adalah salah satu bentuk lemahnya aparat hukum atau suatu bentuk penghinaan terhadap negara yang mengakui pluralisme dan menerapkannya dalam hukum. Semakin mereka sesuka hati berbuat dan tidak ada penangan dari negara maka ini akan memperburuk negara dan bukan tidak mungkin akan membawa kekacauan terhadap negara sebab warga cenderung membela diri dan kepentingan sendiri ketika negara tidak mampu lagi melindungi diri sendiri. Jadi perpecahan atau kekacauan yang diakibatkan oleh tindakan rimba tersebut adalah bentuk dari lemahnya kekuatan bangsa.
Banyak orang sudah gerah dengan tindakan main hakim sendiri FPI yang seolah pahlawan bangsa yang masih mengatasnamakan agama. Ini tentu saja membawa gambaran buruk bagi agama tersebut bahwa agama itu merusak dan membawa perpecahan bukan membawa perbaikan. Semua menjadi salah selain agama dan aturan agamanya sendiri. Yah ini adalah salah satu bentuk lemahnya aparat hukum atau suatu bentuk penghinaan terhadap negara yang mengakui pluralisme dan menerapkannya dalam hukum. Semakin mereka sesuka hati berbuat dan tidak ada penangan dari negara maka ini akan memperburuk negara dan bukan tidak mungkin akan membawa kekacauan terhadap negara sebab warga cenderung membela diri dan kepentingan sendiri ketika negara tidak mampu lagi melindungi diri sendiri. Jadi perpecahan atau kekacauan yang diakibatkan oleh tindakan rimba tersebut adalah bentuk dari lemahnya kekuatan bangsa.
Indonesia hari Senin, 26 Mei 2008
Hampir semua elemen bangsa menolak kenaikan harga BBM tetapi pemerintah tidak mau mundur selangkah pun. Pemerintah resmi menaikkan harga BBM sejak Sabtu tanggal 23 pukul 00 dini hari. Pada dini hari itu mahasiswa berdemonstrasi dengan agak berlebihan sehingga memaksa polisi menyerang kampus.
Tuntutan para demonstran tampaknya tidak membuahkan hasil sebab harga BBM tetap dinaikkan. Sejak kenaikan BBM unjuk rasa belum sepenuhnya berhenti. Hari ini di Jakarta supir angkot mogok massal menolak kenaikan BBM. Banyak masyarakat yang hendak melakukan aktivitasnya menjadi terganggu.
Setelah BBM naik harga-harga bahan pangan lainnya juga ikut naik. Mereka berasalan menaikkan harga barang sebab naiknya biaya transportasi. Banyak orang mengeluh sementara itu mahasiswa masih melakukan demonstrasi hari ini diberitakan mahasiswa UKI melakukan demonstrasi yang cenderung anarkis melempari polisi dengan batu dan bom molotop.
Berita hangat lainnya adalah mengenai pembagian BLT. Tentang penolakan BLT mulai dari alasan bantuan tersebut tidak mendidik dan membuat ketergantungan. Bantuan tersebut juga diperkirakan akan mengakibatkan konflik di antara masyarakat sebab masih menggunakan data pada tahun 2005 sedangkan jumlah orang miskin sudah bertambah. Mereka berpendapat jika memang BLT harus dibagikan maka harus dilakukan dulu pendataan ulang terhadap orang miskin. Kriteria orang miskin disebutkan oleh harian Kompas beberapa hari yang lalu adalah yang berpenghasilan dibawah 175.000 per bulan. Jika diperkirakan maka pendapatan mereka sehari-hari sekitar 6.000. Pertannyaannya adalah apakah pendapatan ini mungkin mencukupi. Jelas-jelas tidak sebab sekali makan saja sekarang ini sudah 5.000.
Komentar
Keadaan negara kita semakin hari semakin terbelit berbagai masalah yang utamanya dipicu oleh kenaikan BBM. Situasi negara kita ibarat kapal di tengah lautan yang diombang-ambingkan ombak tidak jelas tujuannya kemana. Nahkodanya keras kepala dan tidak mau mendengarkan para awak kapal, dia memaksa menuju arah yang dia sendiri tidak yakin membawa keselamatan. Pemerintah mengambil keputusan tersebut kabarnya untuk menyelamatkan APBN dan sejalan dengan naiknya harga minyak mentah dunia. Sedangkan masyarakat dunia juga sampai kini tidak tahu apa penyebab mengapa harga minya terus naik sementara negara penghasil minyak mengatakan pasokan minyak masih stabil dan tinggi tidak terganggu. Mereka kemudian berpendapat bahwa naiknya harga minyak mentah adalah ulah dari para spekulan yang bermain di bidang perminyakan. Mereka juga menyelediki apakah ada hubungannya dengan Bush yang bersahabat dengan pengelola minyak di Amerika. Harga minyak mentah dunia kini sudah mencapai 135 dolar per barel dimana seminggu sebelumnya masih 125 dolar per barel.
Tidak hanya orang Indonesia yang mengeluh karna dampak BBM tetapi masyarakat dunia juga mengalaminya seperti di Cina diberitakan menaikkan tarif angkutan untuk menyelamatkan keuntungan armada mereka. Tapi pemerintah Indonesia dikabarkan tidak mempunyai kebijakan sendiri untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia yang miskin sebab seolah-olah ikut-ikutan menaikkan harga BBM di tanah air tanpa memikirkan dulu dampaknya bagi masyarakat terutama orang miskin. Banyak orang berpendapat bahwa kenaikan BBM akan menambah angka kemiskinan di tanah air.
Ibarat orang sakit maka bangsa kita sedang mengalami komplikasi. Kita tidak tahu lagi apa akar penyakitnya sebab hampir semua bagian sudah sakit. Dan memiliki ketahanan tubuh yang rapuh karna kurangnya kekuatan bangsa seperti sumber daya manusia yang kurang berkualitas dan sumber daya alam yang tidak tidak dikelola dengan baik dan hampir sirna. Tapi kita masih lantang mengatakan bahwa adalah salah satu bangsa yang hebat dan bermartabat. Disini jelas terlihat budaya Indonesia adalah budaya bicara bukan budaya bekerja ibarat tong kosong berbunyi melengking padalah semua orang tahu isinya nol besar.
Seperti demonstrasi yang dilakukan untuk menolak BBM akhirnya menghasilkan permasalahan yang baru yakni kerusakan fasilitas umum akibat bentrok dengan polisi dan penyerangan kampus dan penganiayaan mahasiswa oleh polisi. Sekarang bukan BBM lagi yang dipermasalahkan tetapi kejadian yang patut disayangkan tersebut. Ini berarti demonstrasi akan memperkeruh situasi yang sudah keruh. Tidak satu pun menunjukkan kesadaran atau prihatin terhadap kondisi bangsa dengan berlaku baik dan bijaksana. Semua mau menang sendiri dan mengatakan tindakan merekalah yang paling benar. Polisi membela diri demikian juga mahasiswa, kemudian datang lagi pihak luar mengecam tindakan polisi yang menyerang kampus dan menganiaya mahasiswa tanpa mau mencari bukti-bukti yang benar yang menyebabkan mengapa bisa terjadi seperti itu. semua orang ingin seperti pahlawan, mahasiswa mengatasnamakan penderitaan rakyat, polisi mengatasnamakan ketertiban umum dan pihak luar bertindak sebagai pembina HAM. Salut buat bangsa kita yang konon besar. Apanya? Ketidaksadarannya.
Tuntutan para demonstran tampaknya tidak membuahkan hasil sebab harga BBM tetap dinaikkan. Sejak kenaikan BBM unjuk rasa belum sepenuhnya berhenti. Hari ini di Jakarta supir angkot mogok massal menolak kenaikan BBM. Banyak masyarakat yang hendak melakukan aktivitasnya menjadi terganggu.
Setelah BBM naik harga-harga bahan pangan lainnya juga ikut naik. Mereka berasalan menaikkan harga barang sebab naiknya biaya transportasi. Banyak orang mengeluh sementara itu mahasiswa masih melakukan demonstrasi hari ini diberitakan mahasiswa UKI melakukan demonstrasi yang cenderung anarkis melempari polisi dengan batu dan bom molotop.
Berita hangat lainnya adalah mengenai pembagian BLT. Tentang penolakan BLT mulai dari alasan bantuan tersebut tidak mendidik dan membuat ketergantungan. Bantuan tersebut juga diperkirakan akan mengakibatkan konflik di antara masyarakat sebab masih menggunakan data pada tahun 2005 sedangkan jumlah orang miskin sudah bertambah. Mereka berpendapat jika memang BLT harus dibagikan maka harus dilakukan dulu pendataan ulang terhadap orang miskin. Kriteria orang miskin disebutkan oleh harian Kompas beberapa hari yang lalu adalah yang berpenghasilan dibawah 175.000 per bulan. Jika diperkirakan maka pendapatan mereka sehari-hari sekitar 6.000. Pertannyaannya adalah apakah pendapatan ini mungkin mencukupi. Jelas-jelas tidak sebab sekali makan saja sekarang ini sudah 5.000.
Komentar
Keadaan negara kita semakin hari semakin terbelit berbagai masalah yang utamanya dipicu oleh kenaikan BBM. Situasi negara kita ibarat kapal di tengah lautan yang diombang-ambingkan ombak tidak jelas tujuannya kemana. Nahkodanya keras kepala dan tidak mau mendengarkan para awak kapal, dia memaksa menuju arah yang dia sendiri tidak yakin membawa keselamatan. Pemerintah mengambil keputusan tersebut kabarnya untuk menyelamatkan APBN dan sejalan dengan naiknya harga minyak mentah dunia. Sedangkan masyarakat dunia juga sampai kini tidak tahu apa penyebab mengapa harga minya terus naik sementara negara penghasil minyak mengatakan pasokan minyak masih stabil dan tinggi tidak terganggu. Mereka kemudian berpendapat bahwa naiknya harga minyak mentah adalah ulah dari para spekulan yang bermain di bidang perminyakan. Mereka juga menyelediki apakah ada hubungannya dengan Bush yang bersahabat dengan pengelola minyak di Amerika. Harga minyak mentah dunia kini sudah mencapai 135 dolar per barel dimana seminggu sebelumnya masih 125 dolar per barel.
Tidak hanya orang Indonesia yang mengeluh karna dampak BBM tetapi masyarakat dunia juga mengalaminya seperti di Cina diberitakan menaikkan tarif angkutan untuk menyelamatkan keuntungan armada mereka. Tapi pemerintah Indonesia dikabarkan tidak mempunyai kebijakan sendiri untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia yang miskin sebab seolah-olah ikut-ikutan menaikkan harga BBM di tanah air tanpa memikirkan dulu dampaknya bagi masyarakat terutama orang miskin. Banyak orang berpendapat bahwa kenaikan BBM akan menambah angka kemiskinan di tanah air.
Ibarat orang sakit maka bangsa kita sedang mengalami komplikasi. Kita tidak tahu lagi apa akar penyakitnya sebab hampir semua bagian sudah sakit. Dan memiliki ketahanan tubuh yang rapuh karna kurangnya kekuatan bangsa seperti sumber daya manusia yang kurang berkualitas dan sumber daya alam yang tidak tidak dikelola dengan baik dan hampir sirna. Tapi kita masih lantang mengatakan bahwa adalah salah satu bangsa yang hebat dan bermartabat. Disini jelas terlihat budaya Indonesia adalah budaya bicara bukan budaya bekerja ibarat tong kosong berbunyi melengking padalah semua orang tahu isinya nol besar.
Seperti demonstrasi yang dilakukan untuk menolak BBM akhirnya menghasilkan permasalahan yang baru yakni kerusakan fasilitas umum akibat bentrok dengan polisi dan penyerangan kampus dan penganiayaan mahasiswa oleh polisi. Sekarang bukan BBM lagi yang dipermasalahkan tetapi kejadian yang patut disayangkan tersebut. Ini berarti demonstrasi akan memperkeruh situasi yang sudah keruh. Tidak satu pun menunjukkan kesadaran atau prihatin terhadap kondisi bangsa dengan berlaku baik dan bijaksana. Semua mau menang sendiri dan mengatakan tindakan merekalah yang paling benar. Polisi membela diri demikian juga mahasiswa, kemudian datang lagi pihak luar mengecam tindakan polisi yang menyerang kampus dan menganiaya mahasiswa tanpa mau mencari bukti-bukti yang benar yang menyebabkan mengapa bisa terjadi seperti itu. semua orang ingin seperti pahlawan, mahasiswa mengatasnamakan penderitaan rakyat, polisi mengatasnamakan ketertiban umum dan pihak luar bertindak sebagai pembina HAM. Salut buat bangsa kita yang konon besar. Apanya? Ketidaksadarannya.
Langganan:
Postingan (Atom)